Mengelola Cafe, Matematika Dalam Keseharian
Applied Math membuat matematika menjadi hidup.
Joel akan mengelola sendiri cafe-nya yang diberi nama Sunshine Noodle Cafe. Dia akan mengambil peran sebagai pelayan dan kasir. Sementara Mama akan menjadi koki, dan Papa mendapat kehormatan menjadi tamu. Jelas dong, pahlawan keluarga kami harus mendapat servis terbaik
Sore sebelum Papa pulang kerja, Joel dibantu Mama membuat daftar menu. Menunya hanya dua: mie goreng atau mie rebus, dengan pilihan rasa pedas atau pedas sedang. Waktu membuat menu, jangan lupakan daftar minuman ya.
Inilah yang kami lakukan. Begitu ‘sang tamu’ datang, jam 9 malam baru nyampe rumah
, waiter kecil menyodorkan daftar menu. Tidak lupa dia menanyakan tingkat kepedasan yang diinginkan, coret yang tidak perlu. Setelah itu waiter menyampaikan pesanan ke dapur. Maka koki pun memasakkan makanan yang dipesan – Papa memesan mie kuah malam itu. Kemudian waiter mengantar masakan – hati-hati ya.. mienya panas.
Setelah itu, Joel membuat nota yang sudah disiapkan sebelumnya. Dia harus menulisnya sendiri, dan harus menjumlahkannya sendiri.
Wah, ternyata totalnya empat ribu rupiah! Sedangkan tamunya tidak punya uang pas, punyanya lima ribu rupiah. Berapa yang harus kamu kembalikan, Joel?
Waiter kecil berpikir sejenak. Seribu, katanya agak ragu. Betul, kata Papa. Maka Joel pun memberikan kembaliannya pada Papa. He can keep the money he earnt that day. Good job, Joel!
Terasa menyenangkan sekali malam itu melihat antusiasme Joel. Bahkan dia melarang keras waktu Papanya mau menaruh piring kotor ke tempat cuci piring. “Joel aja!” sergahnya.
Wah.. tidak hanya belajar matematika, malam itu Joel juga belajar melayani orang lain, dalam hal ini adalah Papanya sendiri.
Posted: May 22nd, 2009 under First Grade.
Comments: none


Anak yang dididik di rumah, atau homeschooler, atau home-ed child, atau apa pun sebutannya, juga punya kesempatan untuk berolahraga tanpa harus dipaksa.