<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Homeschooling Begins &#187; sidenote</title>
	<atom:link href="http://homeschool.chosenlight.com/category/side-note/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://homeschool.chosenlight.com</link>
	<description>homeschooling journey</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 May 2010 17:42:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pelajaran Tentang Kejujuran dan Integritas</title>
		<link>http://homeschool.chosenlight.com/2010/04/pelajaran-tentang-kejujuran-dan-integritas/</link>
		<comments>http://homeschool.chosenlight.com/2010/04/pelajaran-tentang-kejujuran-dan-integritas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 04:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[sidenote]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://homeschool.chosenlight.com/2010/04/pelajaran-tentang-kejujuran-dan-integritas/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi saya, integritas adalah sebuah karakter penting yang harus dilatih sejak kecil. Saya pernah punya pengalaman tentang mengajarkan hal ini ke Joel, menyangkut Facebook yang tersohor itu.
Ketika demam Facebook pertama melanda keluarga kami, Joel juga punya akun Facebook. Saya yang bikinkan, tahun 2009. Padahal Joel belum cukup umur. Itu berarti saya melakukan kebohongan dengan sadar, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi saya, integritas adalah sebuah karakter penting yang harus dilatih sejak kecil. Saya pernah punya pengalaman tentang mengajarkan hal ini ke Joel, menyangkut Facebook yang tersohor itu.</p>
<p>Ketika demam Facebook pertama melanda keluarga kami, Joel juga punya akun Facebook. Saya yang bikinkan, tahun 2009. Padahal Joel belum cukup umur. Itu berarti saya melakukan kebohongan dengan sadar, melakukan &#8216;markup&#8217; usia.</p>
<p>Kemudian saya memutuskan untuk menutup akun ini, karena aku ini dibuat atas dasar kebohongan.</p>
<p>Saya menuliskannya <a href="http://www.chosenlight.com/blog/2010/04/jujur-ber-facebook/" target="_blank">lebih detil di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://homeschool.chosenlight.com/2010/04/pelajaran-tentang-kejujuran-dan-integritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertanyaan-pertanyaan Joel yang Tak Kenal Waktu dan Tempat</title>
		<link>http://homeschool.chosenlight.com/2010/04/pertanyaan-pertanyaan-joel-yang-tak-kenal-waktu-dan-tempat/</link>
		<comments>http://homeschool.chosenlight.com/2010/04/pertanyaan-pertanyaan-joel-yang-tak-kenal-waktu-dan-tempat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 19:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[First Grade]]></category>
		<category><![CDATA[sidenote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://homeschool.chosenlight.com/2010/04/pertanyaan-pertanyaan-joel-yang-tak-kenal-waktu-dan-tempat/</guid>
		<description><![CDATA[Hobi baru Joel adalah memberikan tebakan atau kuis kepada kami, ortunya, tentang topik apa saja yang sudah dipelajarinya.
Misal: &#8216;Siapa orang tertua di dunia?&#8217; atau &#8216;Siapa nama Presiden Amerika ke-25?&#8217; atau &#8216;Mozart meninggal umur berapa?&#8221; Kira-kira seperti itu.
Masalahnya, terkadang dia tidak lihat-lihat situasi dan kondisi dulu. Seringkali dia memberikan pertanyaan bertubi-tubi ketika saya sedang tidak mood [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hobi baru Joel adalah memberikan tebakan atau kuis kepada kami, ortunya, tentang topik apa saja yang sudah dipelajarinya.</p>
<p>Misal: &#8216;Siapa orang tertua di dunia?&#8217; atau &#8216;Siapa nama Presiden Amerika ke-25?&#8217; atau &#8216;Mozart meninggal umur berapa?&#8221; Kira-kira seperti itu.</p>
<p>Masalahnya, terkadang dia tidak lihat-lihat situasi dan kondisi dulu. Seringkali dia memberikan pertanyaan bertubi-tubi ketika saya sedang tidak mood meladeninya. Atau saat saya sedang asyik melakukan hal yang butuh konsentrasi (saya kurang bagus dalam multitasking). Kalau sudah begini, kadang saya jadi kesal.</p>
<p>Untung sudah baca buku tentang berkomunikasi dengan anak tulisan Adele Faber &#8211; Elaine Mazlish (baca ya.. bukunya bagus banget), jadi saya bisa bilang begini sama Joel, &#8220;Joel, Mama lagi capek. Kalau lagi capek, Mama cepat marah. Mama ga mau gara-gara capek terus Mama jadi marahin Joel. Ntar aja ya, kalau Mama sudah ga capek, Joel boleh tanya lagi. Nanti kamu tanya dulu ya, Mama masih capek ga. Ok?&#8221;</p>
<p>Joel biasanya memahami maksud saya dan menghormati hak saya untuk tidak ditanyai (memang ada ya hak kayak gini, hihihi). Memang itu kan tujuan komunikasi, membuat maksud kita dipahami oleh orang lain?</p>
<p>Pernah, Joel ikut saya ke rumah Tante saya yang berjualan susu kedelai buatan rumah sendiri. Di sana, Joel nampak sangat tertarik mengikuti proses pembuatan susu dari mulai memecahkan kulit kedelai sampai memasak hasil penyaringannya. Joel yang tadinya sudah mulai merengek minta pulang, langsung lupa akan niat semula begitu saya bawa ke area produksi susu di dapur belakang, bahkan tidak mau pulang sebelum susu matang.</p>
<p>Sepanjang pembuatan susu itu, Joel berdiri terus dan tidak melepaskan sedikit pun pandangan dari gerak-gerik si Mpok asisten Tante saya itu. Lalu, mulailah dia melontarkan pertanyaan-pertanyaan. Si Mpok dengan sabar meladeninya. Kemudian gantian Om saya yang dia tanyai.</p>
<p>Tak lama, Om saya keluar.</p>
<p>&#8220;Duh,&#8221; katanya sambil menggelengkan kepala. &#8220;Tidak sanggup aku melayani pertanyaan-pertanyaan anakmu.&#8221;</p>
<p>Ah, Om tidak tahu, bagaimana penderitaan saya tiap hari.</p>
<p>Hari ini, rupanya Joel menemukan korban baru, Bu Narni, pembantu harian kami yang berada di rumah kami sekitar dua jam tiap harinya.</p>
<p>&#8220;Tahu ga ini siapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Waduh, siapa, Ibu ga tahu.&#8221;</p>
<p>Joel memperlihatkan judul bukunya, Wolfgang Amadeus Mozart.</p>
<p>Lalu mulai bertanya lagi, &#8220;Hayo, Mozart yang mana.&#8221;</p>
<p>Dan seterusnya, membuat Bu Narni yang sedang menjemur baju kewalahan.</p>
<p>Hmmmm.. Saya bisa istirahat sebentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://homeschool.chosenlight.com/2010/04/pertanyaan-pertanyaan-joel-yang-tak-kenal-waktu-dan-tempat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inspiration from Thomas A. Edison&#8217;s Mom</title>
		<link>http://homeschool.chosenlight.com/2010/03/inspiration-from-thomas-a-edisons-mom/</link>
		<comments>http://homeschool.chosenlight.com/2010/03/inspiration-from-thomas-a-edisons-mom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 18:04:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[sidenote]]></category>
		<category><![CDATA[motherhood]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://homeschool.chosenlight.com/2010/03/inspiration-from-thomas-a-edisons-mom/</guid>
		<description><![CDATA[Jumat lalu, seusai kegiatan belajar bersama beberapa homeschooler lain, dan sesudahnya melewatkan almost 4 hours of quality time with Ibu Stasia and kids, ada suatu impresi yang kudapat.
Melihat antusiasme anak-anak (khususnya kelas yang kupegang, usia 9 tahun ke atas &#8212; karena hampir dua jam aku menemani mereka belajar), melihat mama-mama yang dengan segenap hati mendampingi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jumat lalu, seusai kegiatan belajar bersama beberapa homeschooler lain, dan sesudahnya melewatkan almost 4 hours of quality time with Ibu Stasia and kids, ada suatu impresi yang kudapat.</p>
<p>Melihat antusiasme anak-anak (khususnya kelas yang kupegang, usia 9 tahun ke atas &#8212; karena hampir dua jam aku menemani mereka belajar), melihat mama-mama yang dengan segenap hati mendampingi putra-putrinya, aku jadi berpikir, anak-anak ini suatu hari nanti tidak mustahil akan jadi orang-orang yang memberi dampak buat lingkungannya.</p>
<p>Aku teringat Thomas Alva Edison &amp; mamanya.</p>
<p>Seringkali ibu sebagai orangtua yang paling banyak berada di samping anak homeschool-nya, dalam beberapa hal merasa terbentur dengan keterbatasannya. Merasa tidak mampu, belum lagi jika ketambahan beban finansial. &#8220;Apakah dengan budget segini, anakku akan mampu bersaing dengan anak-anak yang uang sekolahnya sampai jutaan sebulan?&#8221;</p>
<p>Kalo ngomongin soal &#8216;learning&#8217;, sebaiknya kita mengambil sikap bahwa: sky is my limit. Dalam keterbatasan kita ini, kita bisa tetap membentuk kecintaan akan belajar untuk si pembelajar cilik kita.. seperti yang Nancy Edison lakukan untuk Al.</p>
<p>Bisa dibilang karena Nancy Edison-lah, Thomas Alva Edison (Al) menjadi seseorang yang kita kenal saat ini, seorang penemu yang memegang 1.093 hak paten atas penemuan-penemuannya.</p>
<p>Saat berumur 7 tahun, Al dipulangkan dari sekolah setelah sekolah sekitar 3 bulan, karena dianggap bingunan, ga bisa fokus (familiar dengan istilah ini? mungkin sekarang yang disebut ADD/ADHD, dll &#8211; devi), bodoh, lambat, (mo yung :p &#8211; devi), terlalu banyak bertanya; selain itu Al juga benci matematika.</p>
<p>Nancy segera menemui kepala sekolah anaknya Pendeta G.B Engle. Pertemuan itu tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan Nancy. Pihak sekolah bersikeras bahwa Al tidak bakal bisa diajari.</p>
<p>Nancy Edison yang marah, segera menarik anaknya dari sekolah (dan mungkin sempat mencoba beberapa sekolah lagi) dan mengambil keputusan untuk mendidiknya sendiri di rumah.</p>
<p>Thomas Alva Edison, bisa jadi memperoleh mutu pendidikan yang jauh lebih baik ketimbang anak-anak pada jamannya, bahkan mungkin lebih baik dari kita sekali pun. Bukan karena ibunya punya kualifikasi khusus. Nancy Edison memang pernah jadi guru, tapi tak lama.</p>
<p>Kunci keberhasilan Al adalah dedikasi seorang Nancy Edison yang melebihi semua guru yang paling berdedikasi sekalipun, karena dia punya keleluasan untuk mencoba berbagai macam cara untuk memenuhi kebutuhan <em>love of learning</em> anak bungsunya yang tidak bisa duduk diam.</p>
<p><img hspace="2" alt="ednancy" vspace="2" align="left" src="http://homeschool.chosenlight.com/wp-content/uploads/2010/03/ednancy.jpg" width="90" height="115" /></p>
<p>Nancy tidak pernah memaksa anaknya untuk harus begini dan begitu, ia selalu berusaha untuk menemukan minat anaknya dengan membacakannya buku-buku literatur dan sejarah yang bermutu yang memang dia (Nancy) sukai. Nancy adalah seorang yang suka membaca. Demikian yang ditulis oleh Matthew Josephson, penulis biografi Thomas A. Edison.</p>
<p>Thomas Edison selalu dikelilingi buku-bukuberkualitas. Umur 12 tahun Al sudah membaca Shakespeare, Dickens, Edward Gibbon&#8217;s Decline and Fall of the Roman Empire, David Hume&#8217;s History of England, dan banyak lagi. Nancy yang penuh dedikasi menemukan cara sederhana untuk memenuhi rasa ingin tahu anaknya yang selalu ingin tahu tentang apa saja. Dia mengamati bahwa Al menyukai <em>science</em>, dan membelikannya buku School of Natural Philoshopy, RG Parker, yang di dalamnya berisi cara-cara melakukan percobaan kimia di rumah. Inilah buku <em>science</em> pertama yang Al baca. Dan, banyak lagi buku science yang Al baca, yang semakin menarik perhatiannya kepada kimia.</p>
<p>Al membelanjakan seluruh uang sakunya untuk membeli peralatan2 untuk melakukan percobaan. Tak lama, dia pun membuat sendiri laboratorium bawah tanahnya. Ayahnya yang kurang setuju dengan kegiatan Al, sering memberikan uang supaya Al tidak melakukan percobaan2 di lab-nya. Al menggunakan uang ini untuk membeli peralatan lain. <img src='http://homeschool.chosenlight.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Josephson menulis, &#8220;Nancy telah menyelesaikan tugas yang hanya dapat dilakukan oleh guru-guru hebat. Nancy membawa anaknya kepada tahap lebih lanjut: belajar untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain, mengejar minatnya dan Nancy selalu memberikan dorongan bagi Al untuk terus maju. Itulah hal terbaik yang diberikan Nancy kepada Al.&#8221;</p>
<p>Nancy Edison boleh berbangga karena anaknya yang tadinya sudah dihakimi sebagai orang yang tidak punya potensi itu telah memberikan kontribusi yang besar untuk peradaban modern. Lebih bangga lagi jika jerih payahnya di awal diakui oleh anaknya, &#8220;My mother was the making of me. She was so true, so sure of me, and I felt I had some one to live for, some one I must not disappoint.&#8221;</p>
<p>_____________________________</p>
<p>Aku yakin sekali Thomas A. Edison dengan kepercayaan dari ibunya yang begitu besar, segera menemukan potensinya, mengejar minatnya dalam bidang mekanik &amp; kimia. Aku juga yakin banget, begitu Edison diberi kesempatan seluas2nya oleh ibunya, segera dia belajar sedemikian banyak sehingga pasti langsung melampaui pengetahuan ibunya.</p>
<p>Dari kisah ini kita bisa liat, seorang ibu rumah tangga yang tidak berlatar belakang kimia, apalagi mekanika, bisa mengantar anaknya menjadi seorang penemu besar. Ada karunia yang Tuhan beri untuk ibu yang memang dengan segenap hati mengasihi anaknya dan ingin menemukan potensi yang Tuhan telah berikan dalam hidup anak kita.</p>
<p>Suatu hari nanti, pasti habis apa yang bisa aku berikan kepada Joel. Aku ga suka kimia <img src='http://homeschool.chosenlight.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , ga demen Kalkulus, ga suka-suka amat dengan Fisika. Tapi jika aku berhasil mewariskan kecintaan akan belajar, bagaimana memperoleh informasi untuk pertanyaan-pertanyaan kita, aku yakin dia bisa ke tahap berikut dalam perjalanan seorang pembelajar: pembelajar mandiri. Dan akhirnya, dia akan jadi orang yang berdampak buat orang lain, buat masyarakat, buat bangsa dan mempermuliakan nama Tuhan.</p>
<p>So, jangan pernah meragukan kemampuanmu ya, mommies&#8230;. Pasti ada kasih karunia buat kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://homeschool.chosenlight.com/2010/03/inspiration-from-thomas-a-edisons-mom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkenalkan, Ibu Charlotte</title>
		<link>http://homeschool.chosenlight.com/2010/03/perkenalkan-ibu-charlotte/</link>
		<comments>http://homeschool.chosenlight.com/2010/03/perkenalkan-ibu-charlotte/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 11:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[sidenote]]></category>
		<category><![CDATA[Charlotte Mason]]></category>
		<category><![CDATA[CM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://homeschool.chosenlight.com/2010/03/perkenalkan-ibu-charlotte/</guid>
		<description><![CDATA[Lebih dari dua tahun yang lalu, saat sedang dalam pencarian kurikulum saya menemukan sebuah pendekatan belajar ramah anak yang dikemukakan oleh seorang pendidik asal Inggris, Charlotte Mason. Semakin hari membaca tentang ide-idenya, saya semakin menyukai buah pikirannya.
Metode Charlotte Mason adalah sebuah metode yang holistik, karena tidak semata-mata ngomongin masalah akademis, tetapi lengkap satu paket dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebih dari dua tahun yang lalu, saat sedang dalam pencarian kurikulum saya menemukan sebuah pendekatan belajar ramah anak yang dikemukakan oleh seorang pendidik asal Inggris, Charlotte Mason. Semakin hari membaca tentang ide-idenya, saya semakin menyukai buah pikirannya.</p>
<p>Metode Charlotte Mason adalah sebuah metode yang holistik, karena tidak semata-mata ngomongin masalah akademis, tetapi lengkap satu paket dengan pendidikan karakter + parenting. Menurut Ibu Charlotte, education is: an atmosphere, a discipline, a life.</p>
<p>Ini aku coba terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.. *semoga bisa tepat terjemahannya, soalnya bahasa Inggrisnya cukup dalem buat non native speaker kayak saya* tentang ide2 utama pendidikan ala Charlotte Mason (selanjutnya disingkat CM):</p>
<ul>
<li><strong>atmosphere</strong> berbicara tentang lingkungan di mana anak tinggal. Orangtua adalah pemberi dampak terbesar dalam kehidupan anak. Charlotte mengatakan, &#8220;Anak menghirup atmosfir yang terpancar dari orangtuanya, dan dari situlah dia mendapatkan bekal untuk menjalani hidupnya sendiri kelak.</li>
<li><strong>discipline.</strong> Charlotte menekankan pentingnya melatih anak dalam good habits, karena habit ini nanti yang akan menjadi pelayan setia mereka saat mereka besar nanti. Charlotte menganalogikan melatih kebiasaan2 baik ini seperti membangun rel kereta api sebagai jalan yang seorang anak lalui dengan mudah menuju kehidupannya sebagai orang dewasa. Good habits/kebiasaan baik akan memberikan pengaruh yang luar biasa dan harus memainkan peran penting dalam proses pendidikan seorang anak. Orangtua lah yang harus mempertimbangkan dengan baik, jalan mana yang sebaiknya harus dilalui anaknya, yang mendatangkan kebaikan dan sukacita.</li>
<li><strong>life.</strong> Charlotte ingin mengingatkan kita bahwa &#8220;pelajaran apa pun yang kita berikan ke anak, haruslah sesuatu yang hidup/nyata; bukannya sebuah rangkuman garing yang berisi beberapa informasi untuk dihafalkan. Dalam metode mengajarnya ibu Charlotte selalu berusaha menghidupkan materi pelajaran . Baik dalam membaca, menulis, aritmatika dan mata pelajaran lain. Dua hal penting yang harus diperhatikan: pertama ==&gt; pelajaran2 selalu disajikan sebagai sesuatu yang nyata, kedua, pelajaran2 di sekolah sesungguhnya hanya mencukup sepertiga dari gambaran besar (big picture) tentang pendidikan.</li>
</ul>
<p>Yang paling mengesankan saya adalah bagaimana cara CM memandang seorang anak. Banyak hal yang membuat saya tertemplak bahkan sampai menangis karena merasa selama ini telah terjebak dalam cara pikir yang salah. CM benar-benar menghargai seorang anak sebagai pribadi. Pemikiran beliau adalah, anak adalah seorang pribadi, miliknya sendiri, bukan milik orangtuanya. Seringkali cara orangtua mengatakan, &#8220;Saya punya dua anak,&#8221; seolah-olah menyatakan kepemilikan, sama dengan mengatakan, &#8220;Saya punya dua mobil, dua buku, dll&#8221;</p>
<p>Padahal, anak, saat dia lahir ke dunia, adalah sebuah pribadi yang utuh. CM menentang pemikiran yang berkata anak yang baru lahir sama dengan kertas putih polos dan orangtua lah yang harus menuliskan sesuatu di atas kertas putih itu. CM berkata, anak itu saat lahir sudah utuh, sudah jadi pribadi, sudah Tuhan tuliskan buatnya apa yang akan jadi garis kehidupannya. Tugas ortu BUKAN menuliskannya, tetapi memastikan, membimbing anak kita menggenapi apa yang Tuhan sudah rencakan buatnya.</p>
<p>Orangtua seringkali merasa superior, diberikan hak untuk memperlakukan anak dengan cara-cara yang tidak akan pernah dia lakukan terhadap orang lain. Bukan hal yang asing kan, kita dengar bagaimana anak menjadi pelampiasan kekesalan ayah terhadap ibunya, atau ibu terhadap ayahnya&#8230; anak menjadi korban.</p>
<p>Dalam Galatia 6:9-10, kita diperintahkan,<br />
<em>6:9  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.<br />
6:10  Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.</em></p>
<p>Kita diminta untuk berbuat baik kepada semua orang&#8230; dan&#8230; anak juga orang bukan? Dan kita juga mengharapkan anak kita menjadi kawan kita seiman, bukan?</p>
<p>Sejujurnya beberapa hal di atas tadi mengubah bbrp cara pandang saya dalam <em>homeschool</em> kami, khususnya cara saya memperlakukan anak. Saya bertobat dari ortu yang selalu datang sebagai hakim menjadi ibu yang mau mendengarkan dulu apa yang ada dalam pemikirannya. Saat terjadi sebuah konflik, saya tadinya cenderung langsung ingin cepat-cepat menyelesaikan masalah dengan memberikan solusi cepat (tindakan disiplin terburu2 termasuk spanking) tanpa memberi kesempatan anak belajar dari masalah tersebut. Saya pikir tindakan disiplin yang prematur ini lebih banyak efek negatifnya ke anak, karena selain berpotensi melukai hatinya, juga membuat dia tergantung kepada kita saat menghadapi masalah. &#8211;&gt; Mama datang, aku didisiplin, masalah selesai. That&#8217;s it</p>
<p>Masih banyak kebaikan yang bisa dipetik dari pemikiran seorang Charlotte Mason (1842-1923). Teman-teman jika ingin menggali lebih dalam tentang pemikiran2 beliau bisa liat2 di sini:</p>
<ol>
<li>baca langsung <a href="http://www.amblesideonline.org/CM/toc.html" target="_blank">tulisan beliau yang ditulis dalam bahasa Inggris jaman Ratu Victoria</a>.. jadi daripada kepala senut-senut, mending baca versi modernnya, yang sudah diparafrasekan dengan sukarela oleh L. N. Laurio <a href="http://www.amblesideonline.org/CM/ModernEnglish.html" target="_blank">di sini.</a></li>
<li>jika yang versi modern English pun masih bikin kepala nyut-nyutan, mendingan baca <a href="http://www.amblesideonline.org/CM/Summaries.html" target="_blank">rangkuman tulisannya</a>.</li>
<li>jika rangkumannya pun masih menimbulkan efek mual tak tertahankan, lebih baik tengok ke yang <a href="http://www.simplycharlottemason.com" target="_blank">lebih simpel di sini.</a> Mulailah dengan mendownload free ebook dari mereka: <a href="http://simplycharlottemason.com/books/education-is/">http://simplycharlottemason.com/books/education-is/</a> dan temukan ebook2 yang lain yang pasti akan berguna buat kita.</li>
<li>jika ada uang dan ada kesempatan, belilah buku2 yang bernafaskan CM. I love this one the best: For The Children&#8217;s Sake. Foundation of Education for Home and School. (Susan Schaeffer Macaulay).</li>
</ol>
<p>Semoga tulisan ini bisa mengilhami makin banyak ortu untuk jadi ortu yang lebih baik lagi untuk anaknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://homeschool.chosenlight.com/2010/03/perkenalkan-ibu-charlotte/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Freebie: Head of the Class Curriculum</title>
		<link>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/freebie-head-of-the-class-curriculum/</link>
		<comments>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/freebie-head-of-the-class-curriculum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 06:28:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[sidenote]]></category>
		<category><![CDATA[freebie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/freebie-head-of-the-class-curriculum/</guid>
		<description><![CDATA[
Dari sebuah situs, saya dapat info tentang Head of the Class, sebuah situs pendidikan gratis yang menyediakan kurikulum dari umur prasekolah -
kelas 8, tapi sementara baru sampai kelas 2, yang lain masih dalam
tahap pengerjaan.
Situsnya informatif sekali, dan cara kerjanya jelas. Pertama, kita daftar (free), lalu kita akan dapat akses ke dalam menu utama. Langkah selanjutnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img hspace="2" alt="logo" vspace="2" src="http://homeschool.chosenlight.com/wp-content/uploads/2010/02/logo-1.gif" width="274" height="87" /></p>
<p>Dari sebuah situs, saya dapat info tentang Head of the Class, sebuah situs pendidikan gratis yang menyediakan kurikulum dari umur prasekolah -<br />
kelas 8, tapi sementara baru sampai kelas 2, yang lain masih dalam<br />
tahap pengerjaan.</p>
<p>Situsnya informatif sekali, dan cara kerjanya jelas. Pertama, kita daftar (free), lalu kita akan dapat akses ke dalam menu utama. Langkah selanjutnya, kita tinggal download bahan belajarnya yang disajikan dalam bentuk ebook. Kemudian kita tinggal ikuti <em>lesson plan</em><br />
yang sudah disediakan di dalam menu utama dalam akun kita.</p>
<p>Setelah dilihat-lihat sekilas, sepertinya cukup menarik dan komplit<br />
&#8211; karena mencakup bahasa (phonics, spelling), geografi, matematika,<br />
dll <img src='http://homeschool.chosenlight.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ada lembar kerja, interactive learning, dan aktivitas lain<br />
juga. Sertifikat bahkan disediakan oleh mereka, tinggal kita cetak di printer <img src='http://homeschool.chosenlight.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya juga sudah periksa2 tentang pemilik situs ini: Kris Jamsa Ph.D,<br />
MBA &#8212; kita harus punya sikap hati-hati, tidak mudah percaya kalo<br />
menyangkut dunia maya, sesuatu yang <em>too good to be true</em> harus<br />
benar-benar dicek kebenarannya &#8212; sepertinya punya latar belakang yang<br />
bisa dipercaya, karena beliau ini sudah menghasilkan banyak buku2<br />
tentang computer programming, dan master &amp; PhD-nya adalah di bidang<br />
pendidikan.</p>
<p>coba2 aja ditengok ya&#8230;<br />
<a href="http://www.theheadoftheclass.com/SplashPage/SplashPage.aspx">http://www.theheadoftheclass.com/SplashPage/SplashPage.aspx</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/freebie-head-of-the-class-curriculum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chinese New Year Unit Study</title>
		<link>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/chinese-new-year-unit-study/</link>
		<comments>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/chinese-new-year-unit-study/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 22:30:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[sidenote]]></category>
		<category><![CDATA[chinese new year]]></category>
		<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[unit study]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://homeschool.chosenlight.com/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Nah, karena sekarang sudah gabung dengan co-op, saya kebagian tugas jadi tutor untuk anak-anak yang berusia antara 9-11 tahun. Tidak tahu mengapa para ortu ini mempercayakan anak-anak mereka yang sudah menjelang remaja ini kepada saya. \(&#62;o&#60;)/ .Do I look like a pro? Hohohoho.
Jadi, saya sedang mempersiapkan sebuah mini unit study &#38; lesson plan tentang Chinese [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="MARGIN: 4px" class="alignleft size-thumbnail wp-image-385" title="CNY" alt="CNY" src="http://homeschool.chosenlight.com/wp-content/uploads/2010/02/26598-Clipart-Illustration-Of-A-Pink-Haired-Japanese-Girl-In-Cultural-Clothes-Holding-A-Lighter-And-Igniting-Firecrackers-On-New-Years-150x150.jpg" width="105" height="105" />Nah, karena sekarang sudah gabung dengan co-op, saya kebagian tugas jadi tutor untuk anak-anak yang berusia antara 9-11 tahun. Tidak tahu mengapa para ortu ini mempercayakan anak-anak mereka yang sudah menjelang remaja ini kepada saya. <strong>\(&gt;o&lt;)/</strong> .Do I look like a pro? Hohohoho.</p>
<p>Jadi, saya sedang mempersiapkan sebuah mini unit study &amp; lesson plan tentang Chinese New Year &#8212; hari raya terdekat &#8212; dan tentu akan ada pengantar tentang China.</p>
<p><strong>Chinese NY 2010: 14 Februari</strong></p>
<p>Umumnya tahun baru cina tidak diikuti oleh angka tahun, namun ada dua versi tentang ini, 2561 menurut Kongzi Era dan 4707 menurut Huangdi Era.</p>
<p>Tahun baru cina disebut Sin Cia (sin=baru cia=tahun) atau Imlek di Indonesia, adalah perayaan datangnya tahun yang baru sesuai penanggalan Cina. Kalender Cina berbeda dengan kalender yang kita gunakan saat ini, disesuaikan dengan pergerakan bulan &amp; matahari atau disebut kalender lunisolar. Sementara contoh kalender lunar sungguhan adalah: kalender Islam (Hijriah).</p>
<p>Sin Cia biasanya jatuh antara 21 Januari &#8211; 19 Februari. Selain China, negara lain yang menggunakan penanggalan cina adalah negara-negara yang memiliki akar budaya China seperti Vietnam dan Korea, juga merayakan tahun baru di tanggal yang sama. Di Vietnam disebut Tet, di Korea Selatan disebut Sol Nal.</p>
<p>Sin Cia diperingati selama 15 hari. Dimulai dari tanggal 1 saat bulan baru (tidak kelihatan dari bumi) dan diakhiri tanggal 15 waktu bulan purnama. Hari ke-15 ini disebut cap go meh (hokkien) dan dirayakan dengan festival lampion.</p>
<p>Konon, hanya di Indonesia-lah tahun baru ini disebut Imlek (mandarin: Yinli), karena Imlek dalam bahasa hokkien berarti kalender bulan, jadi tidak ada hubungannya dengan tahun baru.</p>
<p>Sincia menandakan datangnya musim semi di China, karena itu disebut juga sebagai festival musim semi. Karena China adalah bangsa agraris, Sincia berarti tiba saatnya bagi petani untuk mulai menanam. Jeruk lokam/ponkam/shantang yang dipetik saat menjelang tahun baru ini rasanya lebih manis ketimbang yang dipetik sebelumnya. Karena itu lebih baik membeli buah-buah ini saat Sincia mendekat. ( ^-^)</p>
<p><strong>Tradisi<br /></strong>Sebelum Sin Cia datang, biasanya orang Tionghoa membersihkan rumahnya secara menyeluruh (spring cleaning). Bahkan ada yang mengecat ulang rumahnya. Selain rumah, diri sendiri juga harus tampil prima. Tidak heran pas Sin Cia banyak yang punya penampilan baru (baju baru, sepatu baru, potongan rambut baru).</p>
<p>Malam tahun baru adalah malam keluarga. Semua berkumpul di meja makan dan berusaha tidur semalam mungkin. Menu dipilih dengan cermat, karena tiap makanan harus punya makna yang baik. Bubur misalnya, harus dihindari karena bubur melambangkan kemiskinan. Arak/anggur/jiu dihidangkan malam itu, semua anggota keluarga termasuk anak-anak ikut mencicipinya. Lampu dinyalakan sepanjang malam. Kembang api dan petasan akan membuat malam itu semakin meriah. Semua orang bersuka cita mengharapkan datangnya tahun yang baru.</p>
<p>Pas Sin Cia, orang Tionghoa akan bangun pagi-pagi dan membuka pintu rumahnya lebar-lebar, supaya rejeki bisa masuk dengan leluasa. Hari itu mereka tidak akan membersihkan rumah, termasuk menyapu, karena dipercaya rejekinya juga akan ikut tersapu.</p>
<p>Sementara itu, anak-anak juga ikut bangun pagi. Mereka akan mendatangi orangtuanya, membungkuk dan memberi ucapan selamat, juga mendoakan orangtua mereka agar tetap sehat dan panjang umur. Setelah itu orangtua akan memberikan amplop berwarna merah (Hongpao/Angpao &#8211;&gt; hong/ang = merah; pao = bungkusan). Angpao diberikan kepada semua yang belum menikah.</p>
<p><strong>Legenda<br /></strong>Macam-macam legenda tentang Sincia, ini salah satunya.</p>
<p>Jaman dulu hiduplah monster bernama Nian. Selama musim dingin dia tidur panjang (hibernasi seperti beruang kutub) dan waktu musim semi dia bangun dan sangat kelaparan.</p>
<p>Nian akan datang ke desa mencari apa saja yang bisa dimakan, termasuk manusia.. hiyyy. Biasanya penduduk desa tersebut menghidangkan banyak makanan di depan pintu rumahnya, supaya Nian kenyang dan tidak memakan mereka.</p>
<p>Suatu hari mereka mendapatkan bahwa si Nian ini ternyata takut dengan seorang anak kecil berbaju merah. Sejak saat itu warna merah dipakai di mana-mana supaya Nian takut. Mereka juga berhasil mengetahui bahwa Nian takut dengan bunyi berisik, karena itu mereka akan membuat gaduh, salah satunya dengan memasang mercon.</p>
<p>Xin Nian/Sin Cia (xi= baru; nian, cia=tahun) secara harafiah berarti melewatkan Nian, Nian sudah lewat.</p>
<p><strong>Ucapan Selamat</strong><br />
Ucapan Gong xi fa cái atau Keong hee huat chye/Kiong-hí hoat-châi (Hokkien); atau Gong hei fat choi (Hakka), sering diucapkan waktu perayaan tahun baru Cina/Imlek. Walau sering disalahterjemahkan sebagai &#8220;Selamat Tahun Baru&#8221; arti sebenarnya adalah &#8220;Selamat dan sejahtera (rejeki melimpah)&#8221;.</p>
<p><strong>Tahun Macan<br /></strong>Bulan selesai mengelilingi bumi selama 60 tahun dan terdiri dari 5 putaran, yang maka tiap putaran ini terdiri dari 12 tahun yang direpresentasikan oleh 12 binatang. Tahun ini adalah tahun Macan.</p>
<p>Masyarakat Cina percaya bahwa setiap manusia yang lahir mempunyai sifat dan kepribadian yang dipengaruhi oleh binatang yang menjadi simbol tahun itu.</p>
<p><em>end of part#1 &#8211; to be continued</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/chinese-new-year-unit-study/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Homeschool Co-op: Salah Satu Solusi untuk Sosialiasi</title>
		<link>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/homeschool-co-operative-salah-satu-solusi-untuk-sosialiasi/</link>
		<comments>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/homeschool-co-operative-salah-satu-solusi-untuk-sosialiasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 08:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[sidenote]]></category>
		<category><![CDATA[co-op]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/co-operative-homeschoolers-salah-satu-solusi-untuk-sosialiasi/</guid>
		<description><![CDATA[Kami jadi gabung dengan beberapa keluarga di daerah Serpong, membentuk komunitas pendukung untuk para homeschooler independen. Di US sana komunitas seperti ini disebut support group dan kegiatan belajar bersamanya disebut co-op, singkatan dari homeschool cooperative.
Saya sangat menyadari betapa kurangnya Joel terekpos dengan orang lain, itu sebabnya dia seperti bingung bagaimana cara bersikap, bicara dengan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami jadi gabung dengan beberapa keluarga di daerah Serpong, membentuk komunitas pendukung untuk para homeschooler independen. Di US sana komunitas seperti ini disebut support group dan kegiatan belajar bersamanya disebut co-op, singkatan dari homeschool cooperative.</p>
<p>Saya sangat menyadari betapa kurangnya Joel terekpos dengan orang lain, itu sebabnya dia seperti bingung bagaimana cara bersikap, bicara dengan orang lain, dan lain-lain.</p>
<p>Dan, dalam seminggu ini, kami sudah ketemuan dua kali.. hihihihi.. mau ga mau Joel juga perlu beradaptasi, menyesuaikan diri walau masih lambaaat.</p>
<p>Untuk sementara kegiatan co-op akan berlangsung seminggu sekali. Family gathering dua bulan sekali. Kami sudah merencanakan untuk mengadakan field trip dua bulan sekali. Kegiatan olahraga yang memang agak sulit didapat homeschooler jika tidak mengusahakannya sendiri, akan kami adakan juga secara rutin.</p>
<p>Joel yang punya kepribadian stabil, biasanya terkesan pemalu dan pendiam. Dari kecil memang sudah terlihat kecenderungannya menghindari konflik. Sampai hari ini sudah beberapa kali saya lihat, dia tidak pernah marah malah bingung jika terjadi konflik dengan teman. <img src='http://homeschool.chosenlight.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Mainannya dirusakin, dia malah ketawa-ketawa, sepedanya ditendangi temannya yang kesal sama dia, dia ikutan nendang.. hahahahaha&#8230; Kadang saya agak kuatir, bisa ga ya dia membela dirinya sendiri.</p>
<p>I really put my hope on this community. Sudah waktunya Joel belajar dari orang lain dan porsi Mama mulai mengecil <img src='http://homeschool.chosenlight.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Dia sudah akan 6 tahun lho.</p>
<p>Wih, cepat sekali ya waktu berlalu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/homeschool-co-operative-salah-satu-solusi-untuk-sosialiasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk Penyuka Keteraturan: Homeschool Tracker</title>
		<link>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/untuk-penyuka-keteraturan-homeschool-tracker/</link>
		<comments>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/untuk-penyuka-keteraturan-homeschool-tracker/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 04:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[sidenote]]></category>
		<category><![CDATA[curriculum]]></category>
		<category><![CDATA[get organized]]></category>
		<category><![CDATA[tools]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/untuk-penyuka-keteraturan-homeschool-tracker/</guid>
		<description><![CDATA[Masih berkaitan dengan posting tentang rapor &#38; transkrip, sebenarnya orangtua yang cukup rajin dan telaten bisa menggunakan software semacam  Homeschool Tracker ini untuk mencatat kegiatan belajar bersama hari itu.
Dengan HS Tracker, ortu/pendidik bisa mencatat dari kehadiran, tugas, test sampai field trip. Agak ribet awalnya untuk seorang tanpa latar belakang guru (yang tidak terlalu ngerti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih berkaitan dengan posting tentang rapor &amp; transkrip, sebenarnya orangtua yang cukup rajin dan telaten bisa menggunakan software semacam  Homeschool Tracker ini untuk mencatat kegiatan belajar bersama hari itu.</p>
<p>Dengan HS Tracker, ortu/pendidik bisa mencatat dari kehadiran, tugas, test sampai field trip. Agak ribet awalnya untuk seorang tanpa latar belakang guru (yang tidak terlalu ngerti paperwork seorang guru) memahami cara kerja sofware ini, tapi lama-lama kalo udah biasa, mengerti juga.</p>
<p>Software ini bisa men-generate daftar kehadiran, report card (rapor), dll untuk kurun waktu sesuai keinginan kita. Cukup membantu. Sayangnya saya bukan tipe yang telaten untuk beginian. *grin*</p>
<p>Klik gambar di bawah ini kalau mau lihat versi yang lebih besar. Note: ini cuma sample ya.</p>
<p><a href="http://homeschool.chosenlight.com/wp-content/uploads/2010/02/attendance-sample-11.jpg" target="_blank"><img style="margin: 2px;" src="http://homeschool.chosenlight.com/wp-content/uploads/2010/02/attendance-sample-1-small1.jpg" alt="attendance-sample" hspace="2" vspace="2" width="90" height="63" align="left" /></a><a href="http://homeschool.chosenlight.com/wp-content/uploads/2010/02/report-sample-1.jpg" target="_blank"><img style="margin: 2px;" src="http://homeschool.chosenlight.com/wp-content/uploads/2010/02/report-sample-1-small1.jpg" alt="report-sample" hspace="2" vspace="2" width="90" height="65" /></a></p>
<p>Versi basicnya bisa didownload gratis <a href="http://www.homeschooltracker.com/tracker_basic.aspx" target="_blank">di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://homeschool.chosenlight.com/2010/02/untuk-penyuka-keteraturan-homeschool-tracker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Considering Changing to Textbooks Approach</title>
		<link>http://homeschool.chosenlight.com/2010/01/considering-changing-to-textbooks-approach/</link>
		<comments>http://homeschool.chosenlight.com/2010/01/considering-changing-to-textbooks-approach/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 08:41:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[sidenote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://homeschool.chosenlight.com/2010/01/considering-changing-to-textbooks-approach/</guid>
		<description><![CDATA[Mengikuti kurikulum MFW 1stgrade, kami behind schedule. Dari 180 hari yang dijadwalkan, kami baru menyelesaikan 40%-nya. Bukan prestasi yang membanggakan   namun apa mau dikata, bayi Chloe hadir dan mengobrak-abrik seluruh hidup kami pada masa awal kedatangannya di dunia. :p
Setelah hampir dua tahun bersama MFW, saya mulai agak jenuh. Agak capek juga karena banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 2px;" src="http://homeschool.chosenlight.com/wp-content/uploads/2010/01/confused.jpg" alt="confused" hspace="2" vspace="2" width="67" height="68" align="left" />Mengikuti kurikulum MFW 1stgrade, kami <em>behind schedule</em>. Dari 180 hari yang dijadwalkan, kami baru menyelesaikan 40%-nya. Bukan prestasi yang membanggakan <img src='http://homeschool.chosenlight.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  namun apa mau dikata, bayi Chloe hadir dan mengobrak-abrik seluruh hidup kami pada masa awal kedatangannya di dunia. :p</p>
<p>Setelah hampir dua tahun bersama <a href="http://www.mfwbooks.com" target="_blank">MFW</a>, saya mulai agak jenuh. Agak capek juga karena banyak kegiatan <em>hands-on</em> yang membuat saya lumayan putar otak menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Gampang jika ada kendaraan yang bisa dipakai sewaktu-waktu, gampang jika ada asisten yang bisa disuruh-suruh atau bisa menjaga si bayi saat kita belajar bersama anak yang lebih besar. Akhirnya sering aktivitas yang disarankan itu tidak kami lakukan. <img src='http://homeschool.chosenlight.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, jauh dari idealisme, saya sedang mempertimbangkan kurikulum model textbook, workbook. Harapan saya, Joel bisa mengerjakan sendiri tugas-tugasnya tanpa banyak tergantung kehadiran saya.</p>
<p>Setelah mencari-cari; biasanya kurikulum-kurikulum besar dan mapan, yang sangat berbau sekolah; seperti ACE, A Beka, BJU, saya kesampingkan dulu, saya ketemu dan suka dengan <a href="http://www.mcruffy.com/" target="_blank">McRuffy Press</a>. *hahaha, saya langsung membayangkan  teman-teman sesama ortu HS yang akan mengomentari kecenderungan saya memilih kurikulum-kurikulum aneh di luar mainstream, seperti pilihan MFW sebelumnya.</p>
<p>Bukan karena matematika dan science-nya yang sangat hands-on, tapi karena kurikulum ini minim persiapan, bisa dikata semuanya sudah disiapkan oleh mereka. Memang yang kayak gini yang saya cari. Saya cukup capek selama beberapa bulan ini harus keluar rumah (tunggu hubby pulang dari kantor sekitar jam 7-8 malam) untuk mencari benda-benda pernik seperti: balon, kacang lentil, kawat, dll.</p>
<p>Harganya juga cukup <em>reasonable</em>. Untuk tiga mata pelajaran (Bahasa Inggris &#8212; reading, handwriting, spelling&#8211; Matematika, IPA) berikut buku manual, 34 buku bacaan produk sendiri, math kit, science kit, dan resource pack harganya masih belum sampai $300.</p>
<p>Tapi saya masih belum yakin, karena selain ini program sekuler; beda jauh dengan MFW kami yang <em>Bible-integrated</em>; ini juga berarti akan ada tiga buku manual sementara dengan MFW saya cukup pegang satu buku manual.</p>
<p>Program sekuler juga berarti saya harus mempertimbangkan perlu tidaknya saya membeli/membuat sendiri program <em>bible study</em>-nya. Atau cukup mengandalkan Sekolah Minggu? Sejauh ini, beberapa kali saya mendapati dia asik membaca sendiri <a href="http://www.amazon.com/Candle-Read-Share-Bible/dp/1859856462/ref=sr_1_1?ie=UTF8&amp;s=books&amp;qid=1264232919&amp;sr=1-1" target="_blank">Alkitabnya</a>, tiap kami mengcover satu topik di MFW 1stgrade.</p>
<p>Karena alasan ini juga akhirnya saya mempertimbangkan <a href="http://www.heartofdakota.com" target="_blank">Heart of Dakota</a> (HOD) yang sama dengan MFW, berangkat dari akar metode Charlotte Mason, programnya sangat gentle, tidak terlalu berasa seperti sedang belajar. Dibanding MFW HOD lebih gentle, lebih CM, tidak terlalu butuh banyak persiapan, dan Bible study-nya lebih ke arah karakter sementara MFW arahnya ke pekerjaan misi. Sayang HOD sangat American-focus.</p>
<p>Tapiii.. jika dipikir-pikir lagi, kira-kira kenapa Joel begitu tertarik dengan geografi, sejarah, bahkan sampai hafal ke-44 presiden Amerika jika saya tidak pernah terbuka wawasannya bahwa yang namanya belajar itu bukan melulu Matematika, IPA, dan Bahasa? Bahwa ada kurikulum yang backbonenya adalah sejarah, lebih ideal lagi sejarahnya didasarkan pada sebuah kitab yang kami percaya adalah kebenaran mutlak. Bahwa sejarah, geografi dan itu sangat menarik dan menyenangkan, apalagi dengan bantuan teknologi semacam Google Earth yang membuat Joel asik keliling dunia secara virtual, masuk ke dalam Colosseum di Roma yang dibangun tahun 80 M, pergi ke kota tua Sana&#8217;a di Yaman.</p>
<p>Phewwww&#8230; Intinya saya lagi kebingungan sendiri sebaiknya bagaimana. Entahlah. Mungkin harus berdoa lagi minta bimbingan Tuhan dalam menentukan kurikulum untuk level berikut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://homeschool.chosenlight.com/2010/01/considering-changing-to-textbooks-approach/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rapor, Transkrip Nilai &amp; Ijazah</title>
		<link>http://homeschool.chosenlight.com/2010/01/rapor-transkrip-nilai-ijazah/</link>
		<comments>http://homeschool.chosenlight.com/2010/01/rapor-transkrip-nilai-ijazah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 01:59:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[sidenote]]></category>
		<category><![CDATA[get organized]]></category>
		<category><![CDATA[tools]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://homeschool.chosenlight.com/2010/01/rapor-transkrip-nilai-ijazah/</guid>
		<description><![CDATA[
Tiga hal yang saya sebut di atas bagi sebagian institusi (juga orang-orang tertentu) adalah segala-galanya.
Seringkali ortu mundur dari keinginan untuk melakukan homeschool karena bayang-bayang kekuatiran akan ketiadaan ijasah anaknya. Apakah anak saya bisa diterima di univ? Bagaimana jika sewaktu-waktu kami ingin kembali ke sekolah? Tanpa adanya rapor dan ijazah sepertinya agak mustahil ya?
Untuk masalah ijazah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img hspace="2" alt="report card[1]" vspace="2" align="left" src="http://homeschool.chosenlight.com/wp-content/uploads/2010/01/report_card1.gif" width="90" height="66" /></p>
<p>Tiga hal yang saya sebut di atas bagi sebagian institusi (juga orang-orang tertentu) adalah segala-galanya.</p>
<p>Seringkali ortu mundur dari keinginan untuk melakukan homeschool karena bayang-bayang kekuatiran akan ketiadaan ijasah anaknya. Apakah anak saya bisa diterima di univ? Bagaimana jika sewaktu-waktu kami ingin kembali ke sekolah? Tanpa adanya rapor dan ijazah sepertinya agak mustahil ya?</p>
<p>Untuk masalah ijazah, kita bisa memanfaatkan pilihan ujian paket A/B/C yang diselenggarakan oleh pemerintah kita. Selain itu ada juga ujian berskala internasional seperti yang diadakan oleh lembaga terhormat dari Inggris <a href="http://www.cie.org.uk/" target="_blank">University of Cambridge International Examinations</a> (CIE), atau ujian ala USA yaitu <a href="http://www.collegeboard.com/student/testing/sat/about/SATI.html" target="_blank">SAT reasoning</a>, dan lain-lain. CIE, SAT punya perwakilan di Indonesia, jadi ujiannya bisa dilakukan di sini. Ya, kira-kira seperti TOEFL atau IELTS.</p>
<p>Ujian paket mewajikan adanya ijazah dari jenjang sebelumnya untuk mengambil ujian jenjang berikut, misal untuk ikut ujian paket B, harus ada ijazah SD, demikian seterusnya. Selain itu juga ada batasan umur minimum. Berbeda dengan ujian standarisasi internasional yang bisa diambil kapan saja, usia berapa saja. Biaya ujian bisa dilihat di website masing-masing. Yang pasti, jauh lebih terjangkau daripada menyekolahkan anak di sekolah internasional atau sekolah nasional plus atau swasta sekali pun.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan rapor?</strong></p>
<p>Rapor sebenarnya hanya dibutuhkan jika HS bubar di tengah jalan <img src='http://homeschool.chosenlight.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Tidak tertutup kemungkinan juga ada sekolah yang mau menerima anak HS tanpa rapor asal lulus tes yang mereka adakan.</p>
<p>Namun, untuk ketenangan batin, sebagian orangtua merasa lebih afdol jika anaknya punya rapor, ada pihak lain yang menilai hasil pekerjaan anaknya &#8212; walaupun harusnya orangtua HS inilah yang paling tahu seberapa jauh pemahaman anaknya akan sebuah subyek.</p>
<p>Beberapa ortu memilih opsi distance learning (sekolah jarak jauh) yang akan memberikan layanan konsultasi, kurikulum, assigned teacher, grading service, dll. Semua aman terkendali karena ada korespondensi, ortu wajib melaporkan perkembangan anaknya ke pihak sekolah di tempat yang nun jauh di sana. Nanti pihak sekolah akan mengeluarkan transkrip nilai dan diploma (ijazah). Biayanya cukup tinggi, jutaan sampai puluh juta, karena sudah termasuk materi ajar.</p>
<p>Nah, saya menemukan setidaknya dua lembaga di USA yang bisa memberikan grading service, record maintaining, bahkan counseling dengan harga sangat terjangkau ($50-75/thn).</p>
<p><a href="http://www.homelifeacademy.com">Homelife Academy</a> dan <a href="http://www.crossroadschristianschool.com/" target="_blank">Crossroads Christian School</a> dua-duanya berspirit kristiani, memberikan layanan juga untuk keluarga yang tinggal di luar US. Saya duga ini karena awalnya cukup banyak pelaku HS yang adalah misionaris atau bekerja di sektor militer, mereka ingin anak mereka mendapat pendidikan model US namun tidak mungkin didapatkan di negara tempat mereka ditugaskan. Namun, baik HLA maupun CCS melayani juga keluarga-keluarga yang bukan warga negara Amerika Serikat.</p>
<p>Orangtua bebas memilih kurikulum apa pun yang dia suka, mau dicampur juga boleh, unschooling pun monggo. Ada sedikit paperwork, orangtua diharapkan bisa memberikan laporan pekerjaan anaknya minimal dua kali setahun.</p>
<p>Saya berencana mendaftar di Homelife Academy untuk tahun ajaran mendatang, walau sebenarnya kami tidak ikut tahun ajaran mana-mana. Semoga saya bisa lebih tenang dalam berHS.</p>
<p>GBU.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://homeschool.chosenlight.com/2010/01/rapor-transkrip-nilai-ijazah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
