Joel's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

It’s Christmas

Sudah di bulan Natal.
nativity-scene-thumb11155040.jpg Homeschool kami akan merayakannya dengan ‘menjelajahi dunia’, melihat bagaimana hari Natal dirayakan di negara-negara lain. Kami akan mengikuti sebuah unit studi di dalam kurikulum yang sudah lama dibeli tapi sudah lama tidak dipakai: Galloping the Globe (GtG). Jika tidak punya buku ini tidak perlu kuatir, karena di internet banyak resource yang tersedia untuk mempelajarinya.

Website whychristmas.com sudah lebih dari cukup untuk melakukan aktivitas Natal ini. Untuk memperkaya bahan, kombinasikan dengan website santas.net & website homeschoolshare.com.

Jika mengikuti kurikulum GtG, kami akan menjelajahi:

  1. Jepang
  2. Cina
  3. Rusia
  4. Inggris Raya
  5. Prancis
  6. Italia
  7. Jerman
  8. Spanyol
  9. Mexico
  10. Nigeria

Aktivitasnya bisa dengan membuat hiasan khas negara tersebut dan digantungkan ke pohon natal internasional kita. Yang suka masak bisa membuat hidangan natal khas negara tersebut. Negara yang tidak punya tradisi Natal kuat seperti Indonesia, sepertinya tidak punya hidangan khas, hidangan khas kita adalah ketupat dan opor untuk hari raya Idul Fitri :) .

Jangan lupa mempelajari ucapan selamat Natal dalam berbagai bahasa. Waktu yang tepat juga untuk meluruskan sejarah Santa Claus/Sinterklaas. Klik di sini untuk melihat perbandingan antara St. Claus dan Saint Nicholas.

Berikut terjemahan bebas oleh saya untuk cuplikan artikel dari stnicholascenter.org.

Kisah sejati tentang Santa Claus bermula dari seorang Nicholas, yang lahir sekitar abad ketiga di desa Patara, Yunani (kini jadi bagian dari Turki).

Lahir dalam keluarga kaya, Nicholas dibesarkan dalam lingkungan kristen yang taat oleh kedua orangtuanya yang meninggal karena ada wabah penyakit pada waktu Nicholas masih muda.

Melakukan perintah Yesus untuk “menjual semua milikmu dan berikan pada orang miskin,” maka Nicholas menggunakan semua warisannya untuk membantu mereka yang membutuhkan, yang sakit dan yang menderita. Ia mempersembahkan hidupnya untuk melayani Tuhan dan diangkat menjadi Uskup kota Myra ketika dia masih berusia muda. Uskup Nicholas menjadi terkenal karena kebaikan hatinya, suka menolong orang, juga karena kasihnya pada anak-anak, dan perhatiannya kepada pelaut dan minatnya pada kapal.

Di masa pemerintahan Kaisar Diocletian dari Roma, yang dengan kejam menganiaya orang-orang Kristen, Uskup Nicholas pun harus menderita karena imannya. Dia dibuang dan dipenjara. Penjara-penjara justru penuh dengan para uskup, pastur dan diaken, tidak ada tempat untuk penjahat yang asli—pembunuh, pencuri dan perampok.

Catatan: Setelah dibebaskan, Nicholas sempat menghadiri Konsili Nicea I tahun 325. *tambahan dari saya: Konsili ini adalah sebuah pertemuan oikumenis, karena inilah upaya pertama untuk mencapai kesepakatan dalam hidup bergereja yang mewakili keseluruhan umat Kristiani.*

Nicholas meninggal tanggal 6 Desember 343 di Myra dan dimakamkan di gereja katedralnya. Peringatan kematiannya inilah yang dirayakan setiap tanggal 6 Desember sebagai hari St. Nicholas.

Beda sekali kan kesan yang didapat dari cerita di atas dengan Sinterklas gendut berbaju merah yang kita lihat di mal-mal?

Terakhir, inilah salam Natal dalam bahasa Arab: Eid Milad Majeed (Glorious Birth Feast).

Belajar Hari Ini

Hari ini kegiatan belajar bersama kami sangat menyenangkan.

Saya dan Joel duduk berdua di hadapan meja kopi (terjemahan bebas untuk coffee table) baru kami; tadinya kami belajar di meja makan. Saya mencoba memberikan segenap perhatian buat dia, biasanya saya sambi masak. Dengan full attention dari saya, terlihat sekali dia bisa bekerja lebih efektif. Ya jelaslah, siapa sih yang suka disambi.

Untuk matematika, Joel baru saja menyelesaikan semua pelajaran tentang penjumlahan, yang berarti semua factsheet penjumlahan sudah dia lalui tanpa dia harus susah payah menghafalnya, thanks to Math U See.

Saya masih terkagum-kagum dengan cara MUS mengajarkan matematika pada anak. Factsheet (bahasa Indonesianya apa ya? tabel penjumlahan kali ya), tidak dihafalkan dengan cara 1+1=2 dst. Anak-anak diberikan pola. Misal: pola penjumlahan 0, penjumlahan 1, penjumlahan 2, penjumlahan dobel, penjumlahan 8, penjumlahan 9. Jika dia sudah kuasai dia akan menandai tabel yang sudah dibuat. Nanti, rupanya akan tersisa sedikit penjumlahan yang tidak punya pola, yaitu 5+7 & 7+5, 4+7 & 7+4. Akan saya upload-kan foto tabel penjumlahan kami segera.

Lalu, kami masuk ke cerita Alkitab mengikuti kurikulum utama kami. Kami punya timeline project sejarah menurut Alkitab dan saat ini kami sampai ke kisah keturunan Adam. Pernah baca? Tadi kami baca versi CEV-nya, klik di sini mau lihat yang versi Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS). Bagaimana? Agak membosankan ya? Isinya hanya nama, dan usia Adam dan keturunannya.

Namun, Joel sukaaaa sekali membacanya. Aneh ya? :p. Dia terkagum-kagum dengan fakta bahwa Adam meninggal usia 930. Juga mendapat info baru bahwa Metusalah adalah manusia yang paling lama hidup di bumi — 969 tahun. Juga bahwa Metusalah adalah kakek Nuh. Juga bahwa ada seorang yang bernama Henokh yang tidak pernah meninggal karena diangkat oleh Tuhan.

Saya ingat dulu ketika masih sangat semangat membaca Alkitab, saya membaca setiap kata pada pasal ini. Namun, saya tidak berpikir terlalu jauh, juga tidak ada satu fakta pun yang saya ingat. Joel mengingat dengan baik umur hidup Adam dan Metusalah. :) Dia juga jadi berpikir mengapa manusia sekarang umurnya lebih singkat. Tentu dia juga bertanya terus mengapa Henokh diangkat. Supaya Papanya ikut berkontribusi, saya suruh dia tanya pada Papanya. Jawabannya cukup memuaskan dia kok. Hehehe…

Jujur, saya juga mendapat sesuatu dari pelajaran hari ini. Wih, betapa berbedanya kualitas kehidupan di bumi dulu dengan sekarang.

Hm… cukup dulu merenungnya.

Curriculum Review: Math U See

Website: http://www.mathusee.com/

Ini adalah tahun kedua kami dengan Math U See. Dimulai dari level Primer, saat ini Joel sudah berada di lesson 16 level Alpha. Setiap level ada 30 pelajaran.

Math U See (MUS) adalah sebuah kurikulum matematika yang menggunakan pendekatan mastery. Sebelum sebuah topik dikuasai, pelajaran akan terus berkutat di situ. Beda dengan spiral approach yang memperkenalkan sebuah topik kemudian lanjut ke topik berikut dan nanti topik yang sudah diperkenalkan tadi akan dibahas lebih lanjut dalam pelajaran-pelajaran mendatang.

MUS, Math U See, matematika yang bisa kaulihat, mengajak anak melihat melalui balok-balok peraga bagaimana apa yang terjadi saat sebuah operasi matematika dilakukan.

Tingkatan-tingakatan dalam MUS: Primer – Alpha – Beta – Gamma- Delta, dst. Sesuai spirit homeschooling, MUS tidak membuat tingkatannya berdasarkan usia/kelas berapa, karena tiap anak punya kemampuan sendiri-sendiri.

Mengapa saya tertarik dengan MUS?
MUS menekankan pentingnya memahami konsep. Saya ingin anak saya memahami, tidak sekedar menghafal hitungan.

Sebagai contoh, murid-murid seringkali diajar untuk menghafal penjumlahan ini 1+1=2. Tapi dari mana angka 2 itu berasal tidak selalu dipahami oleh mereka.

Juga jika diberikan soal cerita, anak sering kebingungan apa yang harus dia lakukan dengan informasi-informasi yang ada. Dengan dipahaminya sebuah konsep matematika oleh anak, dia akan dengan mudah memutuskan langkah apa yang harus dia ambil.

Selain itu, MUS adalah kurikulum yang dibuat oleh seorang ayah yang juga meng-homeschool-kan anak-anaknya. Steve Demme adalah mantan guru matematika yang berpengalaman mengajar anak-anak dari berbagai usia. Anak Steve yang paling kecil adalah penderita Down Syndrome, sebab itu Steve berani mengatakan bahwa MUS cukup efektif digunakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus.

Manipulatives
Terdiri dari 80-piece balok warna-warni. Setiap warna mewakili suatu angka tertentu. Seratus diwaikili balok besar merah yang terdiri dari 100 unit balok kecil. Balok langsing panjang warna biru adalah puluhan yang terdiri dari 10 unit balok kecil. Sementara itu untuk angka 1-9 punya warna masing-masing. Jelasnya lihat di sini: http://www.mathusee.com/manipulatives.html

Saat sudah familiar dengan balok warna, Joel bisa melihat bahwa balok kuning (3) jika digabungkan dengan balok ungu (5) hasilnya sama panjang dengan balok coklat (8). Dengan memahami ini, anak tentu juga akan paham bahwa 5+3 sama dengan 3+5, komposisinya sama, hanya beda letak saja.

Teacher Pack
Terdiri dari Teacher Manual (TM) dan DVD. DVD ini sangaaat membantu jika saya sedang tidak punya ide bagaimana membuat Joel memahami maksud saya. :)

Sebagai contoh adalah topik membaca jam. Kesulitan yang sering dialami biasanya membaca jarum penunjuk jam yang posisinya tidak tepat menunjuk angkanya. Misal: pk 09.40, pada waktu ini, jarum jam sudah bergeser banyak dari angka 9 tetapi belum pas menunjuk angka 10. Steve memberi perumpamaan yang rasanya akan sangat dipahami oleh semua anak di dunia.

“Joel ingat ga waktu mau ulang tahun ke-5? Berapa usiamu waktu itu? Tentu masih 4. Waktu tanggal 29 April malam(Joel lahir tanggal 30 April) berapa umurmu? Sudah 5 tahun blom? Masih 4 kan? Nah, sama, jam juga seperti itu. Sebelum jarum menit menunjuk angka 12, jamnya masih sama,” kira-kira seperti itu.

Juga cara Mr. Demme menjelaskan tentang penempatan nilai (place value). Mr. Demme menganalogikan bahwa angka-angka itu tinggal di sebuah jalan yang bernama Jalan Desimal, dan tiap angka sesuai dengan nilainya tinggal di rumah masing-masing. Rumah di ujung paling kiri adalah rumah unit (satuan), di sebelahnya persis adalah rumah tens (puluhan) dan selanjutnya. Tiap angka sesuai nilainya hanya boleh menempati rumahnya sendiri.

Tanpa TM, workbook hanyalah sekumpulan soal-soal yang membosankan. Sesungguhnya, workbook hanya ‘alat’ untuk melihat apakah anak sudah mengerti apa yang kita jelaskan.

Student Kit
Student Kit terdiri dari 1 workbook dan 1 test booklet.

Ada 30 pelajaran (lesson) dalam tiap tingkatan. Anak diharuskan mengerjakan soal-soal yang ada di dalam workbook. Tidak semua harus dikerjakan, kita bahkan boleh saja skip soal-soal yang ada jika yakin anak sudah mengerti. Di akhir lesson ada systematic review yang berisi soal-soal pelajaran yang sedang dipelajari dan pelajaran yang lalu. Mulai level Alpha ke atas, ketambahan satu bahan test lagi yang disebut Test Booklet (1 lembar per lesson).

Sejauh ini saya cukup puas dengan hasil yang sudah Joel capai. Saya senang dia tahu beberapa cara menjumlahkan. Misalnya untuk soal penjumlahan 8+7, Joel akan menjumlahkan dengan cara yang paling mudah menurutnya.

Yang MUS ajarkan:

  1. Bisa dengan mengambil 2 dari angka 7 — karena 8 ingin sekali menjadi 10– sehingga menjadi 10+5 = 15
  2. Sebaliknya bisa juga 7 yang mengambil 3 dari 8 — karena 7 juga ingin jadi 10 — sehingga tersisi 5+10 = 15. 7 mengambil 3 ini tidak diajarkan khusus, tapi Joel mendapat sendiri logika ini.
  3. Atau bisa juga karena Joel ingat 8+8 = 16, sementara 7 itu kurangnya 1 dari 8, berarti tinggal dikurangi 1 saja — 16-1 = 15

Hal-hal seperti inilah yang membuat saya menyukai MUS, anak jadi berlogika, bukan menghafal, walaupun menghafal juga adalah hal yang dianjurkan oleh MUS.

Selain menggunakan workbook, pengajar juga sangat dianjurkan mengajak anak bermain math game yang termuat juga dalam TM, seperti bermain domino, membangun tembok dari balok-balok, main perang angka, dsbg.

Yang tidak saya sukai
Baik TM, workbook, test book, semuanya hitam putih. :) Jadi kadang terasa membosankan. Jika pernah menggunakan kurikulum matematika yang lain yang penuh gambar dan warna, MUS terlihat begitu membosankan.

Saya sempat kuatir jika Joel mengalami ketergantungan pada balok-balok pembantu ini. Namun kekuatiran saya ternyata tidak terbukti. Dia oke-oke saja, mungkin karena sudah terekam, kadang dia tinggal membayangkan. Mungkin seperti ini juga program sempoa?

MUS tidak banyak drilling, soal pun hanya sekitar 10 per lembarnya. Untungnya disediakan online helps di webnya, dari drill, worksheet generator, loan calculator tersedia di sini.

Saya sedang berpikir untuk memadukan MUS dengan Singapore Math, karena Joel suka mengerjakan worksheet. Dia merasa bangga jika bisa memecahkan soal-soalnya, khususnya soal cerita. Saya cukup heran mengapa dia suka soal cerita. Steve Demme berkata, tujuan matematika sebenarnya adalah supaya kita bisa mengerjakan soal cerita, memecahkan hal-hal yang terjadi dalam keseharian kita dengan matematika.

Review-review yang lain bisa lihat di sini:
http://www.homeschoolmath.net/curriculum_reviews/math_u_see.php atau http://www.homeschoolreviews.com/reviews/curriculum/reviews.aspx?id=158

Beli di mana
Saya membeli MUS ini lewat representatif mereka yang ada di Singapore.
Wong Ching Jenny jenny70@singnet.com.sg
837 Bukit Timah Road
#01-08, Royalville
Singapore 279889
65-6464-6931

Harganya bisa lihat di sini: http://www.mathusee.com/pdfs/singaporeprice.pdf

Versi yang kami peroleh adalah Singapore Edition tentunya. Nanti kalau sudah sampai pelajaran tentang uang, tentu saya harus berikan versi rupiahnya :D . Versi Singapore saya pilih karena menggunakan sistem metrik.

Useful Links
Untuk mengetahui kira-kira ada di mana level murid kita, bisa coba gunakan tes penempatan di web mereka: http://www.mathusee.com/placement.html

O ya, MUS akan mengirimkan DVD demo gratis jika kita memintanya. Atau bisa juga lihat di sini: http://www.mathusee.com/demo.html

Untuk bergabung dengan support groupnya, klik http://groups.yahoo.com/group/mus-users/join

Semoga berguna.

Belajar Bersama

Kami sedang belajar tentang gunung berapi. Jadi Joel mencoba membuat gunung dari adonan maizena+garam+air yang diberi pewarna makanan sesuka hatinya.

joel-mountain

Yucky! Warna dan bentuknya menjijikkan, tapi bahan-bahannya aman untuk anak-anak.

Sementara itu, kenalkan murid baru kami.

chloe-main

chloe-main2

Dia juga sedang diarahkan untuk membuat lukisan pertamanya. Tapi alih-alih melukis dia malah asik mengaduk pasta maizenanya dengan sendok. Sekali lagi karena bahannya aman untuk anak-anak, seandainya termakan pun tidak apa-apa. Jangan lupa gunakan air matang.

Nah, ini mereka ‘belajar’ bersama.

jochloe-belajarbareng

Sejak Chloe berumur setahun lebih seperti ini, mengatur kegiatan belajar berdua dengan Joel sudah sangaaat sulit. Apalagi sekarang Baby C suka protes kalo ditidurkan jam 10-an. Dia masih ingin bermain!

Ya sudah.

Jadilah saya harus pandai-pandai cari kegiatan yang bisa kami lakukan bersama. Bermain dengan adonan tepung seperti ini juga baik untuk melatih motorik halus anak. Bisa juga untuk pengenalan warna. Bisa juga untuk pengenalan bentuk, karena adonannya bisa dibentuk-bentuk seperti playdough komersil. Karena ini homemade playdough, tentu tidak tahan lama, habis dipakai, dibuang. :)

O ya, walau tidak mau ‘diarahkan’ untuk melukis di kertas, tapi Chloe dengan senang hati melukis bagian punggung kaos putih Mama. Makasih ya Chloe, kaos Mama jadi ‘bagus’.

Fun! Two happy kids. One depressed mom. *grin*

The Stolen Hen

Sudah beberapa hari ini, Joel diperkenalkan (singkat saja) satu kitab baru dari Perjanjian Lama. Hari ini kami sampai ke kitab Hakim-Hakim (Judges).

Kitab ini bercerita tentang peralihan pucuk pimpinan bangsa Israel yang baru saja kembali ke tanah perjanjian saat Joshua meninggal. Kini seorang hakimlah yang ditunjuk untuk menjadi pemimpin mereka, Israel belum punya raja waktu itu.

Nah, sekalian saya jelaskan tentang hakim & pengadilan (ini kosa kata baru buat Joel). Kebetulan minggu depan kami berencana mengajak Joel ke KidZania. Di KidZania ada simulasi pengadilan.

image12

Saya pun berusaha mereka sebuah kasus untuknya. Tentang seorang pencuri ayam yang tertangkap dan diadili di ruang sidang. Sekalian saya bercerita sedikit tentang yang namanya jaksa dan pembela (kosa kata baru juga).

“Hakim nanti yang harus pikirin orang ini salah atau tidak dan berapa lama dia harus dihukum.”

Tambah saya lagi, “Hakim lalu memutuskan orang itu harus masuk penjara satu bulan.”

Joel tampak tercenung. Sepertinya ada beban di hatinya.

“Terus…. ayamnya ikut masuk penjara ga?”

Hmmfff.. Wakakakakakakkaka. Joeeeellll!!! Haduhh. Joel ini benar-benar ada-ada saja.

“Ayamnya mungkin sudah masuk perut si pencuri, Joel.”

Wakakakakaka. Senang ya punya ‘badut’ kecil seperti ini.

*gambar diambil dari sini.*

Sensitivity

Kami sedang berada di area parkir bawah tanah Mal Serpong, ketika Joel bertanya,
“Basement itu bawah tanah, ya.”
“Ya,” jawab saya.
“Terus binatang-binatangnya ke mana kalau bawah tanahnya buat parkir?”

Good question, Joel! Terus terang, saya tidak pernah kepikiran hal semacam ini.

“Binatang-binatangnya pindah, Joel,” jawab saya. Ketika dia bertanya lagi pindah ke mana, Papanya menjawab, “Pindah ke tempat lain, ke bawah tanah juga.”

Pertanyaan ini menyentuh saya.

Sebelum ini dia pernah bertanya, apakah daging yang dia makan binatangnya itu dibunuh. Akhir-akhir ini dia juga hampir selalu memastikan apakah daging yang ada di piringnya itu, binatangnya sudah mati.

Tentu, saya harus pintar menjelaskannya padanya. “Memang ada binatang yang dipelihara untuk diambil dagingnya. Ada juga yang diambil susunya, ada juga yang diambil telurnya, bulunya, dst. Ada juga binatang peliharaan (pet) yang dipelihara untuk dijadikan teman bermain atau untuk jaga rumah, dst.”

Saya bukan vegan, walaupun tidak terlalu menyukai daging merah (read meat, daging dari binatang berkaki 4), namun saya ajarkan padanya untuk menghargai semua ciptaan Tuhan. Bahwa semua yang Tuhan ciptakan itu ada tujuannya, ada gunanya. Bahwa Tuhan sudah tetapkan binatang A akan menjadi makanan binatang B, tumbuhan akan jadi makanan binatang C, dan semuanya harus seimbang. Jika keseimbangan terganggu, hal yang buruk akan terjadi.

Contoh:
“Nyamuk buat apa sih, Ma?” tanyanya sambil menggaruk-garuk kakinya yang penuh dengan gigitan nyamuk.
“Nyamuk itu kan makanan cicak, kodok. Kalau tidak ada nyamuk, cicak dan kodok makanannya jadi berkurang, deh.”

Juga keheranannya tentang tumbuhan,
“Memangnya tumbuhan itu makhluk hidup?”
“Iya dong. Makhluk hidup itu artinya dia bisa bernafas, bisa besar, tumbuh seperti kamu tambah hari tambah besar.”
“Ow. Joel baru tau. Kirain semua yang ga ada mata, hidung, itu bukan makhluk hidup.”
“Lho, kerang kan juga ga punya mata, tapi dia makhluk hidup.”
“Oh, iya ya!”

Kepekaan bisa diajarkan sejak dini pada anak. Kepekaan bahwa dirinya adalah salah satu makhluk hidup yang diciptakan Tuhan untuk hidup berdampingan dengan makhluk lain, belajar menghargai binatang, juga tumbuhan. Peka bahwa dia sebagai makhluk Allah punya peran menjaga keseimbangan, sekecil apa pun peranannya.

Beberapa hal kecil yang bisa dilakukan tangan-tangan kecil ini:
- Tidak mengasari binatang dan tanaman. –> mereka juga mahkluk hidup, teman dan saudara juga tidak boleh dikasari ya… :)
- Membuang sampah pada tempatnya. —> sungai yang dipenuhi sampah membuat air tidak mengalir lancar, banjir bisa terjadi.
- Menggunakan listrik seperlunya. –> pemanasan global bisa mengakibatkan es di kutub mencair, beruang kutub dan penguin bisa kehilangan tempat tinggal.

Hal kecil tapi pasti punya dampak besar buat mereka kelak.

Seperti pertanyaan Joel kemarin, setelah puas menggilas rumput taman seberang rumah dengan roda sepedanya, “Rumput kalo diinjak-injak bisa mati ya, Ma?”

Our School Today

Our school went very slowly these weeks. Joel almost didn’t touch his paperwork, he resisted to do it. I want a break, says he.

It’s because of the Idul Fitri. A religious moslem holiday — after a whole month fasting– that comes with laziness syndrome, haha. We don’t celebrate this holiday, but yes, we were impacted. Our (my) lazy bones impacted the most.

So, I didn’t put him in schedule. We were just going with the flow. I let him do everything he likes. Entertaining himself with our Yamaha PSR 350, now he had mastered the tune of Amazing Grace, My Bonnie, Symphony no. 9, and a few more — without my help. He was also being a lazy potato, spent his time by reading a lot of Autobilds & books of Five in a Row‘s book list. Mike Mulligan and His Steam Shovel was one of his favorite. He read it over and over again. Mike Mulligan indeed is a good reading for a boy.

Books he read recently:
- Mike Mulligan and His Steam Shovel
- The Glorious Flight
- Lentil
- A Story About Ping
- Katy and The Big Snow
- Papa Piccolo

It’s pretty clear that from the 18 books I got (FIAR list), he interested to most of these themes: aviation, story of a boy, geography, big machine (tractors, shovel). Those books are so ideal for a little boy :)

Yeah, that’s how we spent our lazy days. Switch to unschooling mode and switch back to a more structured schedule whenever we are ready.

Happy homeschooling!

Joel & Matematika

Joel tidak menunjukkan bakat yang luar biasa dalam matematika. Dia juga tidak selalu semangat mengerjakan tugas matematikanya.

Begitu anggapan saya.

Hari ini, saat mengerjakan test, review pelajaran penjumlahan satu digit-nya.. dia berkata kepada saya,

“Tujuh tambah dua, Joel tahu, sembilan! Soalnya tujuh tambah tiga kan sepuluh.”

Menarik, kan? Lihat proses berpikirnya. Joel tidak menghapalkan bahwa 7+2=9, juga tidak menambahkan 2 kepada 7.. tetapi dia ingat bahwa 7+3=10, sehingga jika 7 ditambahkan kepada 2 (yang kurangnya 1 dari 3), maka berarti tinggal kurangi 1 dari 10.

Wah… saya sangat takjub.

O ya, kami menggunakan kurikulum matematika Math-U-See yang banyak menggunakan alat peraga berupa balok. Math-U-See berarti: you can see the math. :) . Kurikulum yang sangat cocok untuk anak tipe visual learning.

Awalnya memang banyak menggunakan balok, tapi sekarang Joel sudah sangat jarang menggunakannya. Balok-balok warna warni ini berjasa besar membantunya menguasai konsep matematika, melihat dan memahaminya.

Math-U-See agak beda dengan kurikulum matematika konvensional. Dari mana saya tahu, ya tahulah, saya kan dulu juga pernah belajar matematika. Beda banget, kapan-kapan akan saya buat reviewnya.

Ini adalah tahun kedua kami bersama Math-U-See . Joel menyelesaikan level Primernya bulan Juni lalu, saat ini Joel sedang di level Alpha. Selesai Primer, Joel sudah menguasai placing value, membilang 2-2, 5-5, 10-10, dan 100-100.

Di pelajaran membilang 5-5, Joel dikenalkan pada tally-marks dan kemudian lanjut ke membaca jam. Tally marks membantu sekali untuk menguasai konsep membaca menit. Kini, Joel sudah fasih membaca jam lengkap dengan menitnya. Mr. Demme si pembuat kurikulum, memang sangat brilian idenya, membuat anak bisa lebih mudah visualisasinya karena contoh yang diberikan begitu dekat dengan keseharian si anak.

joel-mus

Foto: Joel mengerjakan tugas tally marks di atas meja makan, ditemani snack yang lezat dan sehat.

Di level Alpha, Joel dikenalkan kepada yang namanya soal cerita. Biasanya, soal cerita ini ditakuti oleh anak-anak. Tidak buat Joel, dia justru paling suka bagian soal cerita. Saya tidak tahu kenapa, mungkin karena matematika terasa lebih nyata di situ. :)

Kami akan masuk matematika mental minggu depan. Sudah saya kasih bocoran sedikit tentang misteri penjumlahan angka 9. Tentang angka 9 yang selalu ingin jadi 10, dan mudah sekali dia menangkapnya.

Hmm.. hati saya kok terasa plong ya…

Pleasant Words are a Honeycomb

joel-madu

Nyam..nyam.. madunya enak sekali, Ma. Manis banget…

“Kalo mangkok yang isinya sisa sayuran dari tong sampah gimana?”

Hiiyyy.. ga mau… jijik…

Begitulah hari ini Joel belajar dengan mengalami sendiri ayat dari Amsal 16:24 ini:
Perkataan yang menyenangkan seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
Pleasant words are a honeycomb, sweet to the soul and healing to the bones.

Ya. Kata-kata menyenangkan itu seperti madu yang kamu makan tadi.. manis, enak, (dan minta tambah lagi). Tapi sampah tadi.. hiyyy… tempat yang paling cocok adalah tempat sampah. Jadi ingatlah mulai hari ini, kata-katamu yang tidak menyenangkan sama seperti sampah tadi, tidak enak dan bisa membuat orang sakit.

Yuk, kita buang sampahnya.

Joel The Illustrator

Ilustrasi adalah gambar yang biasanya terdapat pada sebuah buku. Gambar-gambar ini membuat buku menjadi lebih menarik. Orang yang membuat ilustrasi ini disebut ilustrator.

Gunakan kesempatan ini untuk bertanya siapa saja ilustrator yang anak kenal. Joel menyebut nama Beatrix Potter (The Tale of Peter Rabbit), Brenda Clark (Franklin), Tony Ross (Little Princess), Keiko Kasza dan Kak Baku — seorang ilustrator pemilik kelinci mungil yang lucu Sentaro (komik Sentaro, Elexmedia).

Kali ini Joel belajar jadi ilustrator. Bukunya berjudul Animal Tale (sudah disediakan dalam lembar kerja MFW 1st grade). Sebenarnya ini adalah tugas menulis+menggambar. Tapi karena hasilnya akan menjadi sebuah buku yang konyol, Joel nampaknya sangat antusias dan meminta dua halaman sekaligus, harusnya tiap hari satu lembar.

Well, gambarnya sendiri tidak bisa dibilang istimewa. Namun, menarik sekali mengikuti imajinasinya saat menggambar. Saya sampai terkagum-kagum dengan luasnya jangkauan imajinasi seorang anak berumur 5 tahun.

page1

A cat can bake. Narasi Joel: seekor kucing memanggang kue di luar rumahnya di tengah jalan. Waktu itu ada sebuah mobil yang menabrak gundukan, mobil itu mau ke mal.

page2

The man see a green snake. Narasi Joel: seorang laki-laki melihat ular kobra hijau dan mau memakannya.

page3

Five pigs ride on the plane. Narasi Joel: Lima ekor babi ini sedang naik pesawat, ada satu yang jadi pramugari, entah yang mana. Babi yang paling besar adalah babi raksasa. Mereka tidak duduk karena mereka sangat kotor. Jendela berwarna kuning karena matahari sangat terik. Kepala babi di tengah yang berwarna putih adalah topeng babi. Penumpangnya babi semua karena ini negara babi. Hohoho.

page4

A mole had a hot stove. Narasi Joel: si tikus tanah ini bisa berdiri seperti Pak Mole, salah satu tokoh dalam buku kesukaannya Franklin, Kanisius. Si tikus sedang memasak omelet di atas kompor (warna hitam). Deskripsi benda2 melayang di atas kompor: kuning = omelet, merah = cabe, abu-abu = jamur. Warna hijau di sebelah kanan adalah pintu yang terbuka. Joel menjelaskan bahwa ini di dalam tanah, keluarga si tikus sedang ada di atas.

page5

A cute bug rode the mule. Narasi Joel: kepik mau pulang ke rumahnya tapi dia sedang capek, jadi dia naik mule (persilangan kuda & keledai). Gambar keledainya oleh Mama.

cover

Ini covernya. Yang mewarnai Mama, karena diberi tugas oleh ketua Joel, hehehe.

Tanpa dia sadari, dia sedang belajar menulis, membaca, bercerita dan menggambar. Setelah selesai buku kecil ini dijilid, dan Joel merasa sangat bangga. Dia bilang sama Papa, bahwa dia seperti Beatrix Potter, yang menulis sekaligus yang mengerjakan ilustrasi bukunya.

Great.