Joel's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

First Grade

Timeline Kami

Sejarah yang kami pelajari diambil secara kronologis dari Alkitab. Mulai dari Penciptaan sampai masa sekarang.

Saat ini kami baru sampai di kisah Yakub, sekitar 1800 SM. Tentu akan lebih menarik jika dibuatkan timeline-nya seperti ini.

timeline

Seperti ini timeline kami jika direntangkan semua.

timeline1

Timeline ini pasti akan panjang sekali nanti kalau sudah selesai. :) Semoga kartonnya muat.

Menara Babel

towerofbabel

Homeschool bisa dilakukan bersama Papa (dan adik kecil!) juga di akhir pekan. Seperti di sini, kami sedang sampai sebuah kisah terkenal di Perjanjian Lama: Menara Babel.

Dengan dough bikinan sendiri, Joel dan Papa mencoba membuat menara dari korek api. Jika ada marshmallow (mashimaro kata orang Jepang) lebih asyik, karena selain lebih besar, marshmallow juga lebih ringan, jadi menaranya bisa lebih tinggi.

Mengapa Kaki Unta Besoar dan Lebar?

Jaman dulu, waktu mobil dan kendaraan bermotor belum ditemukan, orang-orang bepergian dengan berjalan kaki atau mengendarai binatang yang cukup kuat berjalan jauh.

Unta misalnya. Makhluk satu ini sangat tangguh di medan berat seperti gurun. Bisa puasa makan dan minum berhari-hari berkat punuknya yang istimewa, dan bulu mata tebal nan lentik yang melindungi matanya dari debu-debu pasir. Selain itu, kakinya juga istimewa.

camel-foot

Lihat perbandingannya dengan kaki manusia dewasa di samping ini. Kaki unta besar sekali ya? *foto diambil dari sini*

Bentuk kaki seperti ini sangat menolong bagi saat berjalan di gurun pasir. Jika tidak begitu, kaki unta akan terus menerus terbenam dalam lautan pasir dan pasti sangat sulit berjalan dengan kondisi seperti itu.

Kami melakukan eksperimen kecil untuk melihat hal ini.

unta-kakikecil

Jika kaki unta kecil, maka kira-kira yang terjadi adalah seperti yang dialami pensil ini. Begitu dimasukkan ke dalam pasir, langsung terbenam ke dalam pasir yang lembut.

Namun berkat kaki lebarnya, unta bisa berjalan dengan mudah seperti pensil yang sudah dipasangi koin seperti ini:

unta-percobaan

“And so Abraham’s servant took ten camels and piled them high with treasures from Abraham’s house. When all was ready he took his men and set out for the land where Abraham was born.”

Pelayan Abraham (Eliezer) harus menempuh perjalanan tiga hari dari Bersheba ke Haran untuk mencarikan jodoh untuk Ishak. Eliezer ditemani oleh sepuluh ekor unta. Wah, bayangkan betapa hausnya unta-unta itu dan berapa galon air yang harus mereka minum, dan betapa capeknya Rebeka menimba air untuk memberi minum Eliezer dan kesepuluh untanya.

*grin*

Photographic Memory?

Joel sedang terobsesi dengan para presiden Amerika Serikat. Bisa dibilang, tiap hari dia mengunjungi situs Whitehouse dan memandangi wajah-wajah orang yang pernah berada di pucuk pimpinan negara ini. Baca postingan sebelumnya tentang ketertarikannya pada orang-orang ini.

Jika sedang menyukai sesuatu, biasanya seseorang akan terus berbicara tentang hal itu. Demikian juga Joel. Hampir tiap hari saya diceritakan olehnya tentang presiden A yang hanya menjabat 1 bulan, kemudian meninggal, tentang Abraham Lincoln yang terpilih jadi senator di Illinois, atau dsbg, dsbg.

Seperti hari ini, saat makan siang, dia mulai lagi dengan ceritanya tentang beliau-beliau tadi. Maka, saya pun iseng bertanya padanya, mulai dari presiden AS pertama sampai ke-44 (kecuali no.31 sempat terlupa) dia bisa sebut semua! WHAT?!

Maka saya pun minta dia mendiktekan pada saya nama-nama tadi. Sekali-sekali dia sebut tahun jabatannya. Kadang dia ikut memeriksa jika saya salah tulis; misal: “Roosevelt, o-nya dua, ya.” atau “Jefferson f-nya dua.” Fiuhhh… satu per satu dia sebut, dan saya yang dengerin tiba-tiba merasa sangat lelah.

Saat dia menyebut nama-nama itu tanpa melupakan inisial nama tengahnya, misal: S pada Ulysses S. Grant, M pada Richard M. Nixon, saya cukup yakin bahwa Joel memiliki photographic memory yang sangat baik pada usia ini. Dia pasti mengingatnya karena melihat nama itu di monitor komputer.

Saya jadi teringat waktu dia berusia dua tahunan, Joel bisa menyebut lebih dari 50 nama mobil dan usia 3 tahun dia sudah hafal luar kepala lebih dari 100 jenis mobil.

Dan, sekarang presiden Amerika.

USPresidents-Joel

catatan:

  • tanda * berarti presiden tersebut terbunuh.
  • tanda + orang tersebut meninggal karena faktor alami (tua, penyakit, dll)
  • ini adalah kertas kedua–jadi nyaris tidak ada kesalahan tulis; kertas pertama dicorat-coret hingga tak terbaca oleh adiknya.

Belajar Berhitung Bersama Presiden Amerika

Sepertinya tidak ada hubungannya ya… Tapi, untuk Joel, presiden-presiden Amerika telah turut membantunya belajar berhitung, selain belajar bahasa Inggris dan sejarah tentunya.

Bermula dari ketertarikannya akan presiden-presiden Indonesia, dan mulai banyak ‘berisik’ bertanya-tanya tentang Soekarno dan penerusnya, ia pun melibatkan Google dalam proses belajarnya.

Lalu, ia mulai sedikit kecewa karena presiden Indonesia kok sedikit amat, sedangkan Amerika Serikat sudah sampai urutan ke-44. Maka, terdamparlah dia ke website White House. Seperti tersihir, dia bisa melewatkan waktu sampai satu jam di depan monitor melihat satu per satu profil para pria-pria terhormat ini, dari Washington sampai Obama.

us+presidents

Aneh rasanya melihat anak laki-laki umur 5 tahun yang sedemikian tertariknya dengan presiden-presiden Amerika. Namun, yah, tiap orang itu unik, punya ketertarikan yang berbeda-beda. *Dia sempat melongok presiden-presiden negara lain seperti Perancis, namun akhirnya dia kembali ke White House, karena jumlah presidennya tidak sebanyak yang di AS.

Berkat Joel saya jadi ikutan lihat-lihat isi situs White House juga. Ternyata Megawati Sukarnoputri punya teman di AS, dua orang presiden AS, John Quincy Adams dan George W. Bush adalah dua orang presiden AS yang merupakan anak presiden yang pernah menjabat sebelumnya. Saya juga jadi tahu bahwa Grover Cleveland adalah presiden AS ke-22 sekaligus yang ke-24. Cleveland kalah dari Benjamin Harrison yang menjadi presiden ke-23 dan empat tahun kemudian gantian dia yang mengalahkan Harison.

“Lima tambah berapa, Ma, supaya jadi sembilan?”
“Empat,” jawab saya.

Tak berapa lama kemudian, “Delapan supaya jadi tigabelas harus tambah berapa, Ma?” dan beberapa pertanyaan sejenis.

Tahu tidak mengapa dia menanyakan ini? Karena di foto/lukisan tiap presiden itu, tertera periode jabatannya dari tahun berapa hingga tahun berapa. Ini bukan satu-satunya, dia masih banyak menanyakan pertanyaan-pertanyaan serupa. Pertamanya masih saya kasih jawabannya, berikutnya saya minta dia memikirkan jawabannya sendiri.

Umumnya masa jabatan presiden AS adalah kelipatan 4 tahun, maksimal 8 tahun. Namun beberapa orang tidak menyelesaikan masa 4 atau 8 tahunnya, ada yang meninggal (sakit atau dibunuh), ada juga yang mengundurkan diri.

Haha. Siapa yang mengira, berhitung bisa juga dipelajari bersama presiden Amerika. :)

The Sinking Boat

joel-experiment

Setelah melakukan eksperimen seru bersama dua bocah kecil ini, bocah yang paling mungil terus melanjutkan eksperimen karangannya sendiri. Mengaduk-aduk air di ember dengan spatula, meremas-remas aluminum foil, dan seterusnya. She’s so engaged.

It’s Christmas

Sudah di bulan Natal.
nativity-scene-thumb11155040.jpg Homeschool kami akan merayakannya dengan ‘menjelajahi dunia’, melihat bagaimana hari Natal dirayakan di negara-negara lain. Kami akan mengikuti sebuah unit studi di dalam kurikulum yang sudah lama dibeli tapi sudah lama tidak dipakai: Galloping the Globe (GtG). Jika tidak punya buku ini tidak perlu kuatir, karena di internet banyak resource yang tersedia untuk mempelajarinya.

Website whychristmas.com sudah lebih dari cukup untuk melakukan aktivitas Natal ini. Untuk memperkaya bahan, kombinasikan dengan website santas.net & website homeschoolshare.com.

Jika mengikuti kurikulum GtG, kami akan menjelajahi:

  1. Jepang
  2. Cina
  3. Rusia
  4. Inggris Raya
  5. Prancis
  6. Italia
  7. Jerman
  8. Spanyol
  9. Mexico
  10. Nigeria

Aktivitasnya bisa dengan membuat hiasan khas negara tersebut dan digantungkan ke pohon natal internasional kita. Yang suka masak bisa membuat hidangan natal khas negara tersebut. Negara yang tidak punya tradisi Natal kuat seperti Indonesia, sepertinya tidak punya hidangan khas, hidangan khas kita adalah ketupat dan opor untuk hari raya Idul Fitri :) .

Jangan lupa mempelajari ucapan selamat Natal dalam berbagai bahasa. Waktu yang tepat juga untuk meluruskan sejarah Santa Claus/Sinterklaas. Klik di sini untuk melihat perbandingan antara St. Claus dan Saint Nicholas.

Berikut terjemahan bebas oleh saya untuk cuplikan artikel dari stnicholascenter.org.

Kisah sejati tentang Santa Claus bermula dari seorang Nicholas, yang lahir sekitar abad ketiga di desa Patara, Yunani (kini jadi bagian dari Turki).

Lahir dalam keluarga kaya, Nicholas dibesarkan dalam lingkungan kristen yang taat oleh kedua orangtuanya yang meninggal karena ada wabah penyakit pada waktu Nicholas masih muda.

Melakukan perintah Yesus untuk “menjual semua milikmu dan berikan pada orang miskin,” maka Nicholas menggunakan semua warisannya untuk membantu mereka yang membutuhkan, yang sakit dan yang menderita. Ia mempersembahkan hidupnya untuk melayani Tuhan dan diangkat menjadi Uskup kota Myra ketika dia masih berusia muda. Uskup Nicholas menjadi terkenal karena kebaikan hatinya, suka menolong orang, juga karena kasihnya pada anak-anak, dan perhatiannya kepada pelaut dan minatnya pada kapal.

Di masa pemerintahan Kaisar Diocletian dari Roma, yang dengan kejam menganiaya orang-orang Kristen, Uskup Nicholas pun harus menderita karena imannya. Dia dibuang dan dipenjara. Penjara-penjara justru penuh dengan para uskup, pastur dan diaken, tidak ada tempat untuk penjahat yang asli—pembunuh, pencuri dan perampok.

Catatan: Setelah dibebaskan, Nicholas sempat menghadiri Konsili Nicea I tahun 325. *tambahan dari saya: Konsili ini adalah sebuah pertemuan oikumenis, karena inilah upaya pertama untuk mencapai kesepakatan dalam hidup bergereja yang mewakili keseluruhan umat Kristiani.*

Nicholas meninggal tanggal 6 Desember 343 di Myra dan dimakamkan di gereja katedralnya. Peringatan kematiannya inilah yang dirayakan setiap tanggal 6 Desember sebagai hari St. Nicholas.

Beda sekali kan kesan yang didapat dari cerita di atas dengan Sinterklas gendut berbaju merah yang kita lihat di mal-mal?

Terakhir, inilah salam Natal dalam bahasa Arab: Eid Milad Majeed (Glorious Birth Feast).

Belajar Hari Ini

Hari ini kegiatan belajar bersama kami sangat menyenangkan.

Saya dan Joel duduk berdua di hadapan meja kopi (terjemahan bebas untuk coffee table) baru kami; tadinya kami belajar di meja makan. Saya mencoba memberikan segenap perhatian buat dia, biasanya saya sambi masak. Dengan full attention dari saya, terlihat sekali dia bisa bekerja lebih efektif. Ya jelaslah, siapa sih yang suka disambi.

Untuk matematika, Joel baru saja menyelesaikan semua pelajaran tentang penjumlahan, yang berarti semua factsheet penjumlahan sudah dia lalui tanpa dia harus susah payah menghafalnya, thanks to Math U See.

Saya masih terkagum-kagum dengan cara MUS mengajarkan matematika pada anak. Factsheet (bahasa Indonesianya apa ya? tabel penjumlahan kali ya), tidak dihafalkan dengan cara 1+1=2 dst. Anak-anak diberikan pola. Misal: pola penjumlahan 0, penjumlahan 1, penjumlahan 2, penjumlahan dobel, penjumlahan 8, penjumlahan 9. Jika dia sudah kuasai dia akan menandai tabel yang sudah dibuat. Nanti, rupanya akan tersisa sedikit penjumlahan yang tidak punya pola, yaitu 5+7 & 7+5, 4+7 & 7+4. Akan saya upload-kan foto tabel penjumlahan kami segera.

Lalu, kami masuk ke cerita Alkitab mengikuti kurikulum utama kami. Kami punya timeline project sejarah menurut Alkitab dan saat ini kami sampai ke kisah keturunan Adam. Pernah baca? Tadi kami baca versi CEV-nya, klik di sini mau lihat yang versi Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS). Bagaimana? Agak membosankan ya? Isinya hanya nama, dan usia Adam dan keturunannya.

Namun, Joel sukaaaa sekali membacanya. Aneh ya? :p. Dia terkagum-kagum dengan fakta bahwa Adam meninggal usia 930. Juga mendapat info baru bahwa Metusalah adalah manusia yang paling lama hidup di bumi — 969 tahun. Juga bahwa Metusalah adalah kakek Nuh. Juga bahwa ada seorang yang bernama Henokh yang tidak pernah meninggal karena diangkat oleh Tuhan.

Saya ingat dulu ketika masih sangat semangat membaca Alkitab, saya membaca setiap kata pada pasal ini. Namun, saya tidak berpikir terlalu jauh, juga tidak ada satu fakta pun yang saya ingat. Joel mengingat dengan baik umur hidup Adam dan Metusalah. :) Dia juga jadi berpikir mengapa manusia sekarang umurnya lebih singkat. Tentu dia juga bertanya terus mengapa Henokh diangkat. Supaya Papanya ikut berkontribusi, saya suruh dia tanya pada Papanya. Jawabannya cukup memuaskan dia kok. Hehehe…

Jujur, saya juga mendapat sesuatu dari pelajaran hari ini. Wih, betapa berbedanya kualitas kehidupan di bumi dulu dengan sekarang.

Hm… cukup dulu merenungnya.

Belajar Bersama

Kami sedang belajar tentang gunung berapi. Jadi Joel mencoba membuat gunung dari adonan maizena+garam+air yang diberi pewarna makanan sesuka hatinya.

joel-mountain

Yucky! Warna dan bentuknya menjijikkan, tapi bahan-bahannya aman untuk anak-anak.

Sementara itu, kenalkan murid baru kami.

chloe-main

chloe-main2

Dia juga sedang diarahkan untuk membuat lukisan pertamanya. Tapi alih-alih melukis dia malah asik mengaduk pasta maizenanya dengan sendok. Sekali lagi karena bahannya aman untuk anak-anak, seandainya termakan pun tidak apa-apa. Jangan lupa gunakan air matang.

Nah, ini mereka ‘belajar’ bersama.

jochloe-belajarbareng

Sejak Chloe berumur setahun lebih seperti ini, mengatur kegiatan belajar berdua dengan Joel sudah sangaaat sulit. Apalagi sekarang Baby C suka protes kalo ditidurkan jam 10-an. Dia masih ingin bermain!

Ya sudah.

Jadilah saya harus pandai-pandai cari kegiatan yang bisa kami lakukan bersama. Bermain dengan adonan tepung seperti ini juga baik untuk melatih motorik halus anak. Bisa juga untuk pengenalan warna. Bisa juga untuk pengenalan bentuk, karena adonannya bisa dibentuk-bentuk seperti playdough komersil. Karena ini homemade playdough, tentu tidak tahan lama, habis dipakai, dibuang. :)

O ya, walau tidak mau ‘diarahkan’ untuk melukis di kertas, tapi Chloe dengan senang hati melukis bagian punggung kaos putih Mama. Makasih ya Chloe, kaos Mama jadi ‘bagus’.

Fun! Two happy kids. One depressed mom. *grin*

Our School Today

Our school went very slowly these weeks. Joel almost didn’t touch his paperwork, he resisted to do it. I want a break, says he.

It’s because of the Idul Fitri. A religious moslem holiday — after a whole month fasting– that comes with laziness syndrome, haha. We don’t celebrate this holiday, but yes, we were impacted. Our (my) lazy bones impacted the most.

So, I didn’t put him in schedule. We were just going with the flow. I let him do everything he likes. Entertaining himself with our Yamaha PSR 350, now he had mastered the tune of Amazing Grace, My Bonnie, Symphony no. 9, and a few more — without my help. He was also being a lazy potato, spent his time by reading a lot of Autobilds & books of Five in a Row‘s book list. Mike Mulligan and His Steam Shovel was one of his favorite. He read it over and over again. Mike Mulligan indeed is a good reading for a boy.

Books he read recently:
- Mike Mulligan and His Steam Shovel
- The Glorious Flight
- Lentil
- A Story About Ping
- Katy and The Big Snow
- Papa Piccolo

It’s pretty clear that from the 18 books I got (FIAR list), he interested to most of these themes: aviation, story of a boy, geography, big machine (tractors, shovel). Those books are so ideal for a little boy :)

Yeah, that’s how we spent our lazy days. Switch to unschooling mode and switch back to a more structured schedule whenever we are ready.

Happy homeschooling!