Belajar Bersama
Kami sedang belajar tentang gunung berapi. Jadi Joel mencoba membuat gunung dari adonan maizena+garam+air yang diberi pewarna makanan sesuka hatinya.

Yucky! Warna dan bentuknya menjijikkan, tapi bahan-bahannya aman untuk anak-anak.
Sementara itu, kenalkan murid baru kami.


Dia juga sedang diarahkan untuk membuat lukisan pertamanya. Tapi alih-alih melukis dia malah asik mengaduk pasta maizenanya dengan sendok. Sekali lagi karena bahannya aman untuk anak-anak, seandainya termakan pun tidak apa-apa. Jangan lupa gunakan air matang.
Nah, ini mereka ‘belajar’ bersama.

Sejak Chloe berumur setahun lebih seperti ini, mengatur kegiatan belajar berdua dengan Joel sudah sangaaat sulit. Apalagi sekarang Baby C suka protes kalo ditidurkan jam 10-an. Dia masih ingin bermain!
Ya sudah.
Jadilah saya harus pandai-pandai cari kegiatan yang bisa kami lakukan bersama. Bermain dengan adonan tepung seperti ini juga baik untuk melatih motorik halus anak. Bisa juga untuk pengenalan warna. Bisa juga untuk pengenalan bentuk, karena adonannya bisa dibentuk-bentuk seperti playdough komersil. Karena ini homemade playdough, tentu tidak tahan lama, habis dipakai, dibuang.
O ya, walau tidak mau ‘diarahkan’ untuk melukis di kertas, tapi Chloe dengan senang hati melukis bagian punggung kaos putih Mama. Makasih ya Chloe, kaos Mama jadi ‘bagus’.
Fun! Two happy kids. One depressed mom. *grin*
Posted: November 19th, 2009 under First Grade, Tiny Tot.
Tags: family |Comments: 2


Write a comment