Joel's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

Curriculum Review: Math U See

Website: http://www.mathusee.com/

Ini adalah tahun kedua kami dengan Math U See. Dimulai dari level Primer, saat ini Joel sudah berada di lesson 16 level Alpha. Setiap level ada 30 pelajaran.

Math U See (MUS) adalah sebuah kurikulum matematika yang menggunakan pendekatan mastery. Sebelum sebuah topik dikuasai, pelajaran akan terus berkutat di situ. Beda dengan spiral approach yang memperkenalkan sebuah topik kemudian lanjut ke topik berikut dan nanti topik yang sudah diperkenalkan tadi akan dibahas lebih lanjut dalam pelajaran-pelajaran mendatang.

MUS, Math U See, matematika yang bisa kaulihat, mengajak anak melihat melalui balok-balok peraga bagaimana apa yang terjadi saat sebuah operasi matematika dilakukan.

Tingkatan-tingakatan dalam MUS: Primer – Alpha – Beta – Gamma- Delta, dst. Sesuai spirit homeschooling, MUS tidak membuat tingkatannya berdasarkan usia/kelas berapa, karena tiap anak punya kemampuan sendiri-sendiri.

Mengapa saya tertarik dengan MUS?
MUS menekankan pentingnya memahami konsep. Saya ingin anak saya memahami, tidak sekedar menghafal hitungan.

Sebagai contoh, murid-murid seringkali diajar untuk menghafal penjumlahan ini 1+1=2. Tapi dari mana angka 2 itu berasal tidak selalu dipahami oleh mereka.

Juga jika diberikan soal cerita, anak sering kebingungan apa yang harus dia lakukan dengan informasi-informasi yang ada. Dengan dipahaminya sebuah konsep matematika oleh anak, dia akan dengan mudah memutuskan langkah apa yang harus dia ambil.

Selain itu, MUS adalah kurikulum yang dibuat oleh seorang ayah yang juga meng-homeschool-kan anak-anaknya. Steve Demme adalah mantan guru matematika yang berpengalaman mengajar anak-anak dari berbagai usia. Anak Steve yang paling kecil adalah penderita Down Syndrome, sebab itu Steve berani mengatakan bahwa MUS cukup efektif digunakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus.

Manipulatives
Terdiri dari 80-piece balok warna-warni. Setiap warna mewakili suatu angka tertentu. Seratus diwaikili balok besar merah yang terdiri dari 100 unit balok kecil. Balok langsing panjang warna biru adalah puluhan yang terdiri dari 10 unit balok kecil. Sementara itu untuk angka 1-9 punya warna masing-masing. Jelasnya lihat di sini: http://www.mathusee.com/manipulatives.html

Saat sudah familiar dengan balok warna, Joel bisa melihat bahwa balok kuning (3) jika digabungkan dengan balok ungu (5) hasilnya sama panjang dengan balok coklat (8). Dengan memahami ini, anak tentu juga akan paham bahwa 5+3 sama dengan 3+5, komposisinya sama, hanya beda letak saja.

Teacher Pack
Terdiri dari Teacher Manual (TM) dan DVD. DVD ini sangaaat membantu jika saya sedang tidak punya ide bagaimana membuat Joel memahami maksud saya. :)

Sebagai contoh adalah topik membaca jam. Kesulitan yang sering dialami biasanya membaca jarum penunjuk jam yang posisinya tidak tepat menunjuk angkanya. Misal: pk 09.40, pada waktu ini, jarum jam sudah bergeser banyak dari angka 9 tetapi belum pas menunjuk angka 10. Steve memberi perumpamaan yang rasanya akan sangat dipahami oleh semua anak di dunia.

“Joel ingat ga waktu mau ulang tahun ke-5? Berapa usiamu waktu itu? Tentu masih 4. Waktu tanggal 29 April malam(Joel lahir tanggal 30 April) berapa umurmu? Sudah 5 tahun blom? Masih 4 kan? Nah, sama, jam juga seperti itu. Sebelum jarum menit menunjuk angka 12, jamnya masih sama,” kira-kira seperti itu.

Juga cara Mr. Demme menjelaskan tentang penempatan nilai (place value). Mr. Demme menganalogikan bahwa angka-angka itu tinggal di sebuah jalan yang bernama Jalan Desimal, dan tiap angka sesuai dengan nilainya tinggal di rumah masing-masing. Rumah di ujung paling kiri adalah rumah unit (satuan), di sebelahnya persis adalah rumah tens (puluhan) dan selanjutnya. Tiap angka sesuai nilainya hanya boleh menempati rumahnya sendiri.

Tanpa TM, workbook hanyalah sekumpulan soal-soal yang membosankan. Sesungguhnya, workbook hanya ‘alat’ untuk melihat apakah anak sudah mengerti apa yang kita jelaskan.

Student Kit
Student Kit terdiri dari 1 workbook dan 1 test booklet.

Ada 30 pelajaran (lesson) dalam tiap tingkatan. Anak diharuskan mengerjakan soal-soal yang ada di dalam workbook. Tidak semua harus dikerjakan, kita bahkan boleh saja skip soal-soal yang ada jika yakin anak sudah mengerti. Di akhir lesson ada systematic review yang berisi soal-soal pelajaran yang sedang dipelajari dan pelajaran yang lalu. Mulai level Alpha ke atas, ketambahan satu bahan test lagi yang disebut Test Booklet (1 lembar per lesson).

Sejauh ini saya cukup puas dengan hasil yang sudah Joel capai. Saya senang dia tahu beberapa cara menjumlahkan. Misalnya untuk soal penjumlahan 8+7, Joel akan menjumlahkan dengan cara yang paling mudah menurutnya.

Yang MUS ajarkan:

  1. Bisa dengan mengambil 2 dari angka 7 — karena 8 ingin sekali menjadi 10– sehingga menjadi 10+5 = 15
  2. Sebaliknya bisa juga 7 yang mengambil 3 dari 8 — karena 7 juga ingin jadi 10 — sehingga tersisi 5+10 = 15. 7 mengambil 3 ini tidak diajarkan khusus, tapi Joel mendapat sendiri logika ini.
  3. Atau bisa juga karena Joel ingat 8+8 = 16, sementara 7 itu kurangnya 1 dari 8, berarti tinggal dikurangi 1 saja — 16-1 = 15

Hal-hal seperti inilah yang membuat saya menyukai MUS, anak jadi berlogika, bukan menghafal, walaupun menghafal juga adalah hal yang dianjurkan oleh MUS.

Selain menggunakan workbook, pengajar juga sangat dianjurkan mengajak anak bermain math game yang termuat juga dalam TM, seperti bermain domino, membangun tembok dari balok-balok, main perang angka, dsbg.

Yang tidak saya sukai
Baik TM, workbook, test book, semuanya hitam putih. :) Jadi kadang terasa membosankan. Jika pernah menggunakan kurikulum matematika yang lain yang penuh gambar dan warna, MUS terlihat begitu membosankan.

Saya sempat kuatir jika Joel mengalami ketergantungan pada balok-balok pembantu ini. Namun kekuatiran saya ternyata tidak terbukti. Dia oke-oke saja, mungkin karena sudah terekam, kadang dia tinggal membayangkan. Mungkin seperti ini juga program sempoa?

MUS tidak banyak drilling, soal pun hanya sekitar 10 per lembarnya. Untungnya disediakan online helps di webnya, dari drill, worksheet generator, loan calculator tersedia di sini.

Saya sedang berpikir untuk memadukan MUS dengan Singapore Math, karena Joel suka mengerjakan worksheet. Dia merasa bangga jika bisa memecahkan soal-soalnya, khususnya soal cerita. Saya cukup heran mengapa dia suka soal cerita. Steve Demme berkata, tujuan matematika sebenarnya adalah supaya kita bisa mengerjakan soal cerita, memecahkan hal-hal yang terjadi dalam keseharian kita dengan matematika.

Review-review yang lain bisa lihat di sini:
http://www.homeschoolmath.net/curriculum_reviews/math_u_see.php atau http://www.homeschoolreviews.com/reviews/curriculum/reviews.aspx?id=158

Beli di mana
Saya membeli MUS ini lewat representatif mereka yang ada di Singapore.
Wong Ching Jenny jenny70@singnet.com.sg
837 Bukit Timah Road
#01-08, Royalville
Singapore 279889
65-6464-6931

Harganya bisa lihat di sini: http://www.mathusee.com/pdfs/singaporeprice.pdf

Versi yang kami peroleh adalah Singapore Edition tentunya. Nanti kalau sudah sampai pelajaran tentang uang, tentu saya harus berikan versi rupiahnya :D . Versi Singapore saya pilih karena menggunakan sistem metrik.

Useful Links
Untuk mengetahui kira-kira ada di mana level murid kita, bisa coba gunakan tes penempatan di web mereka: http://www.mathusee.com/placement.html

O ya, MUS akan mengirimkan DVD demo gratis jika kita memintanya. Atau bisa juga lihat di sini: http://www.mathusee.com/demo.html

Untuk bergabung dengan support groupnya, klik http://groups.yahoo.com/group/mus-users/join

Semoga berguna.

Write a comment





Spam protection by WP Captcha-Free