Pertanyaan-pertanyaan Joel yang Tak Kenal Waktu dan Tempat
Hobi baru Joel adalah memberikan tebakan atau kuis kepada kami, ortunya, tentang topik apa saja yang sudah dipelajarinya.
Misal: ‘Siapa orang tertua di dunia?’ atau ‘Siapa nama Presiden Amerika ke-25?’ atau ‘Mozart meninggal umur berapa?” Kira-kira seperti itu.
Masalahnya, terkadang dia tidak lihat-lihat situasi dan kondisi dulu. Seringkali dia memberikan pertanyaan bertubi-tubi ketika saya sedang tidak mood meladeninya. Atau saat saya sedang asyik melakukan hal yang butuh konsentrasi (saya kurang bagus dalam multitasking). Kalau sudah begini, kadang saya jadi kesal.
Untung sudah baca buku tentang berkomunikasi dengan anak tulisan Adele Faber – Elaine Mazlish (baca ya.. bukunya bagus banget), jadi saya bisa bilang begini sama Joel, “Joel, Mama lagi capek. Kalau lagi capek, Mama cepat marah. Mama ga mau gara-gara capek terus Mama jadi marahin Joel. Ntar aja ya, kalau Mama sudah ga capek, Joel boleh tanya lagi. Nanti kamu tanya dulu ya, Mama masih capek ga. Ok?”
Joel biasanya memahami maksud saya dan menghormati hak saya untuk tidak ditanyai (memang ada ya hak kayak gini, hihihi). Memang itu kan tujuan komunikasi, membuat maksud kita dipahami oleh orang lain?
Pernah, Joel ikut saya ke rumah Tante saya yang berjualan susu kedelai buatan rumah sendiri. Di sana, Joel nampak sangat tertarik mengikuti proses pembuatan susu dari mulai memecahkan kulit kedelai sampai memasak hasil penyaringannya. Joel yang tadinya sudah mulai merengek minta pulang, langsung lupa akan niat semula begitu saya bawa ke area produksi susu di dapur belakang, bahkan tidak mau pulang sebelum susu matang.
Sepanjang pembuatan susu itu, Joel berdiri terus dan tidak melepaskan sedikit pun pandangan dari gerak-gerik si Mpok asisten Tante saya itu. Lalu, mulailah dia melontarkan pertanyaan-pertanyaan. Si Mpok dengan sabar meladeninya. Kemudian gantian Om saya yang dia tanyai.
Tak lama, Om saya keluar.
“Duh,” katanya sambil menggelengkan kepala. “Tidak sanggup aku melayani pertanyaan-pertanyaan anakmu.”
Ah, Om tidak tahu, bagaimana penderitaan saya tiap hari.
Hari ini, rupanya Joel menemukan korban baru, Bu Narni, pembantu harian kami yang berada di rumah kami sekitar dua jam tiap harinya.
“Tahu ga ini siapa?”
“Waduh, siapa, Ibu ga tahu.”
Joel memperlihatkan judul bukunya, Wolfgang Amadeus Mozart.
Lalu mulai bertanya lagi, “Hayo, Mozart yang mana.”
Dan seterusnya, membuat Bu Narni yang sedang menjemur baju kewalahan.
Hmmmm.. Saya bisa istirahat sebentar.
Posted: April 16th, 2010 under First Grade, sidenote.
Tags: sidenote |Comments: none


Write a comment