Homeschool Co-op: Salah Satu Solusi untuk Sosialiasi
Kami jadi gabung dengan beberapa keluarga di daerah Serpong, membentuk komunitas pendukung untuk para homeschooler independen. Di US sana komunitas seperti ini disebut support group dan kegiatan belajar bersamanya disebut co-op, singkatan dari homeschool cooperative.
Saya sangat menyadari betapa kurangnya Joel terekpos dengan orang lain, itu sebabnya dia seperti bingung bagaimana cara bersikap, bicara dengan orang lain, dan lain-lain.
Dan, dalam seminggu ini, kami sudah ketemuan dua kali.. hihihihi.. mau ga mau Joel juga perlu beradaptasi, menyesuaikan diri walau masih lambaaat.
Untuk sementara kegiatan co-op akan berlangsung seminggu sekali. Family gathering dua bulan sekali. Kami sudah merencanakan untuk mengadakan field trip dua bulan sekali. Kegiatan olahraga yang memang agak sulit didapat homeschooler jika tidak mengusahakannya sendiri, akan kami adakan juga secara rutin.
Joel yang punya kepribadian stabil, biasanya terkesan pemalu dan pendiam. Dari kecil memang sudah terlihat kecenderungannya menghindari konflik. Sampai hari ini sudah beberapa kali saya lihat, dia tidak pernah marah malah bingung jika terjadi konflik dengan teman.
. Mainannya dirusakin, dia malah ketawa-ketawa, sepedanya ditendangi temannya yang kesal sama dia, dia ikutan nendang.. hahahahaha… Kadang saya agak kuatir, bisa ga ya dia membela dirinya sendiri.
I really put my hope on this community. Sudah waktunya Joel belajar dari orang lain dan porsi Mama mulai mengecil
. Dia sudah akan 6 tahun lho.
Wih, cepat sekali ya waktu berlalu.
Posted: February 2nd, 2010 under sidenote.
Tags: co-op |Comments: 2
Comments
Comment from gita
Time: February 10, 2010, 8:53 pm
asyik tuh Mba..ngumpulnya dimana aja..mau donk gabung
[Reply]


admin Reply:
March 10th, 2010 at 11:45 am
Hi, Mama Gita.
Ngumpulnya saat ini di gedung milik gerejanya temenku. Kegiatannya dipilah-pilah berdasarkan kelompok usia, ada empat kelas (batita/kindergarten/primeA/primeB).
Pa kabar double K?
[Reply]