Hikmat Hari Ini
Kami sudah di hari ke-18 bersama kurikulum kelas 1 MFW.
Awalnya berjalan tersendat karena Mama harus adaptasi dengan manual pengajar yang agak berbeda dengan versi kindergarten-nya.
Jika yang TK dulu lebih enak ditampilkan dalam bentuk grid (tabel), yang kelas 1 ini lebih enak dibaca apa adanya, day by day gitu. Padahal dulu Mama sudah heboh merangkum manual dalam bentuk tabel untuk 2 minggu pertama… huuhh.. kerja sia-sia. Esensinya ga dapet kalo dibaca dalam bentuk tabel.
Setiap minggu kami diberi satu ayat hafalan untuk didiskusikan. Amsal adalah kitab pertama yang diperkenalkan. Saat ini Joel sudah punya tiga ayat hafalan, yang dia bisa ingat dengan baik.
Hari ini kami menghafal ayat baru, Amsal 21:23 –> Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara dirinya dari pada kesukaran.
Kami lalu mendiskusikan ayat ini. Saya berusaha mengecek apa yang Joel mengerti dari ayat ini. Kata memelihara ini tentunya bisa membingungkan anak-anak seusia dia. Untungnya dalam bahasa Inggrisnya ayat ini berbunyi: “He who guards his mouth and tongue, keeps himself from calamities.”
Kata guards lebih mudah diterangkan. Saya jelaskan bagaimana nightguard menjaga kompleks perumahan supaya tidak dimasuki pencuri, bagaimana lifeguard menjaga keselamatan pengunjung pantai. Seperti itulah kita harus menjaga mulut/lidah –> perkataan kita.
“Jadi, Joel harus mengucapkan perkataan-perkataan yang baik. Kalau lihat teman jatuh, jangan malah diketawain, tapi ditolong. Kalau menurut kamu hasil gambar temanmu jelek, diam aja, ga usah dikomentari. Jangan bilang: Ih, jelek banget.”
Joel: “Waktu itu si A pernah bilang gambar Joel jelek.”
Ehm. What to say ni..
Mama: “Biarin aja. Buat Mama kalau kamu sudah lakukan dengan usahamu yang terbaik, berarti gambarmu bagus. Tapi kalau tidak mau usaha, malas-malasan, tidak sungguh-sungguh, ya jelek deh jadinya.”
Joel: “Joel udah usaha.”
Mama: “Ya, berarti itu bagus, karena sudah kamu lakukan sungguh-sungguh.”
Oohh.. I can say that I saw a beam in his eyes. Joel ini punya kecenderungan perfeksionis. Dia takut salah, takut gagal. Dia juga mudah frustasi kalau tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar. Main game pun, jika dia tidak yakin dia bisa melakukannya, dia akan menyuruh saya atau Papanya untuk meneruskannya.
Phew… I love this part of our learning life, berdiskusi. Saya jadi tahu apa yang dia alami dan rasakan karena saya tidak selalu bisa bersamanya. Hubungan anak-ortu sering bermasalah karena tidak lagi ada yang bisa dibicarakan, tidak lagi bisa diskusi dari hati ke hati.
Saya sungguh-sungguh ingin Joel punya karakter yang baik. Untuk ayat minggu ini, saya percaya anak-anak perlu belajar dari kecil untuk tidak sembarangan bicara. Banyak orang dewasa yang masuk dalam masalah karena asal ngomong. Perkataan kita harus memberkati orang lain. Jika ingin mengkritik seseorang, kritiklah tanpa menjatuhkannya.
Sorenya, suatu keajaiban terjadi, Joel sudah mau naik sepeda sendiri tanpa saya temani. Biasanya dia akan memaksa-maksa. Entah kenapa. Mungkin dia merasa lebih percaya diri sekarang?
Love you, little boy.
Posted: July 13th, 2009 under First Grade.
Tags: bible, the school |Comments: 2


Write a comment