Creative With Joel #1
Kau sangat ingin ke rumah temanmu Evan. Tapi.. mamamu memberi syarat, kau hanya boleh pergi ke sana jika kau sebut nama temanmu itu. Kau tidak suka dengan syarat itu, karena menurutmu buat apa harus menyebut nama orang yang Mama kan udah tahu? Konyol sekali.
Coba rayu mamamu, “Itu lho Ma, yang rumahnya di depan.”
Tapi ternyata tidak mempan. Mama tetap meminta kau sebut namanya.
Kau mencoba menangis, mencoba lompat-lompat sambil jerit-jerit, siapa tahu Mama berubah pikiran. Tapi ternyata usahamu sia-sia.

Sekejap kemudian, kau mendapat ide waktu matamu melihat gambar gurita di dinding, yang kaubuat bersama mamamu beberapa hari lalu.
“Ma.. ini.”
“Apa?”
“Ini e-nya diganti a. Joel mau ke sana.”
“Apa sih?”
Duh.. heran ya, kenapa sih orangtua itu suka ga mengerti. Kau harus memastikan bahwa mamamu benar-benar melihat apa yang sedang berusaha kaulakukan. Tunjuk dengan jelas, kalau perlu lakukan dengan heboh, supaya mamamu benar-benar melihat.
“Ini, Ma. Even-nya, e-nya diganti a.”
Jika masih tidak mempan, seperti dalam kasusku. :(( Mama masih tidak mau mengalah, lebih baik kau yang mengalah. Tapi supaya tidak terlalu malu, gunakan taktik ini..
“Mama bilang E..”
“E..”
“Van!”
Kalau taktik ini tidak berhasil juga… lebih baik kau mengalah. Hehe.
Posted: August 22nd, 2008 under Uncategorized.
Comments: 2




Besoknya… lho, kok sekarang es batu kura-kura ini tidak berubah bentuknya mengikuti wadah ya? Hmm.. ternyata dia sudah berubah bentuk, menjadi benda padat. Saya jelaskan pada Joel, suhu yang dingin membuat air menjadi es. Seperti di negara subtropis yang hujannya kadang turun dalam bentuk salju.



