It’s Christmas
Sudah di bulan Natal.
Homeschool kami akan merayakannya dengan ‘menjelajahi dunia’, melihat bagaimana hari Natal dirayakan di negara-negara lain. Kami akan mengikuti sebuah unit studi di dalam kurikulum yang sudah lama dibeli tapi sudah lama tidak dipakai: Galloping the Globe (GtG). Jika tidak punya buku ini tidak perlu kuatir, karena di internet banyak resource yang tersedia untuk mempelajarinya.
Website whychristmas.com sudah lebih dari cukup untuk melakukan aktivitas Natal ini. Untuk memperkaya bahan, kombinasikan dengan website santas.net & website homeschoolshare.com.
Jika mengikuti kurikulum GtG, kami akan menjelajahi:
- Jepang
- Cina
- Rusia
- Inggris Raya
- Prancis
- Italia
- Jerman
- Spanyol
- Mexico
- Nigeria
Aktivitasnya bisa dengan membuat hiasan khas negara tersebut dan digantungkan ke pohon natal internasional kita. Yang suka masak bisa membuat hidangan natal khas negara tersebut. Negara yang tidak punya tradisi Natal kuat seperti Indonesia, sepertinya tidak punya hidangan khas, hidangan khas kita adalah ketupat dan opor untuk hari raya Idul Fitri
.
Jangan lupa mempelajari ucapan selamat Natal dalam berbagai bahasa. Waktu yang tepat juga untuk meluruskan sejarah Santa Claus/Sinterklaas. Klik di sini untuk melihat perbandingan antara St. Claus dan Saint Nicholas.
Berikut terjemahan bebas oleh saya untuk cuplikan artikel dari stnicholascenter.org.
Kisah sejati tentang Santa Claus bermula dari seorang Nicholas, yang lahir sekitar abad ketiga di desa Patara, Yunani (kini jadi bagian dari Turki).
Lahir dalam keluarga kaya, Nicholas dibesarkan dalam lingkungan kristen yang taat oleh kedua orangtuanya yang meninggal karena ada wabah penyakit pada waktu Nicholas masih muda.
Melakukan perintah Yesus untuk “menjual semua milikmu dan berikan pada orang miskin,” maka Nicholas menggunakan semua warisannya untuk membantu mereka yang membutuhkan, yang sakit dan yang menderita. Ia mempersembahkan hidupnya untuk melayani Tuhan dan diangkat menjadi Uskup kota Myra ketika dia masih berusia muda. Uskup Nicholas menjadi terkenal karena kebaikan hatinya, suka menolong orang, juga karena kasihnya pada anak-anak, dan perhatiannya kepada pelaut dan minatnya pada kapal.
Di masa pemerintahan Kaisar Diocletian dari Roma, yang dengan kejam menganiaya orang-orang Kristen, Uskup Nicholas pun harus menderita karena imannya. Dia dibuang dan dipenjara. Penjara-penjara justru penuh dengan para uskup, pastur dan diaken, tidak ada tempat untuk penjahat yang asli—pembunuh, pencuri dan perampok.
Catatan: Setelah dibebaskan, Nicholas sempat menghadiri Konsili Nicea I tahun 325. *tambahan dari saya: Konsili ini adalah sebuah pertemuan oikumenis, karena inilah upaya pertama untuk mencapai kesepakatan dalam hidup bergereja yang mewakili keseluruhan umat Kristiani.*
Nicholas meninggal tanggal 6 Desember 343 di Myra dan dimakamkan di gereja katedralnya. Peringatan kematiannya inilah yang dirayakan setiap tanggal 6 Desember sebagai hari St. Nicholas.
Beda sekali kan kesan yang didapat dari cerita di atas dengan Sinterklas gendut berbaju merah yang kita lihat di mal-mal?
Terakhir, inilah salam Natal dalam bahasa Arab: Eid Milad Majeed (Glorious Birth Feast).
Posted: December 6th, 2009 under First Grade.
Comments: none


