Joel's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists

Our School Today

Our school went very slowly these weeks. Joel almost didn’t touch his paperwork, he resisted to do it. I want a break, says he.

It’s because of the Idul Fitri. A religious moslem holiday — after a whole month fasting– that comes with laziness syndrome, haha. We don’t celebrate this holiday, but yes, we were impacted. Our (my) lazy bones impacted the most.

So, I didn’t put him in schedule. We were just going with the flow. I let him do everything he likes. Entertaining himself with our Yamaha PSR 350, now he had mastered the tune of Amazing Grace, My Bonnie, Symphony no. 9, and a few more — without my help. He was also being a lazy potato, spent his time by reading a lot of Autobilds & books of Five in a Row‘s book list. Mike Mulligan and His Steam Shovel was one of his favorite. He read it over and over again. Mike Mulligan indeed is a good reading for a boy.

Books he read recently:
- Mike Mulligan and His Steam Shovel
- The Glorious Flight
- Lentil
- A Story About Ping
- Katy and The Big Snow
- Papa Piccolo

It’s pretty clear that from the 18 books I got (FIAR list), he interested to most of these themes: aviation, story of a boy, geography, big machine (tractors, shovel). Those books are so ideal for a little boy :)

Yeah, that’s how we spent our lazy days. Switch to unschooling mode and switch back to a more structured schedule whenever we are ready.

Happy homeschooling!

Hikmat Hari Ini

Kami sudah di hari ke-18 bersama kurikulum kelas 1 MFW.

Awalnya berjalan tersendat karena Mama harus adaptasi dengan manual pengajar yang agak berbeda dengan versi kindergarten-nya.

Jika yang TK dulu lebih enak ditampilkan dalam bentuk grid (tabel), yang kelas 1 ini lebih enak dibaca apa adanya, day by day gitu. Padahal dulu Mama sudah heboh merangkum manual dalam bentuk tabel untuk 2 minggu pertama… huuhh.. kerja sia-sia. Esensinya ga dapet kalo dibaca dalam bentuk tabel.

Setiap minggu kami diberi satu ayat hafalan untuk didiskusikan. Amsal adalah kitab pertama yang diperkenalkan. Saat ini Joel sudah punya tiga ayat hafalan, yang dia bisa ingat dengan baik.

Hari ini kami menghafal ayat baru, Amsal 21:23 –> Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya, memelihara dirinya dari pada kesukaran.

Kami lalu mendiskusikan ayat ini. Saya berusaha mengecek apa yang Joel mengerti dari ayat ini. Kata memelihara ini tentunya bisa membingungkan anak-anak seusia dia. Untungnya dalam bahasa Inggrisnya ayat ini berbunyi: “He who guards his mouth and tongue, keeps himself from calamities.”

Kata guards lebih mudah diterangkan. Saya jelaskan bagaimana nightguard menjaga kompleks perumahan supaya tidak dimasuki pencuri, bagaimana lifeguard menjaga keselamatan pengunjung pantai. Seperti itulah kita harus menjaga mulut/lidah –> perkataan kita.

“Jadi, Joel harus mengucapkan perkataan-perkataan yang baik. Kalau lihat teman jatuh, jangan malah diketawain, tapi ditolong. Kalau menurut kamu hasil gambar temanmu jelek, diam aja, ga usah dikomentari. Jangan bilang: Ih, jelek banget.”

Joel: “Waktu itu si A pernah bilang gambar Joel jelek.”

Ehm. What to say ni..

Mama: “Biarin aja. Buat Mama kalau kamu sudah lakukan dengan usahamu yang terbaik, berarti gambarmu bagus. Tapi kalau tidak mau usaha, malas-malasan, tidak sungguh-sungguh, ya jelek deh jadinya.”

Joel: “Joel udah usaha.”

Mama: “Ya, berarti itu bagus, karena sudah kamu lakukan sungguh-sungguh.”

Oohh.. I can say that I saw a beam in his eyes. Joel ini punya kecenderungan perfeksionis. Dia takut salah, takut gagal. Dia juga mudah frustasi kalau tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar. Main game pun, jika dia tidak yakin dia bisa melakukannya, dia akan menyuruh saya atau Papanya untuk meneruskannya.

Phew… I love this part of our learning life, berdiskusi. Saya jadi tahu apa yang dia alami dan rasakan karena saya tidak selalu bisa bersamanya. Hubungan anak-ortu sering bermasalah karena tidak lagi ada yang bisa dibicarakan, tidak lagi bisa diskusi dari hati ke hati.

Saya sungguh-sungguh ingin Joel punya karakter yang baik. Untuk ayat minggu ini, saya percaya anak-anak perlu belajar dari kecil untuk tidak sembarangan bicara. Banyak orang dewasa yang masuk dalam masalah karena asal ngomong. Perkataan kita harus memberkati orang lain. Jika ingin mengkritik seseorang, kritiklah tanpa menjatuhkannya.

Sorenya, suatu keajaiban terjadi, Joel sudah mau naik sepeda sendiri tanpa saya temani. Biasanya dia akan memaksa-maksa. Entah kenapa. Mungkin dia merasa lebih percaya diri sekarang?

Love you, little boy.

Belajar Biologi dari Buku Cerita

Judul buku: The Boy Who Lost His Belly Button
Penulis/Ilustrator: Jeanne Willis and Tony Ross

Buku ini berkisah tentang seorang anak laki-laki yang kehilangan pusarnya. Maka dia pun mencari pusarnya yang hilang itu.
Dalam perjalanannya dia bertemu beberapa binatang, jerapah, singa, gajah dan banyak lagi. Saat si anak laki-laki ini bertanya dengan sopan apakah binatang-binatang tersebut melihat atau meminjam pusarnya, dia diberikan kesempatan mencari sendiri di tubuh binatang-binatang tersebut.
Berhasilkah dia menemukannya?

Temukan jawabannya di sini: http://www.wowio.com/users/product.asp?BookId=5380

Buku ini gratis dibaca online, tampil dalam format seperti versi cetaknya, sehingga lebih menarik untuk dibaca anak-anak. Jika ingin mendownload harganya juga relatif terjangkau: $1.5. (kira2 Rp 16rb)
Ilustrasinya dikerjakan oleh Tony Ross yang memang jempolan mengolah warna. Dengan buku ini, anak2 bisa belajar tentang siapa yang punya pusar dan siapa yang tidak. :) Dan siapakah yang tidak punya pusar ini?

Joel setelah selesai membaca buku ini memberitahu saya.. ,”Iya soalnya si (binatang yang tidak punya pusar itu) kan tidak melahirkan. Dia kan binatang yang bertelur.”

Saya merasa sangat bahagia mendengarnya.. cerita saya tentang pusar, tentang mamalia, reptilia dan lain-lain ternyata masih dia ingat. Indah ya bisa mengajarkan sesuatu yang ternyata tidak sia-sia begini?

Keliling Dunia Lewat Geografi

Mempelajari negara-negara lain dan budaya mereka bisa menjadi pengalaman yang menarik untuk anak-anak.

Adanya internet dan buku-buku pendukung, membuat perjalanan keliling dunia tidak harus benar-benar dilakukan di dunia nyata.

Persiapan sebelum berangkat
Jelaskan dulu bahwa jika ingin ke luar negeri, bisa naik pesawat atau kapal laut. Untuk masuk ke negara lain, harus ada ijin dari negara tersebut. Ijin itu disebut visa. Visa ini harus dimasukkan ke dalam paspor. Dengan adanya paspor, petugas dari negara tersebut tahu kita adalah warga negara mana.

Saya memberikan semacam simulasi pada Joel tentang proses yang terjadi di bagian imigrasi Indonesia jika kita ingin pergi ke luar negeri. O ya, Joel memilih naik roket, habis itu ganti lagi naik sapu terbang. :)

Kurikulum
Atur negara-negara yang akan dikunjungi. Rasanya lebih baik jika diatur berdasarkan benua. Kami mengunjungi Asia karena paling dekat dari Indonesia.

Belajar geografi baik sekali jika disertai kegiatan menjurnal seperti notebooking, scrapbooking, lapbooking, dan semacamnya. Kegiatan prakarya yang berhubungan dengan negara tersebut (mis: melipat origami ketika di Jepang) juga lebih memberikan kesan untuk anak. Ketika berada di China, Joel sempat membuat kartu pos yang dia kirimkan untuk adik bayinya.

Kami, karena menggunakan kurikulum tersendiri, ada kegiatan-kegiatan yang cukup menyenangkan buat anak seperti menghubungkan titik, mencari kata tersembunyi, dan lain-lain.

Buku-buku pendukung
Saya membeli satu set buku Perjalanan Wisata dari penerbit Tiga Serangkai. Salesnya sendiri yang mengantar ke rumah dan setelah sedikit nego, saya berhasil memperoleh diskon 25%.. lumayan kan.

Buku ensiklopedi satu ini sangat-sangat direkomendasikan: Children Just Like Me, dari Dorling Kindersley. Buku ini disponsori oleh Unicef. Bagus sekali dan sangat hidup. Walau buku ini berbahasa Inggris, nampaknya Joel bisa memahaminya karena dia bisa menceritakan kembali tentang temannya di pedalaman Amerika Selatan yang tidak bisa bersekolah karena tidak ada sekolah di sana.

Alat bantu
Jangan lupa sediakan atlas, globe, yang bisa dengan mudah diakses oleh anak kapan saja dia ingin tahu di mana letak negara tersebut.

Game geografi juga tersedia di internet. Ada Geo Challenge di Facebook, geography games di KidZui, dan banyak lagi.

Paspor
Jika ada yang membutuhkan paspor Republik Indonesia versi homeschooling kami, silakan download di sini.

Keliling dunia, yuk.

Geografi: Tantangan Geografi

geogamesJoel sering membantu Mama menyelesaikan game Geo Challenge di Facebook, khususnya untuk bendera-bendera dunia… serahkan pada Joel, dia mengingatnya lebih baik daripada mamanya.

Nah.. lihatlah keasikan Joel belajar geografi. Kadang-kadang Chloe juga ikut membantu, bantu liatin atlas di dinding. Hehehe. Lucu sekali.

Benua Afrika adalah benua tersulit buat Mama, karena di situ banyak sekali negara dan negaranya juga namanya aneh-aneh.

Tapi untunglah Joel tidak beranggapan kalau sulit harus dihindari.. justru malah semakin menantang kan, Joel?

Kalau tidak tahu jawabannya, lihat peta atau bawa atlas, jadi bisa jawab dengan mudah.

Game ini Joel temukan sendiri di section educational games pada browser khusus anak KidZui.

Asyik lho belajar geografi itu….

MFW First Grade

Dua kali ke kantor pos untuk menjemput kiriman kurikulum dari Amrik ini.. akhirnya MFW First Grade sampe di rumah.

Agak kesal juga karena harus membayar hampir 400ribu untuk menebusnya.. sigh.. tapi mau bilang apa, walaupun ini dikategorikan sebagai educational material, saya tetap dianggap sebagai importir. O ya, untuk MFW yang Kindergarten, saya hanya bayar 7rb lho. Selisih harganya padahal hanya 40 $.

OK, ini foto set kurikulumnya:

mfw1stgrade

Isinya:
- Teacher’s Manual
- Student Workbook
- Bible Reader by Marie Hazell
- Bible Notebook
- Student Sheets
- tiga buku science dari Usborne (free)

Kesan pertama… melihat banyaknya item, rasanya lebih value for money ketimbang yang Kindergarten dengan selisih harga hanya 40$.

Kesan kedua.. setelah dibaca2 sekilas, wah… dijamin saya sendiri pasti akan belajar banyak dari kurikulum kelas satu ini. Sekali lagi, MFW memang layak dipujiken atas konsistensinya dalam mengintegrasikan The Bible ke dalam materi. Bayangkan, anak akan menggunakan cerita yang diambil dari Alkitab untuk belajar membaca. Marie Hazell menulis ulang cerita Alkitab – dengan porsi 75% untuk Perjanjian Lama- sesuai dengan metode phonic.

Aktivitasnya pun berkisar pada apa yang anak baca. Saya sempat baca sekilas: membuat kalender ala Yahudi, mempraktekkan pelaksanaan Sabat di rumah :) , dll. Waks :D

Tidak memulai pelajarannya dari jaman prasejarah, di MFW sejarah diajarkan mengikuti timeline Alkitab, dimulai dari hari pertama penciptaan.

Science didasarkan pada buku2 Usborne, sementara Art menggunakan buku dari Mona Brooke: Drawing with Children. Thank God karena MFW menulis lesson plan untuk penggunaan buku bagus yang sudah saya beli dari tahun lalu ini – kalo enggak agak pusing juga karena masih awam.

Suggested reading listnya sangat menarik, khususnya untuk Math. Asyik sekali belajar Math dengan buku2 cerita; MFW mengadaptasi pendekatan Charlotte Mason. Sayangnya harus mimpi dulu baru bisa mendapatkan buku2 ini, terlalu mahal tentunya kalo harus dibeli satu-satu.

O ya, kecuali buku2 Usborne, semua bahan terbitan MFW adalah hitam putih. Jelas tidak semenarik kurikulum dari provider lain seperti: A Beka, Accelerated Christian Education, etc.

Most Recent Updates

Januari, kami selesai belajar dengan MFW Kindergarten. Habis itu Mama yang masih bingung mau ngelanjutin dengan bahan apa akhirnya mulai lagi download sana-sini untuk mencari workbook/sheet yang bisa digunakan oleh Joel.

Akhirnya beberapa bulan ini kami belajar apa saja dengan bahan apa saja (baca: seadanya yang ada di rumah). Well, rasanya inilah spirit sejati homeschooler, karena saya lebih suka mengindonesiakan homeschooling sebagai sekolah rumahan ketimbang sekolah rumah. Maksudnya, homeschooling itu sekolah ala rumah, ya apa dan siapa saja yang ada di rumah :) .

Joel & MUS

Ini foto Joel yang sedang merapikan balok-balok Math-U-See. Visualiasi membuatnya lebih memahami tentang konsep penjumlahan, pengurangan, dan lain-lain.

Sebenarnya rencana Mama adalah Joel belajar dengan pendekatan geografi, dengan bahan buku ini: Galloping the Globe. Tapi, lagi-lagi terbentur dengan sedikitnya resource yang memadai. Buku2 pendamping sudah ada sebagian di tangan, tapi bahasanya sebagian terlalu ‘tinggi’ buat anak TK.

Ines (+Da Hye) juga telah berbaik hati mengcopikan banya ebook yang bisa digunakan untuk melengkapi. Tapi karena printer bukan punya sendiri jadinya sungkan makenya.. Bentar deh tunggu printer dateng.

So, kegiatan Joel sekarang agak mirip dengan anak sekolah. Belajar Math, English (+reading), Geografi. Kagok juga, tadinya kita kan belajarnya model unit studies, sekarang pake subject-subject gitu rasanya aneh. I miss my MFW style.

Jadi… Mama memutuskan untuk order MFW 1st grade. Menurut berita terakhir, barangnya sudah sampe di Jakarta tanggal 23 Maret kemaren, tapi sampe sekarang kok belum ada kabar dari kantor pos ya? Mmmm.. pasti ketahan di bea cukai ni.

Berikut buku-buku/bahan yang Joel gunakan untuk belajar beberapa bulan ini:

Math: MathUSee Primer, dan Take The Lead Mathematics Ahead K1 dari SAPkids.
Reading: Reading Lesson
Languange Arts (LA): download dari sini, pake buku ini (semuanya Singapore curriculum-based), buku SAP-nya beli di Gramedia.
Geography: Galloping The Globe (diperkaya dengan buanyak sumber gratisan dari internet).

Internet juga jadi salah satu kontributor penting buat belajar Joel. Sampe hari ini kami masih pake jasa IM2 yang unlimited.

Dah, segitu dulu updatenya ya.

Our HS’ First Anniversary

Dah setahun kami berhomeschool.

Saya ingin mengenang sedikit. Setelah maju mundur berkali-kali, akhirnya saya kasih kesempatan juga untuk pilihan pendidikan yang bergenre alternatif ini. Kalau tidak pernah mencoba ya tidak tahu kan?

Setelah melalui proses screening, baca review sana-sini, akhirnya saya menjatuhkan pilihan sebuah kurikulum taman kanak-kanak My Father’s World Kindergarten, yang sepertinya pas dengan kepribadian keluarga kami. Untuk pendidikan usia dini, sebenarnya kurikulum ready-made seperti ini tidak 100% dibutuhkan, tapi sebagai pemula rasanya lebih percaya diri jika ada tuntunan. (sebelumnya saya menggunakan bahan dari sana-sini untuk bahan prasekolahnya)

Ok, kurikulum sudah di tangan, maka Januari 2008 kami memulai sebuah awal dari rangkaian panjang petualangan belajar kami.

Seru. Menyenangkan, terutama buat saya. Rasanya mendapat energi untuk menjalani hidup saya sebagai seorang stay at home mom. Rasanya tidak sia-sia memutuskan resign dari kantor setahun lalu. Sepertinya saya belajar lebih banyak ketimbang Joel.

Tapi… perjalanan ini juga penuh dengan ujian kesabaran :) Hidup bersama seorang balita (dan ditambah seorang bayi sekarang)… 24 jam sehari, 7 hari seminggu… tentu membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang ruarr biasa. Saya sendiri menyadari perubahan yang terjadi pada saya dalam setahun belakangan ini. Banyak hal yang ‘bukan gua banget’ sekarang menjadi ‘gua banget’. Anak-anak telah mengajari saya menjadi ibu yang lebih sabar, lebih trampil, lebih fleksibel, lebih banyak pengetahuan, dll.

Dalam satu tahun ini, saya mendapat reward yang sangat besar. Bukan sekedar membuat Joel melek aksara atau bisa menulis dengan baik, atau bisa menggunakan komputer… tapi lebih dari itu, kebanggaan saya, dia suka membaca, dia tau menggunakan komputer untuk hal yang tepat. Satu lagi pada usia menjelang 5 tahun ini, dia terlihat semakin mudah mengaplikasikan kebebasan dengan batasan-batasan yang saya berikan. Dia tahu kapan dia harus berhenti nonton acara televisi kesukaannya, dia tahu kapan harus mematikan komputer tanpa harus diingatkan lagi — cukup lihat jam dinding, yang kemampuan baca jam-nya juga dia pelajari dari kami.

But, he’s no 100% angel. Surely he is a real boy. Dia juga sering bertingkah, sama dengan anak-anak pada umumnya. Tapi saya bahagia karena saya mengikuti secara dekat setiap proses yang dia alami, saya bisa jadi coach buatnya dalam menghadapi tantangan yang dia hadapi. setiap kekesalannya, kemarahannya, kerewelannya juga mendewasakan saya sebagai orangtua yang juga terus belajar menjadi orangtua yang baik.

Homeschooling memang begitu sederhana dan terintegrasi dengan keseharian kami. tidak ada hal yang terlalu besar, tapi juga tidak ada hal yang terlalu kecil, semuanya terjadi tanpa perlu dibuat-buat.

Akhirnya, saya ingin memberi semangat untuk setiap keluarga pelaku homeschooling… keep up the good work!

Latest Progress

flashcard

Kami sudah di unit ke-6. Hari ini kami belajar tentang Turtle – keluarga penyu/kura-kura. Ada tiga jenis yang saya kenal di Indonesia: kura-kura (tortoise), penyu (sea turtles), bulus (freshwater turtles).

Jika di Indonesia kita cenderung menggolongkan reptil ini sebagai kura-kura (baru nanti diteliti lebih lanjut – kura-kura atau penyu ya?) maka penutur bahasa Inggris cenderung menyebut makhluk2 ini sebagai turtles (penyu).

Sebenarnya, sejak masuk kehamilan trimester ke-3, saya sering kena penyakit malas, pengennya bersantai-santai. Baca buku sambil baring, atau jalan-jalan cari keperluan bayi.

Tapi Joelnya sering menagih belajar, ‘Ayo, Ma, belajar, pake My Father’s World.’ Soalnya, kalo lagi males dan ngantuk, saya sering sodorkan dia buku mewarnai atau lembar-lembar kerja yang bisa dia kerjakan tanpa perlu banyak persiapan dari saya.

Sementara untuk MFW, seperti pelajaran kura-kura tadi, saya harus ‘belajar’ dulu biar bisa cerita. Juga harus siapin bahan-bahan untuk science project. MFW memang memberikan porsi yang cukup untuk hands-on (pekerjaan tangan/prakarya). Mmm.. besok kami akan membuat kura-kura dari piring/mangkok kertas/styrofoam.

O ya, Joel sudah mulai bisa menggunting bentuk-bentuk lurus.

Joel sudah memeriksa teacher manual saya, dan dia hafal urutan pelajaran sampai lesson#11 (Insect), hebat kan. Begitulah kalau anak lebih antusias dibanding mamanya.

Semoga kamu tetap ‘suka’ belajar ya, Nak.