Joel's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

Hubungan Antara Membaca dan Menulis

tulisantangan

Membaca dan menulis ternyata memang sangat berkaitan erat. Saya buktikan teori ini pada Joel. Dari bayi kami sudah perkenalkan dia dengan buku. Lalu, saat dia sudah menguasai alfabet, saya mulai masuk dengan phonic – belajar baca lewat bunyi huruf.

Setelah bisa membaca (atau mengenali) beberapa kata, dia mulai ingin menirukannya lewat tulisan. Yang paling pertama saya ajari adalah mengenali namanya sendiri: Joel. Kemudian, papa, mama, opa, oma, pokoknya yang gampang-gampang. Lalu masuk ke nama-nama kesukaannya yaitu nama dan merk mobil, ia belajar menulis Toyota, Nissan, dll. Sedikit tips, untuk membuat anak lebih pede, dia bisa diajarkan ‘menulis’ di komputer. Ketika dia bisa memunculkan kata itu di layar komputer, tentu si anak akan merasa bangga, dan jadi lebih pede lagi.

Hanya butuh waktu beberapa hari saja, Joel bisa menulis namanya sendiri. Atas inisiatifnya sendiri. Huruf ‘e’-nya masih jauh dari sempurna, tapi tentunya usaha ini harus kita hargai, apalagi atas inisiatif sendiri. Lalu saya melatihnya untuk huruf e, kini dia bisa menulis namanya dengan baik dan cukup rapi.

Setelah mulai menulis, saya temukan terjadi peningkatan yang luar biasa dalam kemampuan membacanya. Kalau menurut teori yang saya baca, menulis membantu otak si kecil untuk encoding-decoding tulisan. Joel bahkan hari-hari ini tergila-gila menulis. Lalu apakah akan saya cegah? Tentu tidak, dia bebas menulis kapan saja di mana saja, asal di kertas. Jangan lupa melatih anak bertanya dulu, apakah kertas itu boleh dia pakai. Joel kami latih dari usia dini untuk tidak mencoreti benda selain kertas. Batasan ini sangat membantu kami ketika anak mulai senang menulis.

Sekali lagi saya ingatkan, jangan pernah memaksa anak. Jangan berambisi menjadikan anak kita anak ‘jenius’ yang bisa apa-apa lebih dulu dibanding teman seusianya. Ketika dewasa, kehebatan ini tidak akan berarti apa-apa. :)

Comments

Comment from henny
Time: February 29, 2008, 6:40 am

Yes, agree 100% !

Comment from riza
Time: May 16, 2008, 9:39 pm

Asyyik juga ya ternyata mengajar anak membaca dan menulis sekaligus. Usia berapa mulai diajarkan cara membaca dan menulis?

Comment from utari
Time: July 10, 2008, 8:11 pm

great writing … aku juga punya 3 yo son. dia sudah bisa membaca kata sederhana, mengenal n hafal angka 1-20 baik indonesia/english, aku kenalin simple word in english juga.
tapi dia paling susah kalo disuruh menulis …
dia udah bisa nulis di komputer, udah bisa pake mouse, tapi ya itu, kalo disuruh pegang pensil susah bener .
mungkin ada tips yang bisa anda bagi buat saya … thx

Comment from admin
Time: July 11, 2008, 8:55 am

sebelum belajar menulis sebaiknya dilatih motorik halusnya.
Misal: main lilin mainan (play-dough/clay/malam), kupas kulit telur puyuh, jumput2 beras/kacang ijo.
Ada tips bagus di kurikulum yang saya pake sekarang (saya tidak selalu mempraktekkannya) – tactile activities, yaitu mengajak anak menulis di atas garam/pasir dengan jarinya. Sentuhan garam/pasir yang agak kasar ke jari2nya akan merangsang sensorinya. Saya sempat mengajak Joel menulis2 di atas garam yang saya taruh di sebuah kotak makan. Murah meriah :)
Atau, bisa juga mulai dilatih menggunting.
Atau, Utari bisa coba-coba google: tactile writing atau pre-writing activity
misal: http://learningdisabilities.about.com/od/instructionalmaterials/ht/tactiletray.htm

semoga membantu

Write a comment