The Home(pre)school Begins

Sekarang Joel umur tiga tahun. Hampir semua orang bertanya dia sekolah di mana. Terus terang saya agak risih dengan pertanyaan itu dan capek juga menjawabnya, walaupun kebanyakan pertanyaan itu adalah basa-basi.

Saya dan Pampi dari dulu sudah mempertimbangkan yang namanya homeschool. Maka saya pun mencari berbagai informasi tentang ini, termasuk bergabung dalam milis homeschool. Di rumah pun ada beberapa katalog curriculum provider, semuanya Christian-based dan dari US. Ada yang model sekolah jarak jauh, jadi ortu melakukan korespondensi dengan si sekolah/akademi itu, ada juga yang sepenuhnya dikelola oleh si ortu sendiri, dari record keeping sampai evaluasi. Tentang kurikulum ini akan saya tuliskan di posting berikut.

Awalnya saya masih on-off tekad homeschoolnya. Yang agak saya kuatirkan adalah bisakah saya mengajarinya membaca, menulis. Lalu bagaimana akreditasinya selain juga sedikit masalah kekuatiran sosialisasi. Saya sempat survei ke beberapa playgroup, namun langsung mengurungkan niat begitu melihat suasana sekolah atau mendengar biaya yang mereka pasang. Dengan anak satu, sebenarnya kami bisa saja mengusahakan uang sekolah yang berkisar 500-800 ribu itu (belum termasuk uang pangkal 3jt-12jt sampai lulus TK). Tapi kalau dipikir-pikir, sebanding tidak pengeluaran kita dengan apa yang kita dapat. Lagipula saya tidak mau Joel dijejali pelajaran-pelajaran yang tidak perlu di usia bermainnya ini.

Pertengahan Juli lalu, saya memantapkan tekad, memulai home(pre)school ini dengan lebih teratur. Tadinya kami tidak punya waktu belajar tetap. Tujuan waktu belajar terjadwal ini tidak lain hanya agar Joel mengerti tentang rutinitas. Di luar jam belajar tetapnya ini, tentu saja dia boleh belajar kapan saja. Harap diingat, anak preschool itu hidupnya adalah untuk belajar, dia belajar apa saja, kapan saja, di mana saja.

Saya menggunakan buku Slow & Steady Get Me Ready (Grasindo), buku-buku aktivitas terbitan Grasindo lain yang saya beli pas sale; bahan pengenalan matematika dari US Education Dept - untuk preschool tentu; lembar kerja gratisan (tinggal print) dari beberapa situs. Beberapa di antaranya: firstschool, AtoZ Kids Stuff dan banyak lagi. Saya juga download beberapa lesson plan, Core Knowledge dan Fun Lesson Plans; ini beberapa yang saya jadikan acuan. Tidak lupa saya cari Bible activities juga, kebanyakan gambar-gambar untuk diwarnai. Juga beberapa minibook untuk dijadikan bahan bacaan.

Itu hanya beberapa yang saya pakai. Memang agak repot, mencari, mengumpulkan, mensortir, mencetak, mengemasnya supaya lebih cantik, tapi sejauh ini saya nikmati kerepotan ini. Menjadi seorang ibu dan pendidik tentunya harus mau repot, kan bukan single lagi. :)

Setelah berjalan beberapa waktu ini, rasanya saya tidak akan mundur lagi. Joel yang aktif ini, terlihat sangat menikmati learning-with-mommy ini. Dia berdoa sebelum waktu rutin dimulai. Lalu dengan semangat mengerjakan ‘tugas-tugas’nya. Saya melihat perkembangan yang sangat berarti buat saya. Dia mulai membaca, juga sekarang sudah bisa menulis namanya sendiri. Siapa yang mengajar? Mama. Ternyata selain mewarnai dan menyanyi (yg saya lebih PeDe ngajarnya) saya bisa mengajar Joel baca, bisa mengajar Joel menulis. Bukan apa yang dia capai yang terpenting, tapi perkembangannya itu yang menambah ke-PeDe-an saya. Whoa, now I know what a mom can do :d. Dengan confident saya bisa bilang, home is the place to nurture this young mind.

Comments

Comment from Jane
Time: December 11, 2007, 2:53 pm

hi mommy,

mau dong sharenya mengenai how to start home schooling? karena saya punya masalah yang sama dengan anda dimana sekarang mahal sekali untuk memasukan anak ke playgroup. rutinitas sekarang yang dilakukan seperti apa saja ya?

ditunggu sharenya ya..

Comment from caroline
Time: May 11, 2008, 6:32 pm

hi Joel’s mom, salam kenal ya…secara tidak sengaja, saya menemukan web ini…sungguh sangat hebat usaha mommy & sangat informatif. Tq

Write a comment





Powered by WP Hashcash