Joel's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

Our HS’ First Anniversary

Dah setahun kami berhomeschool.

Saya ingin mengenang sedikit. Setelah maju mundur berkali-kali, akhirnya saya kasih kesempatan juga untuk pilihan pendidikan yang bergenre alternatif ini. Kalau tidak pernah mencoba ya tidak tahu kan?

Setelah melalui proses screening, baca review sana-sini, akhirnya saya menjatuhkan pilihan sebuah kurikulum taman kanak-kanak My Father’s World Kindergarten, yang sepertinya pas dengan kepribadian keluarga kami. Untuk pendidikan usia dini, sebenarnya kurikulum ready-made seperti ini tidak 100% dibutuhkan, tapi sebagai pemula rasanya lebih percaya diri jika ada tuntunan. (sebelumnya saya menggunakan bahan dari sana-sini untuk bahan prasekolahnya)

Ok, kurikulum sudah di tangan, maka Januari 2008 kami memulai sebuah awal dari rangkaian panjang petualangan belajar kami.

Seru. Menyenangkan, terutama buat saya. Rasanya mendapat energi untuk menjalani hidup saya sebagai seorang stay at home mom. Rasanya tidak sia-sia memutuskan resign dari kantor setahun lalu. Sepertinya saya belajar lebih banyak ketimbang Joel.

Tapi… perjalanan ini juga penuh dengan ujian kesabaran :) Hidup bersama seorang balita (dan ditambah seorang bayi sekarang)… 24 jam sehari, 7 hari seminggu… tentu membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang ruarr biasa. Saya sendiri menyadari perubahan yang terjadi pada saya dalam setahun belakangan ini. Banyak hal yang ‘bukan gua banget’ sekarang menjadi ‘gua banget’. Anak-anak telah mengajari saya menjadi ibu yang lebih sabar, lebih trampil, lebih fleksibel, lebih banyak pengetahuan, dll.

Dalam satu tahun ini, saya mendapat reward yang sangat besar. Bukan sekedar membuat Joel melek aksara atau bisa menulis dengan baik, atau bisa menggunakan komputer… tapi lebih dari itu, kebanggaan saya, dia suka membaca, dia tau menggunakan komputer untuk hal yang tepat. Satu lagi pada usia menjelang 5 tahun ini, dia terlihat semakin mudah mengaplikasikan kebebasan dengan batasan-batasan yang saya berikan. Dia tahu kapan dia harus berhenti nonton acara televisi kesukaannya, dia tahu kapan harus mematikan komputer tanpa harus diingatkan lagi — cukup lihat jam dinding, yang kemampuan baca jam-nya juga dia pelajari dari kami.

But, he’s no 100% angel. Surely he is a real boy. Dia juga sering bertingkah, sama dengan anak-anak pada umumnya. Tapi saya bahagia karena saya mengikuti secara dekat setiap proses yang dia alami, saya bisa jadi coach buatnya dalam menghadapi tantangan yang dia hadapi. setiap kekesalannya, kemarahannya, kerewelannya juga mendewasakan saya sebagai orangtua yang juga terus belajar menjadi orangtua yang baik.

Homeschooling memang begitu sederhana dan terintegrasi dengan keseharian kami. tidak ada hal yang terlalu besar, tapi juga tidak ada hal yang terlalu kecil, semuanya terjadi tanpa perlu dibuat-buat.

Akhirnya, saya ingin memberi semangat untuk setiap keluarga pelaku homeschooling… keep up the good work!

Write a comment





Spam protection by WP Captcha-Free