Joel's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

Sensitivity

Kami sedang berada di area parkir bawah tanah Mal Serpong, ketika Joel bertanya,
“Basement itu bawah tanah, ya.”
“Ya,” jawab saya.
“Terus binatang-binatangnya ke mana kalau bawah tanahnya buat parkir?”

Good question, Joel! Terus terang, saya tidak pernah kepikiran hal semacam ini.

“Binatang-binatangnya pindah, Joel,” jawab saya. Ketika dia bertanya lagi pindah ke mana, Papanya menjawab, “Pindah ke tempat lain, ke bawah tanah juga.”

Pertanyaan ini menyentuh saya.

Sebelum ini dia pernah bertanya, apakah daging yang dia makan binatangnya itu dibunuh. Akhir-akhir ini dia juga hampir selalu memastikan apakah daging yang ada di piringnya itu, binatangnya sudah mati.

Tentu, saya harus pintar menjelaskannya padanya. “Memang ada binatang yang dipelihara untuk diambil dagingnya. Ada juga yang diambil susunya, ada juga yang diambil telurnya, bulunya, dst. Ada juga binatang peliharaan (pet) yang dipelihara untuk dijadikan teman bermain atau untuk jaga rumah, dst.”

Saya bukan vegan, walaupun tidak terlalu menyukai daging merah (read meat, daging dari binatang berkaki 4), namun saya ajarkan padanya untuk menghargai semua ciptaan Tuhan. Bahwa semua yang Tuhan ciptakan itu ada tujuannya, ada gunanya. Bahwa Tuhan sudah tetapkan binatang A akan menjadi makanan binatang B, tumbuhan akan jadi makanan binatang C, dan semuanya harus seimbang. Jika keseimbangan terganggu, hal yang buruk akan terjadi.

Contoh:
“Nyamuk buat apa sih, Ma?” tanyanya sambil menggaruk-garuk kakinya yang penuh dengan gigitan nyamuk.
“Nyamuk itu kan makanan cicak, kodok. Kalau tidak ada nyamuk, cicak dan kodok makanannya jadi berkurang, deh.”

Juga keheranannya tentang tumbuhan,
“Memangnya tumbuhan itu makhluk hidup?”
“Iya dong. Makhluk hidup itu artinya dia bisa bernafas, bisa besar, tumbuh seperti kamu tambah hari tambah besar.”
“Ow. Joel baru tau. Kirain semua yang ga ada mata, hidung, itu bukan makhluk hidup.”
“Lho, kerang kan juga ga punya mata, tapi dia makhluk hidup.”
“Oh, iya ya!”

Kepekaan bisa diajarkan sejak dini pada anak. Kepekaan bahwa dirinya adalah salah satu makhluk hidup yang diciptakan Tuhan untuk hidup berdampingan dengan makhluk lain, belajar menghargai binatang, juga tumbuhan. Peka bahwa dia sebagai makhluk Allah punya peran menjaga keseimbangan, sekecil apa pun peranannya.

Beberapa hal kecil yang bisa dilakukan tangan-tangan kecil ini:
- Tidak mengasari binatang dan tanaman. –> mereka juga mahkluk hidup, teman dan saudara juga tidak boleh dikasari ya… :)
- Membuang sampah pada tempatnya. —> sungai yang dipenuhi sampah membuat air tidak mengalir lancar, banjir bisa terjadi.
- Menggunakan listrik seperlunya. –> pemanasan global bisa mengakibatkan es di kutub mencair, beruang kutub dan penguin bisa kehilangan tempat tinggal.

Hal kecil tapi pasti punya dampak besar buat mereka kelak.

Seperti pertanyaan Joel kemarin, setelah puas menggilas rumput taman seberang rumah dengan roda sepedanya, “Rumput kalo diinjak-injak bisa mati ya, Ma?”

Write a comment





Spam protection by WP Captcha-Free