Joel's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

Kepompong

Tahun baru 2009 Joel dapat hadiah istimewa.

Hari Minggu pertama di tahun ini, 4 Januari 2009, seekor ulat bulu kecil warna abu-abu dan putih masuk ke dalam rumah. Dengan semangat ’45, Mama menggiring si ulat masuk ke dalam sebuah gelas plastik bening. Habis itu, karena tidak tahu daun mana yang disukai oleh si ulat, Mama memetik daun-daun dari tanaman di depan rumah, masing-masing satu helai. :D
note: biasanya di pohon mana ulat bulu ditemukan, berarti itulah daun kesukaannya.

Setelah itu, Mama menutup gelas dengan plastik transparan yang dilubangi, supaya ada udara masuk. Tak lupa Mama ‘memandikan’ gelas tersebut dengan sinar matahari pagi yang hangat. Ini hanya insting, siapa tahu ulat merindukan kehangatan matahari bukan? :p *asumsi*

Lalu kami meninggalkan ulat tersebut di tempat yang cukup hangat, dan berangkat untuk ibadah Minggu.

Saat kembali ke rumah sorenya… kami menemukan ulat tersebut sudah tidak ada! Hilangkah dia? Bagaimana caranya? Waduh! Soalnya kami pernah gagal dengan ulat brokoli yang raib entah ke mana.

Setelah diteliti lebih seksama, ternyata ada benda baru berwarna coklat. Ulat sudah berubah menjadi kepompong! Cepat sekali… Dan, dia menanggalkan kulitnya, lho. Dari bentuk kepompongnya, saya duga ini akan menjadi ngengat bukan kupu-kupu.

Beberapa hari berlalu… tidak ada perubahan. Papa udah komen, “Mati kayaknya.” Tapi Joel yang sudah membaca buku The Very Hungry Caterpillar dengan yakin berkata, “Engga kok, Pa. Kan seminggu lebih. Lama!”

Ok.. kami tunggu. Seminggu berlalu, kepompong itu tidak ada perubahan sedikit pun. Mulai ga yakin. Joel sih tenang-tenang saja. :) kepompong

Rabu malam, 14 Januari 2009, hujan deras di luar, Mama iseng-iseng melongok ‘sarang’ kepompong. Lho.. Kejutan. Ada sebuah kehidupan di sana. Mahluk kecil bersayap yang tampak bingung. :)

“Joel! Sini lihat, kepompongnya dah berubah jadi kupu-kupu nih.”

Joel langsung ribut menyuruh saya melepaskan si kupu-kupu (baca: ngengat) supaya dia bisa terbang. Tapi dia tidak mau terbang. Rupanya dia bingung sekali. Mungkin memang harusnya kepompong itu tergantung pada sebatang pohon ya, jadi begitu dia menjadi makhluk bersayap, mau tidak mau dia akan mengepakkan sayapnya supaya tidak terjatuh? Mungkin…

ngengatIni dia ngengatnya.

Akhirnya kami biarkan ngengat itu di luar, dia kan harus meneruskan hidupnya, masuk ke dalam dunia nyata perngengatan.. hehehehe.

Besok pagi waktu dicek, ngengat sudah tidak ada, tinggal daunnya saja. Semoga dia akhirnya benar-benar bisa terbang sendiri. Semoga..

Bermain (Sambil Belajar) Dengan Globe

joel&globeBeberapa waktu lalu saya sibuk cari globe. Tiap kali ke Gramedia atau toko buku saya sempetin liat harganya. Harganya cukup menyesakkan dada, yang ukuran mini Rp 75.000. Padahal seingat saya, dulu waktu masih sering ngebis, pernah ada penjual asongan yang menawarkan bola bentuk globe2 dengan harga berkisar 5.000-10.000. Di Tangerang sini saya belum pernah lihat. Ada teman yang menyarankan pake Google Earth, namun… kuota internet yang mepet membuat proses ini tidak akan ekonomis.

Kenapa saya jadi sibuk cari globe gara2nya pada suatu waktu Joel begitu terobsesi sama yang namanya Amerika. Bangun tidur tanya saya, “Ma, Amerika biasanya di mana ya?” Atau… “Di Amerika sudah malam belum?” Dia bisa tanya begini2 karena dia tahu sedikit fakta tentang pagi dan malam. Bahwa jika matahari lagi ‘mampir’ di Indonesia pada pagi hari, berarti di Eropa masih gelap, di Amerika sudah mulai malam.. gitu2 deh… Waktu itu saya belum terlalu menjelaskan tentang bumi yang berevolusi dan berotasi. Masih penjelasan ala kadarnya. Lalu, dua sepupunya yang tinggal di US, Joshua dan Josiah datang berkunjung ke rumah. Wah, Joel tambah pengen tahu tentang Amerika.

Kemudian, pas kurikulum yang kita pake juga mempelajari tentang matahari dan bulan; yang menganjurkan kita bereksperimen dengan globe. Akhirnya saya mulai menegakan hati untuk rela membeli globe seharga lebih dari Rp 250.000.

Tapi Tuhan baik.. Dia tahu.. untuk belajar tidak perlu mahal, pintar tidak harus mahal. Saya menemukan sebuah globe di tumpukan mainan bola di Carrefour. Bentuknya jelas bola, bisa membal. Harganya 10rb-an… dan ternyata sampai di kasir dapet potongan lagi hingga harganya tinggal 8rb-an saja. Kualitas bola cukup baik lho, kulitnya tebal… pasti lebih baik dr yang dijual abang2 asongan. Ada tulisan buatan China dalam tiga bahasa, Inggris, Spanyol dan Prancis. :)

joel&chinaMaka bola ini pun jadi salah satu alat bantu belajar Joel. Karena sifat membalnya, saya jadi punya ide mengajaknya main lempar tangkap bola dan menyebutkan nama negara yang dia lihat pas dia menangkap bola. Senang rasanya pas mulut kecilnya menjawab: “Brazil!” atau “Indonesia” atau “China” – seperti foto ini- setelah dia berhasil menangkap bolanya. Motorik kasar dilatih, kemampuan baca terasah, geografi juga dapet :)

Memang belajar ga perlu mahal kok ya….

Mengisi Hari-hari si Preschooler

Beberapa kali saya ditanya tentang bagaimana memulai homeschool. Dan, bagaimana untuk preschooler?

Kalau saya, pertama saya google semua informasi yang bisa saya dapatkan dari net. Lalu saya juga menghubungi para provider kurikulum meminta dikirimi katalog2 gratis. Setelah itu saya pelajari satu per satu sambil mencocokkan dengan budget.

Untuk preschool sebenarnya banyak bahan gratis di internet, bahkan untuk tingkat yang lebih tinggi sekali pun. Sebelumnya ortu harus tahu parameter/scope & sequence/skill list untuk anak2 usia ini. Tapi, tentu saja tiap anak berbeda, parameter itu hanya jadi semacam panduan. Daftar kemampuan apa saja yang sudah harus dicapai anak ini bisa didapat antara lain di buku yang memuat daftar : Slow and Steady Get Me Ready, terbitan Primamedia Pustaka (grup Gramedia), atau di internet, banyak kok.

Sebelum mulai menggunakan kurikulum jadi (tidak perlu bikin lesson plan, ada teacher manualnya), saya bisa menghabiskan waktu sampai 3-4 jam tiap malam, mencari bahan-bahan gratisan. Masukkan keyword ini di Google untuk mencari: (free) printable worksheet. Situs2 yang sering saya kunjungi:
- http://www.enchantedlearning.com/
- http://www.kidzone.ws/
- http://www.abcteach.com/
- http://www.tlsbooks.com/
dan banyak lagi…. silakan klik sendiri, aaand… have fun :)

Atau kalau ada budget, boleh juga beli buku2 lembar kerja yang banyak tersedia di toko buku. Saya punya beberapa dari Grasindo. Erlangga for Kids kayaknya juga lumayan, tapi harganya tidak murah :)

Dua situs di bawah ini menyediakan kurikulum gratis yang cukup lengkap. Tentunya usaha yang diperlukan lebih besar ketimbang yang berbayar. Paling tidak kita harus keluar kertas dan tinta printer sendiri.
1. http://www.letteroftheweek.com/
dibagi 5 kategori, dari Nursery – Primary :)
2. http://www.hubbardscupboard.org/
early childhood education – dari infant – kindergarten

Mau beli kurikulum tapi budget terbatas?
Di http://www.shirleys-preschool-activities.com/, seorang ibu bernama Shirley Erwee asal Afrika Selatan merancang sendiri kurikulum preschool ini, bisa dibeli dalam bentuk digital (ebook) US$22.00, atau cetakan (harga sama + ongkos kirim). Di webnya ada juga bbrp bahan yg bisa didownload gratis.

Ide ini mungkin bisa ditiru, patungan membeli kurikulum preschool lalu memperbanyaknya dengan fotokopi/scanner.

Untuk anak yang suka pelajaran interaktif, ada sebuah kurikulum online – menggunakan internet- dengan biaya terjangkau, http://www.time4learning.com/, mulai dari preschool, biaya $19.95 /bulan dengan tambahan biaya internet tentunya.

FYI, web satu ini juga memuat informasi yang cukup komprehensif untuk yang ingin memulai homeschool bersama anak-anak usia dini: http://www.early-years-homeschool.com, milik Indira Genowati, orang Indonesia yang tinggal di Amrik dan menghomeschool anaknya yang masih kecil2.

Semoga bermanfaat.