Joel & Matematika
Joel tidak menunjukkan bakat yang luar biasa dalam matematika. Dia juga tidak selalu semangat mengerjakan tugas matematikanya.
Begitu anggapan saya.
Hari ini, saat mengerjakan test, review pelajaran penjumlahan satu digit-nya.. dia berkata kepada saya,
“Tujuh tambah dua, Joel tahu, sembilan! Soalnya tujuh tambah tiga kan sepuluh.”
Menarik, kan? Lihat proses berpikirnya. Joel tidak menghapalkan bahwa 7+2=9, juga tidak menambahkan 2 kepada 7.. tetapi dia ingat bahwa 7+3=10, sehingga jika 7 ditambahkan kepada 2 (yang kurangnya 1 dari 3), maka berarti tinggal kurangi 1 dari 10.
Wah… saya sangat takjub.
O ya, kami menggunakan kurikulum matematika Math-U-See yang banyak menggunakan alat peraga berupa balok. Math-U-See berarti: you can see the math.
. Kurikulum yang sangat cocok untuk anak tipe visual learning.
Awalnya memang banyak menggunakan balok, tapi sekarang Joel sudah sangat jarang menggunakannya. Balok-balok warna warni ini berjasa besar membantunya menguasai konsep matematika, melihat dan memahaminya.
Math-U-See agak beda dengan kurikulum matematika konvensional. Dari mana saya tahu, ya tahulah, saya kan dulu juga pernah belajar matematika. Beda banget, kapan-kapan akan saya buat reviewnya.
Ini adalah tahun kedua kami bersama Math-U-See . Joel menyelesaikan level Primernya bulan Juni lalu, saat ini Joel sedang di level Alpha. Selesai Primer, Joel sudah menguasai placing value, membilang 2-2, 5-5, 10-10, dan 100-100.
Di pelajaran membilang 5-5, Joel dikenalkan pada tally-marks dan kemudian lanjut ke membaca jam. Tally marks membantu sekali untuk menguasai konsep membaca menit. Kini, Joel sudah fasih membaca jam lengkap dengan menitnya. Mr. Demme si pembuat kurikulum, memang sangat brilian idenya, membuat anak bisa lebih mudah visualisasinya karena contoh yang diberikan begitu dekat dengan keseharian si anak.

Foto: Joel mengerjakan tugas tally marks di atas meja makan, ditemani snack yang lezat dan sehat.
Di level Alpha, Joel dikenalkan kepada yang namanya soal cerita. Biasanya, soal cerita ini ditakuti oleh anak-anak. Tidak buat Joel, dia justru paling suka bagian soal cerita. Saya tidak tahu kenapa, mungkin karena matematika terasa lebih nyata di situ.
Kami akan masuk matematika mental minggu depan. Sudah saya kasih bocoran sedikit tentang misteri penjumlahan angka 9. Tentang angka 9 yang selalu ingin jadi 10, dan mudah sekali dia menangkapnya.
Hmm.. hati saya kok terasa plong ya…
Posted: August 14th, 2009 under First Grade.
Comments: 2











Joel akan mengelola sendiri cafe-nya yang diberi nama Sunshine Noodle Cafe. Dia akan mengambil peran sebagai pelayan dan kasir. Sementara Mama akan menjadi koki, dan Papa mendapat kehormatan menjadi tamu. Jelas dong, pahlawan keluarga kami harus mendapat servis terbaik
Anak yang dididik di rumah, atau homeschooler, atau home-ed child, atau apa pun sebutannya, juga punya kesempatan untuk berolahraga tanpa harus dipaksa.
Joel sering membantu Mama menyelesaikan game Geo Challenge di Facebook, khususnya untuk bendera-bendera dunia… serahkan pada Joel, dia mengingatnya lebih baik daripada mamanya.