Bible Notebooking
Salah satu metode belajar ala Charlotte Mason (CM), adalah narasi. Jadi anak ‘menceritakan’ kembali kepada kita apa yang sudah dia pelajari. Bentuk cerita ini bisa lisan atau tertulis. Dengan adanya narasi, yang disebut PR tidak perlu lagi, sebab biasanya apa yang dipelajari pasti lebih susah dilupakan.
Notebooking, lapbooking adalah contoh narasi dalam bentuk tertulis.

MFW yang memang banyak dapat pengaruh CM, mulai mengenalkan notebooking di kurikulum 1stGrade-nya. Setelah saya bacakan cerita Alkitab, giliran dia yang bacakan saya cerita Alkitab dari Bible Reader MFW-nya. Habis itu dia akan membuat versinya sendiri.

Ooohh.. betapa ogah-ogahannya dia di awal. Sebenarnya ini salah saya juga. Waktu dia lebih muda dari sekarang.. saya cenderung melarang dia ini dan itu. Betapa salahnya saya membatasi kreativas anak! Joel jadi takut melakukan kesalahan, menganggap dia tidak bisa menggambar, dsbg.
Saya harus kerja keras menumbuhkan rasa percaya diri dia lagi. Pelan-pelan saya ajari menggambar orang (di Alkitab kan banyak cerita tentang tokoh dan peristiwa, jadi pasti harus banyak menggambar orang). Pendek kata, saya berusaha jadi orangtua yang suportif untuk Joel.

Beberapa hari ini saya lebih lega, karena Joel dengan senang hati menghias halaman-halaman dalam notebooknya. Lebih lega lagi waktu dia langsung berinisiatif menulis ceritanya sendiri dalam bahasa Inggris, sambil sesekali minta bantuan. Memang begini cara MFW memperkenalkan composition/menulis/mengarang untuk anak-anak, so gentle, eh?.*


Tambah lega lagi waktu dia bilang, dia mulai suka menggambar (lagi). Thank God.
Let kids learn at their own pace.
Posted: March 17th, 2010 under First Grade.
Tags: history, MFW |Comments: none


Write a comment