Joel's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

Archive for January, 2009

Ulah Joel

Siang itu Papa menyalakan komputer dan berseru, “Lho.. passwordnya ganti ya?!”

Mama: “Mmmm.. Enggak kok?”

Papa mencoba lagi dan ditolak oleh komputer. Tentu saja kami punya tersangka, siapa lagi kalo bukan Joel The Boy.

Papa: “Joel ganti passwordnya?”
Joel: “Enggak kok…. (lalu menjelaskan apa yang telah terjadi).”

Jadi begini.. (ehm..) Joel itu hobi sekali mengganti-ganti image user — btw, cara menggantinya dia temukan sendiri, biasanya sih dia pilih salah satu dari yang sudah disediakan oleh WindowsXP. Nah, baru-baru ini dia menemukan bahwa bukan hanya foto/image yang bisa diganti, textnya juga bisa diganti. Maka… Administrator pun berubah lah jadi viani dan hebatnya.. dia bisa mengganti image yang biasanya gambar anjing, basebal menjadi foto dirinya — pasti pake fasilitas browse. Karena sekarang sudah berubah menjadi viani, otomatis urutan usernya turun ke bawah user lain yang urutan abjadnya duluan. Lihat deh gambar di bawah ini.

viani-joel

Dasar Joel.. :) ulahnya emang macem-macem. Sayangnya dia meninggalkan jejak.. yaitu foto dirinya waktu masih imut-imut. Terus nama Viani itu ga jelas juga apa maksudnya, dia bilang ya Viani aja.. gitu.

Btw.. rasanya komputer itu memang self-taught ya. Ga kebayang lho, anak usia 4 1/2 tahun bisa melakukan hal di atas. Dulu dia sudah bikin kami surprise dengan login sendiri, konek internet sendiri, ganti image sendiri dan ini yang terbaru. Hehehehe…

Our HS’ First Anniversary

Dah setahun kami berhomeschool.

Saya ingin mengenang sedikit. Setelah maju mundur berkali-kali, akhirnya saya kasih kesempatan juga untuk pilihan pendidikan yang bergenre alternatif ini. Kalau tidak pernah mencoba ya tidak tahu kan?

Setelah melalui proses screening, baca review sana-sini, akhirnya saya menjatuhkan pilihan sebuah kurikulum taman kanak-kanak My Father’s World Kindergarten, yang sepertinya pas dengan kepribadian keluarga kami. Untuk pendidikan usia dini, sebenarnya kurikulum ready-made seperti ini tidak 100% dibutuhkan, tapi sebagai pemula rasanya lebih percaya diri jika ada tuntunan. (sebelumnya saya menggunakan bahan dari sana-sini untuk bahan prasekolahnya)

Ok, kurikulum sudah di tangan, maka Januari 2008 kami memulai sebuah awal dari rangkaian panjang petualangan belajar kami.

Seru. Menyenangkan, terutama buat saya. Rasanya mendapat energi untuk menjalani hidup saya sebagai seorang stay at home mom. Rasanya tidak sia-sia memutuskan resign dari kantor setahun lalu. Sepertinya saya belajar lebih banyak ketimbang Joel.

Tapi… perjalanan ini juga penuh dengan ujian kesabaran :) Hidup bersama seorang balita (dan ditambah seorang bayi sekarang)… 24 jam sehari, 7 hari seminggu… tentu membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang ruarr biasa. Saya sendiri menyadari perubahan yang terjadi pada saya dalam setahun belakangan ini. Banyak hal yang ‘bukan gua banget’ sekarang menjadi ‘gua banget’. Anak-anak telah mengajari saya menjadi ibu yang lebih sabar, lebih trampil, lebih fleksibel, lebih banyak pengetahuan, dll.

Dalam satu tahun ini, saya mendapat reward yang sangat besar. Bukan sekedar membuat Joel melek aksara atau bisa menulis dengan baik, atau bisa menggunakan komputer… tapi lebih dari itu, kebanggaan saya, dia suka membaca, dia tau menggunakan komputer untuk hal yang tepat. Satu lagi pada usia menjelang 5 tahun ini, dia terlihat semakin mudah mengaplikasikan kebebasan dengan batasan-batasan yang saya berikan. Dia tahu kapan dia harus berhenti nonton acara televisi kesukaannya, dia tahu kapan harus mematikan komputer tanpa harus diingatkan lagi — cukup lihat jam dinding, yang kemampuan baca jam-nya juga dia pelajari dari kami.

But, he’s no 100% angel. Surely he is a real boy. Dia juga sering bertingkah, sama dengan anak-anak pada umumnya. Tapi saya bahagia karena saya mengikuti secara dekat setiap proses yang dia alami, saya bisa jadi coach buatnya dalam menghadapi tantangan yang dia hadapi. setiap kekesalannya, kemarahannya, kerewelannya juga mendewasakan saya sebagai orangtua yang juga terus belajar menjadi orangtua yang baik.

Homeschooling memang begitu sederhana dan terintegrasi dengan keseharian kami. tidak ada hal yang terlalu besar, tapi juga tidak ada hal yang terlalu kecil, semuanya terjadi tanpa perlu dibuat-buat.

Akhirnya, saya ingin memberi semangat untuk setiap keluarga pelaku homeschooling… keep up the good work!

Kepompong

Tahun baru 2009 Joel dapat hadiah istimewa.

Hari Minggu pertama di tahun ini, 4 Januari 2009, seekor ulat bulu kecil warna abu-abu dan putih masuk ke dalam rumah. Dengan semangat ’45, Mama menggiring si ulat masuk ke dalam sebuah gelas plastik bening. Habis itu, karena tidak tahu daun mana yang disukai oleh si ulat, Mama memetik daun-daun dari tanaman di depan rumah, masing-masing satu helai. :D
note: biasanya di pohon mana ulat bulu ditemukan, berarti itulah daun kesukaannya.

Setelah itu, Mama menutup gelas dengan plastik transparan yang dilubangi, supaya ada udara masuk. Tak lupa Mama ‘memandikan’ gelas tersebut dengan sinar matahari pagi yang hangat. Ini hanya insting, siapa tahu ulat merindukan kehangatan matahari bukan? :p *asumsi*

Lalu kami meninggalkan ulat tersebut di tempat yang cukup hangat, dan berangkat untuk ibadah Minggu.

Saat kembali ke rumah sorenya… kami menemukan ulat tersebut sudah tidak ada! Hilangkah dia? Bagaimana caranya? Waduh! Soalnya kami pernah gagal dengan ulat brokoli yang raib entah ke mana.

Setelah diteliti lebih seksama, ternyata ada benda baru berwarna coklat. Ulat sudah berubah menjadi kepompong! Cepat sekali… Dan, dia menanggalkan kulitnya, lho. Dari bentuk kepompongnya, saya duga ini akan menjadi ngengat bukan kupu-kupu.

Beberapa hari berlalu… tidak ada perubahan. Papa udah komen, “Mati kayaknya.” Tapi Joel yang sudah membaca buku The Very Hungry Caterpillar dengan yakin berkata, “Engga kok, Pa. Kan seminggu lebih. Lama!”

Ok.. kami tunggu. Seminggu berlalu, kepompong itu tidak ada perubahan sedikit pun. Mulai ga yakin. Joel sih tenang-tenang saja. :) kepompong

Rabu malam, 14 Januari 2009, hujan deras di luar, Mama iseng-iseng melongok ‘sarang’ kepompong. Lho.. Kejutan. Ada sebuah kehidupan di sana. Mahluk kecil bersayap yang tampak bingung. :)

“Joel! Sini lihat, kepompongnya dah berubah jadi kupu-kupu nih.”

Joel langsung ribut menyuruh saya melepaskan si kupu-kupu (baca: ngengat) supaya dia bisa terbang. Tapi dia tidak mau terbang. Rupanya dia bingung sekali. Mungkin memang harusnya kepompong itu tergantung pada sebatang pohon ya, jadi begitu dia menjadi makhluk bersayap, mau tidak mau dia akan mengepakkan sayapnya supaya tidak terjatuh? Mungkin…

ngengatIni dia ngengatnya.

Akhirnya kami biarkan ngengat itu di luar, dia kan harus meneruskan hidupnya, masuk ke dalam dunia nyata perngengatan.. hehehehe.

Besok pagi waktu dicek, ngengat sudah tidak ada, tinggal daunnya saja. Semoga dia akhirnya benar-benar bisa terbang sendiri. Semoga..

Joel & Pete

Ceritanya:
Suatu hari, di awal tahun 2008, Joel (duduk setengah berbaring sambil baca majalah kesukaannya) bertanya pada saya, “Ma, pete itu apa?”

Saya yang lagi masak menjawab sambil heran, kan Joel dah tau pete itu apa, “Pete itu nama sayuran. Kesukaannya si embak.”

Saya pribadi menyukai efek yang dihasilkan pete pada makanan, tapi saya tidak suka si petenya sendiri.

Lalu.. beberapa menit kemudia Joel nyeletuk lagi, “Ada lho orang yang namanya Pete.”

Oh? Kok Joel bisa tau Pete ya? Langsung terbayang wajah bulat nan lucu milik alm. Pete yang bapaknya alm. Basuki yang sama-sama pelawak itu.

“Iya, Joel. Ada orang yang namanya Pete,” jawab saya sambil meneruskan memotong sayur.

“Ini lho, Ma. Di Auto*** (nama majalahnya) ada penulis Pete Gibson.” note: dibaca secara bahasa Indonesia ya….

Oh? Sekian detik saya tersadar dan…. ngakak.

“Joel… itu kan bahasa Inggris, nama orang. Bacanya Pete Gibson (Pit Gibsen).”

Kejadian ini membuat saya sadar, bahwa dalam beberapa kasus, Joel belum bisa membedakan antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Beberapa kata dengan mudah dia kenali, tetapi kata yang sama penulisannya dalam dua bahasa ini — walau artinya bisa sangat berbeda.

Ini jadi pe-er tersendiri buat saya untuk membuatnya lebih aware. Tetapi sejak kejadian itu sepertinya dia jadi lebih punya insting.. paling tidak dia berhati-hati dan bertanya dulu, ini bacanya apa. Hehehe.

Keterangan:
Joel adalah fans berat majalah otomotif terbitan Kelompok Kompas Gramedia. Kami menyediakan tempat khusus untuk menyimpan majalah tersebut agar mudah dia akses. Terus terang, banyak di antara majalah2 tersebut yang lecek selecek2nya. Bukan sengaja dirusak, tetapi memang karena sering dibaca, dibawa ke sana sini, dibanding-bandingkan, dll.