Joel's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

Kindergarten

Music & Art

artMusik dan seni itu juga penting lho. Jangan lupa berikan kesempatan anak untuk eksplor.

Sejak Desember 2007, Joel ikut les di Global Art. Lumayan, memberinya kesempatan berinteraksi dengan anak lain yang juga rata-rata tidak sebaya. Saya lihat perkembangan motorik halusnya banyak kemajuan. Mewarnai sudah jauh lebih rapi, bisa kontrol pensil dengan lebih baik waktu menulis.

masterpiece

Suatu hari di rumah, dia ingin ‘melukis’. Dan inilah hasil karyanya, a masterpiece from a 3 years old.

Musik juga perlu dan penting, mengingat di Indonesia apresiasi seni masih amat kurang. Buktinya ya, pengalaman saya sendiri selama bersekolah.. pelajaran kesenian itu masuk kategori ‘tidak penting dan tidak menentukan’. Tidak ada kurikulum serius tentang seni di negara kita. Kalau mau belajar tentang seni, harus les. Sementara di kurikulum homeschool yang saya pakai, dari usia TK sudah diberikan pengenalan musik klasik, juga teknik2 menggambar yang semuanya akan mulai diseriusi pas kelas 1/grade 1.

musicNah, inilah Joel bersama keyboard Yamaha PSR-350 kami yang sudah uzur. Saya sendiri belajar otodidak waktu SMP – seperti dapat enlightment waktu itu. Karena tidak pernah kursus musik sama sekali, ya akhirnya pasti mentok, dan saya ingin nanti Joel bisa belajar di tempat kursus musik yang baik – alat musik apa saja, dari piano – drum. Sekarang yang bisa saya lakukan hanya mengajarinya peka musik, buktinya dia selalu bisa menyanyi tanpa meleset dari tonenya alias tidak fals.

Yuk nyanyi!

Matematika

Matematika yang jadi momok buat sebagian orang (baca: anak) sebenarnya bisa dipelajari secara natural dan terintegrasi dengan hal-hal lain.

Bayangkan hidup tanpa memiliki dasar-dasar matematika. Pasti bakal sering dibohongi orang lain, karena tidak bisa berhitung. Berpikir logis pun jadi sulit.

Kami (Joel dan mama) melakukan kegiatan matematika secara alami saja. Awalnya yang diperkenalkan adalah konsep klasifikasi. Juga mengenali pola. Juga tentang kuantitas: besar, kecil, banyak, sedikit, dan seterusnya.

Untuk anak prasekolah, berdasarkan pengalaman pribadi, lebih mudah mengajaknya memahami matematika melalui kegiatan sehari-hari.

Saya memulainya dengan bagian tubuhnya. Ada berapa mata Joel? Berapa hidung Joel? Ada berapa jari tanganmu, dll. Kami juga belajar matematika dengan lagu: Ten Little Indian Boys, One Two Buckle Your Shoes, Nama-nama Hari, Satu Dua Tiga Empat, dst.

Konsep penjumlahan, pengurangan sederhana, lebih mudah diajarkan dengan menggunakan ‘alat peraga’, bisa dengan biskuit yang dia makan, tusuk gigi, dll. Tabel juga bisa membantu anak belajar secara visual tentang konsep puluhan/ratusan.

Hampir tiap hari Joel mengisi tanggal di kalender ‘blank’-nya. Saya mendownloadnya dari sini, dan memodifikasinya sendiri, dihias dengan gambar-gambar lucu. Lebih mudah baginya belajar tentang tanggal dengan cara ini. Kadang dia lebih ingat dari saya tanggal berapa hari ini :) .

Lalu, kalau selesai ‘belajar’ Joel mengisi juga 100 chart-nya. Tabel ini membantu untuk pengenalan konsep desimal. Tabel ini bisa dibuat sendiri dengan spreadsheet/word processor apa saja, atau digambar sendiri. Buat tabel 10×10, cukup besar untuk ditulisi. Anak bisa mengisinya setiap belajar. Tiap mengisi, dia akan dapat hadiah, sebuah sedotan/sendok es krim/atau apa saja yang kalau sudah berjumlah sepuluh, akan diikat.

Metode ini terbukti lebih efektif, ada proses visual (melihat tabel & hadiahnya), proses kinetik (menulis). Waktu menulis angka 7, Joel dengan mudah tahu – dari tabel yang masih kosong, agar sedotan2nya bisa diikat, dia harus menambah tiga sedotan lagi. Juga dia tahu satu ikatan (10) ditambah lima sedotan – kondisi saat ini- adalah lima belas.

Saya kurang tahu apakah proses berpikir logis yang dia dapat dari pelajaran2 sederhana ini yang membuatnya berkata kepada saya, “Ma, nanti kalau bulan Juni, gusi Mama tidak berdarah lagi, ya?”

Mau tahu kenapa dia bilang begitu? Karena dia melihat kalau saya gosok gigi, hampir selalu gusi saya berdarah; saya sedang hamil dan akan melahirkan adiknya bulan Juni nanti. Jadi, begitulah dia berpikir. Cukup logis kan?

Bermain (Sambil Belajar) Dengan Globe

joel&globeBeberapa waktu lalu saya sibuk cari globe. Tiap kali ke Gramedia atau toko buku saya sempetin liat harganya. Harganya cukup menyesakkan dada, yang ukuran mini Rp 75.000. Padahal seingat saya, dulu waktu masih sering ngebis, pernah ada penjual asongan yang menawarkan bola bentuk globe2 dengan harga berkisar 5.000-10.000. Di Tangerang sini saya belum pernah lihat. Ada teman yang menyarankan pake Google Earth, namun… kuota internet yang mepet membuat proses ini tidak akan ekonomis.

Kenapa saya jadi sibuk cari globe gara2nya pada suatu waktu Joel begitu terobsesi sama yang namanya Amerika. Bangun tidur tanya saya, “Ma, Amerika biasanya di mana ya?” Atau… “Di Amerika sudah malam belum?” Dia bisa tanya begini2 karena dia tahu sedikit fakta tentang pagi dan malam. Bahwa jika matahari lagi ‘mampir’ di Indonesia pada pagi hari, berarti di Eropa masih gelap, di Amerika sudah mulai malam.. gitu2 deh… Waktu itu saya belum terlalu menjelaskan tentang bumi yang berevolusi dan berotasi. Masih penjelasan ala kadarnya. Lalu, dua sepupunya yang tinggal di US, Joshua dan Josiah datang berkunjung ke rumah. Wah, Joel tambah pengen tahu tentang Amerika.

Kemudian, pas kurikulum yang kita pake juga mempelajari tentang matahari dan bulan; yang menganjurkan kita bereksperimen dengan globe. Akhirnya saya mulai menegakan hati untuk rela membeli globe seharga lebih dari Rp 250.000.

Tapi Tuhan baik.. Dia tahu.. untuk belajar tidak perlu mahal, pintar tidak harus mahal. Saya menemukan sebuah globe di tumpukan mainan bola di Carrefour. Bentuknya jelas bola, bisa membal. Harganya 10rb-an… dan ternyata sampai di kasir dapet potongan lagi hingga harganya tinggal 8rb-an saja. Kualitas bola cukup baik lho, kulitnya tebal… pasti lebih baik dr yang dijual abang2 asongan. Ada tulisan buatan China dalam tiga bahasa, Inggris, Spanyol dan Prancis. :)

joel&chinaMaka bola ini pun jadi salah satu alat bantu belajar Joel. Karena sifat membalnya, saya jadi punya ide mengajaknya main lempar tangkap bola dan menyebutkan nama negara yang dia lihat pas dia menangkap bola. Senang rasanya pas mulut kecilnya menjawab: “Brazil!” atau “Indonesia” atau “China” – seperti foto ini- setelah dia berhasil menangkap bolanya. Motorik kasar dilatih, kemampuan baca terasah, geografi juga dapet :)

Memang belajar ga perlu mahal kok ya….

Creation Project

Habis liburan panjang ke Jawa Tengah (Salatiga-Solo-Yogya), akhirnya kembalilah kita ke Gading Serpong, ke rumah tercinta.

Sekarang, kurikulum MFW-nya sudah bisa dipakai. Sebelum libur, saya sudah mempersiapkan bahan/materi untuk proyek pertama.

Sebagai pendahuluan atas ke-26 pelajaran lain, MFW Kindergarten ini mengajak belajar tentang Penciptaan (Creation) yang diambil dari .. Alkitab (satu-satunya sumber yang kami percaya, hehehe). Jadi, selama 7 hari kami melakukan kegiatan yang berhubungan dengan itu.

Yang hendak dicapai dalam pelajaran ini adalah konsep urutan: pertama, kedua, ketiga, dst. Ada pelajaran membaca juga, yaitu pengenalan alfabet, yang dilakukan sambil menyanyikan lagu ABC dan game sederhana.

Sayangnya hari ke-2 Joel sudah bosan dengan pelajaran ABC-nya.. karena dia sudah bisa membaca sambil mengeja (phonic). Jadinya, kami hanya menuntaskan Creation Project saja, membuat poster dan buku.

Materi:
- Alkitab, saya tambahkan juga dari Kabar Ceria terbitan LAI yang penuh dengan ilustrasi dan bahasa Indonesia yang mudah dimengerti anak-anak
- kertas HVS – lebih tebal lebih baik
- kertas asturo
- kertas bufallo warna warni
- kertas origami warna warni
- gunting, lem
- pensil warna

poster-creation-projectTugas anak menggunting angka-angka di lembar kerja dan mewarnai gambar2 di dalamnya. Lalu menempelnya di sebuah kertas.

Hari ke-7 kosong, karena Tuhan selesai mencipta dan beristirahat pada hari itu. Joel sangat terkesan dengan hari ke-7 yang kosong ini, dia selalu mengulang-ulang, “Tuhan kasih tahu, kita harus istirahat.”

book-creation-project

Waktunya berkreasi bebas. Tiap hari satu karya seni ini dibuat :) Selesai berkarya, diberi caption. Nanti ke-7 gambar ini dijilid, dibuat semacam buku. Saya sangat excited dan antusias menyiapkan gambar2 untuk ditempel ini. Menyenangkan juga bekerja dengan tangan lagi, maklum selama ini selalu bekerja dengan komputer :)

Saya juga jadi hafal urutan2 penciptaan. Hehehe…