Joel's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

Astaga, Hampir Setahun..

Oh? Dah hampir setahun kutelantarkan blog ini? :(

Artinya, sudah hampir setahun juga Joel off dari homeschoolingnya. Terhitung Juli 2010, Joel terdaftar di sebuah SD dalam radius sekitar 2 km dari rumah kami.

Sekolah ini kecil. Satu kelas tak lebih dari 15 murid, dengan dua kelas paralel. Kami datangi sekolah ini pada bulan Juli 2010, di tengah libur kenaikan kelas. Keputusan yang teramat berat buat saya, karena harus merelakan anak sulung saya dididik oleh pihak lain. :( Sebuah keputusan yang diambil setelah mempertimbangkan segalanya.

Saya berkonsultasi dengan beberapa teman HS-er sebelumnya. Saya juga minta konfirmasi pada Yang di Atas, jika syarat yang saya ajukan ke sekolah diterima, maka Joel akan kami cobakan bersekolah di sana, minimal setahun.

Begitulah.

Joel, untuk pertama kali dalam hidupnya, pada usia 6 tahun, merasakan yang namanya bangku sekolah.

Beberapa ortu murid bertanya pada saya, setelah tahu kami dulunya ber-HS, “Oh, bisa ngikutin ya?”

Terus terang, pertanyaan ini sulit dijawab. Ingin sekali saya jawab bahwa kalau secara akademis pasti Joel bisa mengikuti, karena materi kami jauh lebih dalam ketimbang yang dicakup oleh kurnas (sekolah ini menggunakan kurnas). Yang saya khawatirkan hanyalah, apakah Joel bisa dan suka dibatasi oleh sebuah bangku dan meja yang akan ‘mengikatnya’ selama beberapa jam sehari.

Namun, saya akhirnya sepakat dengan hubby, mungkin ada baiknya Joel melihat sebuah tempat yang mencoba meniru ‘dunia sesungguhnya’ — dunia kerja di kantor tepatnya. Tempat di mana ada aturan yang walau tidak suka harus kita ikuti, demi kepentingan bersama.

Awalnya memang sulit. Sulit untuk dia dan saya.

Namun tak lama, dia bisa memahami segala macam aturan (yang sebenernya buat saya tidak penting). Buku-buku pelajaran yang harus disiapkan tiap hari, diangkut dalam tas ranselnya. Saya hampir menangis melihat badan kecilnya menanggung tas seberat itu setiap hari. Saya juga pontang-panting beradaptasi bangun lebih pagi, menyiapkan bekal untuk dua kali rehat. Tapi itu pun sudah bisa diatasi.

Secara akademis, sungguh benar, tidak ada masalah berarti. Secara sosial, Joel meningkat pesat. Dia belajar menerima kehadiran orang lain, dan bertumbuh di lingkungan yang tidak senyaman di rumahnya. Saya cukup puas dengan manfaat yang kami terima dalam hal ini.

Tapi terus terang, itu saja. Saya masih tidak puas dengan ilmu yang dia peroleh. Tidak banyak hal baru yang dia dapatkan dengan cara belajar mencekoki seperti itu.

Untungnya sekolah ini bukan sekolah ambisius. Jarang ulangan, PR juga tidak terlalu banyak. Anak-anak tidak ditekan habis-habisan untuk jadi jenius. Walau, tetap saya tidak merasa nyaman ‘menitipkan’ Joel kepada orang yang tidak saya kenal baik (aka wali kelasnya). Sampai hari ini saya tidak tahu apakah si wali kelas ini benar-benar peduli dengan Joel. *aahh, itulah penyakit ortu yang pernah meng-HS-kan anaknya.. tidak mungkin saya menuntut orang lain memperlakukan anak saya seperti yang saya lakukan kan?*

Untuk ortu HS yang ingin menyekolahkan anaknya di jalur formal, percayalah, anak kita bisa menyesuaikan diri, bisa mengikuti. Mereka sama sekali tidak ketinggalan.

Maka, Joel tidak saya les-kan apa pun selain les piano tiap Sabtu. Maka, Joel pun sampai hari ini masih bebas meng-google topik kesukaannya. Sekarang dia sedang sangat menyukai para Pharaoh, sehingga buku-buku sekolahnya dia hiasi dengan gambar2 raja Mesir ini. Sampai-sampai saya ditelpon oleh gurunya, supaya menyediakan buku khusus untuk dia bawa ke sekolah agar Joel bisa berkarya di sana daripada mencoreti buku2 pelajarannya.

Hahaha.

Science With Plants

Karena Old Testament sudah selesai, jadwal kami dengan MFW jadi sangaaat rileks. Apalagi MathUSeenya juga sudah selesai dari beberapa bulan lalu..

Akhirnya, saya putuskan untuk lebih banyak konsen ke science. Eksperimen ngikutin buku-buku science dari Usborne.

Beberapa kegiatan yang kami lakukan:

sciencewithplants

Kami merendam biji kedelai kering semalaman. Esoknya, kacang kedelai sudah lunak, dan dengan mudah terbelah. Saat terbelah kulit arinya juga lepas dengan sangat mudah. Inilah bagian-bagian dari sebuah biji, sebuah benih yang akan melanjutkan kehidupan ‘orangtuanya’.

Kami juga mengamati proses pertumbuhan kedelai.

startogrow

startogrow-journal

Kedelai-kedelai ini sudah ditanam dalam tiga buah pot, untuk diamati lagi perilakunyaterhadap sinar matahari dan air.

plants&water

Gambar di atas ini adalah saat kami mengamati sistem transportasi dalam batang. Air yang diberi pewarna diserap oleh batang dan dikirim naik sampai daun. Beberapa jam kemudian daun sudah menjadi kebiru-biruan. Batang pun saat dibelah, terlihat warna biru di dalamnya.

Kami juga membungkus tanaman dengan plastik bening. Setelah dibiarkan agak lama, ternyata plastiknya jadi basah. Wah, pohonnya keringetan! Sayang ga sempat difoto, ingetnya sudah malam untuk melihat hasil eksperimen kami.

Saat melakukan eksperimen, murid termuda kami (1 tahun 11 bulan) juga ikut terlibat. :)

Selesai dengan Perjanjian Lama

Fiuh… Akhirnya selesai juga bagian terpanjang di kurikukum MFW 1st grade, studi Perjanjian Lama. Student workbook sudah selesai dikerjakan semua, hore!!! Semua phonics instruction dah lewat, juga timeline sudah sampai di tahun2 Masehi. Bye to BC era.

workbook-MFW

dan ini timeline-nya, klik untuk memperbesar:

Timeline-OT

Mama juga tidak usah bacain cerita dari Perjanjian Lama lagi, gantian Joel yang akan jadi tukang cerita satu-satunya.

Setelah ini kami akan masuk masa yang jauh lebih rileks, Joel akan punya kesempatan lebih banyak menyalurkan hobinya dengan eksperimen-eksperimen.

Pelajaran Tentang Kejujuran dan Integritas

Bagi saya, integritas adalah sebuah karakter penting yang harus dilatih sejak kecil. Saya pernah punya pengalaman tentang mengajarkan hal ini ke Joel, menyangkut Facebook yang tersohor itu.

Ketika demam Facebook pertama melanda keluarga kami, Joel juga punya akun Facebook. Saya yang bikinkan, tahun 2009. Padahal Joel belum cukup umur. Itu berarti saya melakukan kebohongan dengan sadar, melakukan ‘markup’ usia.

Kemudian saya memutuskan untuk menutup akun ini, karena aku ini dibuat atas dasar kebohongan.

Saya menuliskannya lebih detil di sini.

Pertanyaan-pertanyaan Joel yang Tak Kenal Waktu dan Tempat

Hobi baru Joel adalah memberikan tebakan atau kuis kepada kami, ortunya, tentang topik apa saja yang sudah dipelajarinya.

Misal: ‘Siapa orang tertua di dunia?’ atau ‘Siapa nama Presiden Amerika ke-25?’ atau ‘Mozart meninggal umur berapa?” Kira-kira seperti itu.

Masalahnya, terkadang dia tidak lihat-lihat situasi dan kondisi dulu. Seringkali dia memberikan pertanyaan bertubi-tubi ketika saya sedang tidak mood meladeninya. Atau saat saya sedang asyik melakukan hal yang butuh konsentrasi (saya kurang bagus dalam multitasking). Kalau sudah begini, kadang saya jadi kesal.

Untung sudah baca buku tentang berkomunikasi dengan anak tulisan Adele Faber – Elaine Mazlish (baca ya.. bukunya bagus banget), jadi saya bisa bilang begini sama Joel, “Joel, Mama lagi capek. Kalau lagi capek, Mama cepat marah. Mama ga mau gara-gara capek terus Mama jadi marahin Joel. Ntar aja ya, kalau Mama sudah ga capek, Joel boleh tanya lagi. Nanti kamu tanya dulu ya, Mama masih capek ga. Ok?”

Joel biasanya memahami maksud saya dan menghormati hak saya untuk tidak ditanyai (memang ada ya hak kayak gini, hihihi). Memang itu kan tujuan komunikasi, membuat maksud kita dipahami oleh orang lain?

Pernah, Joel ikut saya ke rumah Tante saya yang berjualan susu kedelai buatan rumah sendiri. Di sana, Joel nampak sangat tertarik mengikuti proses pembuatan susu dari mulai memecahkan kulit kedelai sampai memasak hasil penyaringannya. Joel yang tadinya sudah mulai merengek minta pulang, langsung lupa akan niat semula begitu saya bawa ke area produksi susu di dapur belakang, bahkan tidak mau pulang sebelum susu matang.

Sepanjang pembuatan susu itu, Joel berdiri terus dan tidak melepaskan sedikit pun pandangan dari gerak-gerik si Mpok asisten Tante saya itu. Lalu, mulailah dia melontarkan pertanyaan-pertanyaan. Si Mpok dengan sabar meladeninya. Kemudian gantian Om saya yang dia tanyai.

Tak lama, Om saya keluar.

“Duh,” katanya sambil menggelengkan kepala. “Tidak sanggup aku melayani pertanyaan-pertanyaan anakmu.”

Ah, Om tidak tahu, bagaimana penderitaan saya tiap hari.

Hari ini, rupanya Joel menemukan korban baru, Bu Narni, pembantu harian kami yang berada di rumah kami sekitar dua jam tiap harinya.

“Tahu ga ini siapa?”

“Waduh, siapa, Ibu ga tahu.”

Joel memperlihatkan judul bukunya, Wolfgang Amadeus Mozart.

Lalu mulai bertanya lagi, “Hayo, Mozart yang mana.”

Dan seterusnya, membuat Bu Narni yang sedang menjemur baju kewalahan.

Hmmmm.. Saya bisa istirahat sebentar.

MUS Alpha Completed

mathusee-alpha-certificate

Halo…

Hari ini Joel sudah menyelesaikan level Alpha untuk pelajaran matematikanya.

Berarti, Joel sudah menguasai penjumlahan, pengurangan, di bawah 100 dan sudah bisa membaca jam sendiri tanpa bantuan.

Topik yang dicakup dalam level ini bisa dilihat di sini.

Tot’s World: Learning All The Time

Bagi batita, dunia adalah hal yang sangat menarik. Tiada hari dilaluinya tanpa belajar. Apa pun bisa mengundang rasa ingin tahunya.

Mari, kita orangtua jadi guide bagi warga baru dunia yang ingin belajar banyak tentang kehidupan ini. Yuuuk!

chloe-drawing

Toddler mana yang tidak suka diberi kesempatan memegang kuas dan bereksperimen dengan macam-macam warna?

chloe-puzzle

Main puzzle juga ga kalah seru! Hmm.. yang ini dipasang di mana ya?

drawingboard

Nah, kalau coret-coret di sini pasti aman. Mama sudah bilang, kalau mau tulis-tulis, coret-coret harus di kertas atau buku yang sudah Mama sediakan. Di drawing board ini tentu saja boleh banget.

chloe-kelereng

Ini Chloe bermain cari kelereng dalam lautan garam. Di dalam mangkok sudah disembunyikan 9 buah kelereng, Chloe dapat tugas menemukan kesemuanya. Dan, berhasil! Chloe minta lagi dan minta lagi, karena permainan ini memang asyik. Yah, paling teras belakang jadi sedikit kotor saja. Gampang kok, tinggal disapu aja.

Set Skill: Makan Sendiri

Menurut saya, bisa makan sendiri adalah skill yang harus dikuasai seorang anak. Dan, skill ini sebaiknya tidak ditunda-tunda dilatih. Apalagi jika ibu tidak punya pengasuh atau asisten seperti saya.

chloe-mam1

Foto#1, Chloe 14 bulan, sudah mulai menunjukkan kemandiriannya untuk makan kentang lumatnya sendiri.

chloe-mam2

Foto#2, Chloe 20 bulan, makin ahli menggunakan garpu. Walau hasilnya berceceran, Mama (dan Chloe!) bangga atas pencapaiannya.

chloe-mam3

Foto#3, asik makan nasi + sayur hijau. Kadang-kadang jika tidak berhasil memasukkan makanan ke dalam sendok, tanpa ragu Chloe akan memungut makanan dengan tangannya.

chloe-mam

Foto#4, sarapan omelet keju. Enaaakkk, katanya.

Chloe (22 bulan) sekarang sudah bisa dibilang pintar makan sendiri. Sudah beberapa waktu ini dia bisa makan nasi goreng, oatmeal, atau makanan lain yang agak lengket — maksudnya gampang disendoki — berhasil sampai tinggal 1-2 suap terakhir dan sedikit sekali yang tercecer.

Chloe juga sudah cukup ahli melakukan manuver dengan cara memiringkan piring supaya lebih mudah menyendoki makanan yang sudah tersisa sedikit.

cutie

What a sweet little girl.

Adventure in Our Father’s World

“Adults should realize that the most valuable thing children can learn is what they discover themselves about the world they live in. Once they experience first-hand the wonder of nature, they will want to make nature observation a life-long habit.” Charlotte Mason, Volume 1, page 61

chloe-pickflower

Tot can also benefit a lot from nature study.

Tujuan dari nature study pada usia batita seperti ini adalah agar Chloe punya pengalaman bersentuhan langsung dengan alam, dengan lingkungan tempat dia tinggal, mengenal langsung dunia yang telah Allah ciptakan untuknya.

chloe-flower

Anak-anak kecil harus mendapat kesempatan bermain di luar rumah. Pada usia ini mereka belum kenal yang namanya takut atau geli terhadap cacing, serangga, atau mahkluk ‘mengerikan’ lain, sehingga ini memang saat yang tepat untuk memupuk kecintaan mereka akan alam.

Menurut Ms. Mason adalah ‘jahat’ membiarkan anak belajar tentang alam bukan dari narasumber pertama, yaitu alam itu sendiri. Singkat kata, tiap ada kesempatan keluar rumah, keluarlah.

chloe-daun

“Mama..mama.. Uwun,” begitu kata si kecil yang begitu gembira dan bangga dengan daun temuannya.

chloe-doggie

Juga pengalaman bertemu giant puppy ini. Di foto ga gitu keliatan ya, ini anjing guede banget… lebih gede dari Chloe. Chloe tidak takut sama sekali, bahkan dengan riang gembira langsung menghampirinya.

chloe-shadow

Atau bermain-main dengan bayangan. “Mana bayanganmu, Chlo?”

chlo-mawar

Tidak perlu jauh-jauh. Pekarangan atau halaman belakang rumah yang ditanami macam-macam tanaman sudah lebih dari cukup.

chlo-potBeberapa orangtua mungkin kuatir kalau anaknya bisa sakit kalau main yang kotor-kotor seperti tanah atau daun-daun di pekarangan.

Dalam bukunya The Original Homeschooling Series Vol 1, CM mengatakan,
“The children, too, should be encouraged to nice cleanliness in their own persons…. Let them make their mud-pies freely; but that over, they should be impatient to remove every trace of soil, and should do it themselves” (Vol. 1, p. 127).

Jadi, ijinkan mereka berkotor-kotor, tetapi sebelumnya ajarkan mereka untuk membersihkan diri.

Masukkan kata kunci nature study pada mesin pencari (seperti Google) dan silakan cari link yang paling cocok. Beberapa link tentang kegiatan nature study yang bisa dilakukan bersama anak-anak bisa dilihat di sini:

http://www.squidoo.com/cmnaturestudy

http://handbookofnaturestudy.blogspot.com/

http://takeachildoutside.org/activities/gettingstarted.html

Mengutip tagline sebuah merk deterjen: Bermain kotor itu baik!

Bible Notebooking

Salah satu metode belajar ala Charlotte Mason (CM), adalah narasi. Jadi anak ‘menceritakan’ kembali kepada kita apa yang sudah dia pelajari. Bentuk cerita ini bisa lisan atau tertulis. Dengan adanya narasi, yang disebut PR tidak perlu lagi, sebab biasanya apa yang dipelajari pasti lebih susah dilupakan.

Notebooking, lapbooking adalah contoh narasi dalam bentuk tertulis.

biblenotebook-cover

MFW yang memang banyak dapat pengaruh CM, mulai mengenalkan notebooking di kurikulum 1stGrade-nya. Setelah saya bacakan cerita Alkitab, giliran dia yang bacakan saya cerita Alkitab dari Bible Reader MFW-nya. Habis itu dia akan membuat versinya sendiri.

bible notebook page1

Ooohh.. betapa ogah-ogahannya dia di awal. Sebenarnya ini salah saya juga. Waktu dia lebih muda dari sekarang.. saya cenderung melarang dia ini dan itu. Betapa salahnya saya membatasi kreativas anak! Joel jadi takut melakukan kesalahan, menganggap dia tidak bisa menggambar, dsbg.

Saya harus kerja keras menumbuhkan rasa percaya diri dia lagi. Pelan-pelan saya ajari menggambar orang (di Alkitab kan banyak cerita tentang tokoh dan peristiwa, jadi pasti harus banyak menggambar orang). Pendek kata, saya berusaha jadi orangtua yang suportif untuk Joel.

A Sad Day

Beberapa hari ini saya lebih lega, karena Joel dengan senang hati menghias  halaman-halaman dalam notebooknya. Lebih lega lagi waktu dia langsung berinisiatif menulis ceritanya sendiri dalam bahasa Inggris, sambil sesekali minta bantuan.  Memang begini cara MFW memperkenalkan composition/menulis/mengarang untuk anak-anak, so gentle, eh?.*

Moses

Ruth

Tambah lega lagi waktu dia bilang, dia mulai suka menggambar (lagi). Thank God.

Let kids learn at their own pace.