Water II
Kemarin, air yang Joel masukkan ke dalam cetakan agar-agar, kami masukkan ke dalam freezer.
Besoknya… lho, kok sekarang es batu kura-kura ini tidak berubah bentuknya mengikuti wadah ya? Hmm.. ternyata dia sudah berubah bentuk, menjadi benda padat. Saya jelaskan pada Joel, suhu yang dingin membuat air menjadi es. Seperti di negara subtropis yang hujannya kadang turun dalam bentuk salju.
Hebatnya, air yang sudah menjadi benda padat itu bisa jadi cair lagi. Untuk ini, kami melakukan dua percobaan. Setelah itu, kami melakukan observasi, mana yang lebih dulu mencair. Es batu#1 hanya butuh waktu tidak sampai 45 menit untuk mencair total. Sementara es batu#2?

Setelah 8 jam, es batu#2 belum juga mencair seluruhnya. Akhirnya, sekitar satu setengah jam kemudian, cair juga. Benda padat kembali menjadi benda cair. Lagi-lagi suhu (yang lebih panas) yang membuat es batu mencair.
Air juga bisa menjadi benda gas. Saya mengajak Joel menangkap air. Caranya, saya memanaskan air di atas kompor. Joel melihat ada ‘benda’ yang mengepul. Beberapa senti di atas panci saya pegang gelas bening dengan mulut menghadap panci. Tak lama gelas menjadi butek. Itulah air yang berubah menjadi gas.. tapi lalu mencair lagi
. Panci mulai kering, ke mana air tadi? Sudah berubah menjadi benda gas: uap air.
Beberapa percobaan juga kami lakukan dengan air. Setelah diaduk-aduk oleh Joel, gula dan garam ‘hilang’ karena larut dalam air. Sementara minyak diaduk berkali-kali tidak mau larut juga.. maunya naik terus. Joel jadi ingin coba dengan kecap. Jadi air kecap deh
.
Referensi kegiatan dengan air:
http://pbskids.org/zoom/activities/sci/
Posted: August 15th, 2008 under Kindergarten.
Tags: MFW, science |Comments: none


Write a comment